• Jumat, 7 Oktober 2022

Airlangga, Soal Geliat Pasar Modal, PEN, Presidensi G20 Dan Urgensi RCEP

- Senin, 3 Januari 2022 | 23:00 WIB
Airlangga Hartarto
Airlangga Hartarto

JAKARTA: Salah satu perusahaan yang tahun 2021 berhasil melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) adalah  PT Bukalapak. Perusahaan unicorn teknologi pertama di Indonesia ini memperoleh fund rise sebesar Rp 21,9 triliun.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartato dalam  laporannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada acara Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (03/02/2022).

“Pertama, kami laporkan bahwa bursa ke depan diharapkan lebih optimis. Kemudian yang kedua, terkait dengan teknologi, kita sudah bisa me-launch IPO Bukalapak, salah satu yang terbesar di Asia, sebesar 21,9 triliun rupiah. Ini perlu dilanjutkan,” kata Menko Airlangga.

Menurut Airlangga, respon cepat dalam memitigasi risiko varian Delta Covid-19 dan terus membaiknya fundamental ekonomi nasional di tahun 2021 telah berdampak positif terhadap pasar modal Indonesia yang ditutup pada level 6.581 pada 30 Desember 2021. Hal tersebut juga didukung arus modal asing yang masuk ke pasar saham Indonesia senilai 2,7 miliar dolar AS (ytd) per 30 Desember 2021 yang mendorong perbaikan indeks saham pada periode akhir tahun 2021.

Program PEN Berlanjut

Secara khusus Menko Airlangga  menegaskan bahwa Program Pemulihan Ekonomi Nasioal (PEN) akan dilanjutkan di tahun 2022. Pemerintah pun telah mempersiapkan strategi untuk meraih peluang dan menjawab tantangan di tahun 2022 melalui kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), percepatan vaksinasi secara masif, dan Program PEN menjadi instrumen utama di tahun 2022.

Program PEN di tahun 2022 akan didorong untuk front loading dan akan membantu untuk mengamankan 
trajectory pemulihan ekonomi nasional.

G20 dan Confident Investor

Sebagai Presidensi G20, Indonesia  berkesempatan menampilkan keberhasilan reformasi struktural di tengah pandemi. Antara lain, terkait keberadaan Undang-Undang Cipta Kerja dan Indonesia Investment Authority (Sovereign Wealth Fund) sehingga akan meningkatkan confidence Investor Global.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Terkini

X