• Minggu, 26 Juni 2022

KTT G20, Jokowi: Perkuat Arsitektur Kesehatan Global, Percepat Pemulihan Ekonomi Dunia

- Sabtu, 30 Oktober 2021 | 22:30 WIB
Foto: Tangkapan layar YouTube.
Foto: Tangkapan layar YouTube.

JAKARTA: Indonesia mengajak semua negara untuk memperkuat arsitektur kesehatan global. Hal ini demi membangun dunia yang lebih tahan terhadap pandemi dan berbagai guncangan ke depan.

Ajakan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) di Rome Convention Centre ‘La Nuvola’, Roma, Italia, Sabtu (30/10/2021) saat membahas soal ekonomi dan kesehatan global, di La Nuvola, Roma, Italia,  Sabtu (30/10/2021). 

Untuk mewujudkan hal tersebut, Presiden menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan bersama.

Pertama, mekanisme penggalangan sumber daya kesehatan global harus disusun. Hal tersebut mencakup dana, vaksin, obat, alat kesehatan, hingga tenaga kesehatan yang siap diterjunkan setiap saat untuk membantu negara yang mengalami krisis kesehatan.

Menurut Presiden, IMF sudah memberikan contoh, tentang penggalangan sumber daya keuangan global untuk membantu negara yang mengalami krisis keuangan. "Dukungan keuangan internasional untuk isu kesehatan dan perubahan iklim sangat penting artinya," ungkap Presiden.

Kedua, semua pemimpin negara yang hadir dalam KTT G20 perlu menyusun standar protokol kesehatan global terkait dengan aktivitas lintas negara, termasuk di antaranya protokol kesehatan perjalanan antarnegara. 

Ketiga, G20 harus menjadi bagian penting dari solusi untuk mengatasi kelangkaan dan kesenjangan vaksin, obat-obatan, dan alat-alat kesehatan esensial. 

Presiden menyebut bahwa G20 harus mendukung diversifikasi produksi dan alih teknologi ke negara berkembang, eliminasi hambatan perdagangan bahan baku vaksin, dukungan terhadap TRIPS Waiver, dan terus meningkatkan berbagi dosis dan mendukung COVAX Facility.

“Proses penataan ulang arsitektur ketahanan kesehatan global ini harus inklusif, serta berpegang teguh pada prinsip solidaritas, keadilan, transparansi, dan kesetaraan,” tegasnya. 

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Terkini

X