• Minggu, 26 Juni 2022

Gelar 18 Pertemuan Bilateral Di Markas PBB, Menlu Retno: Isu Utama Masih Soal Covid-19

- Senin, 27 September 2021 | 11:33 WIB
Menlu Retno Marsudi. (Kemenlu)
Menlu Retno Marsudi. (Kemenlu)

JAKARTA: Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi melakukan serangkaian 18 pertemuan bilateral membahas berbagai isu global. Ini dilakukan pada dua hari terakhir mengikuti Sidang Majelis Umum (MU) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-76 di New York, AS, 23-24 September 2021.

Berbagai agenda bilateral dibahas dalam 18 pertemuan tersebut, mulai dari penanganan Covid-19, kerjasama ekonom, situasi Afghanistan, krisis Myanmar hingga tuan rumah G20.

Sebelumnya, sebagai koordinator kemitraan ASEAN-Amerika Serikat (AS), Menlu Retno  bersama Menlu AS Antony Blinken, memimpin ASEAN-US Ministerial Meeting yang dilakukan secara hybrid.

Dalam Press Briefing Menlu RI High Level Week Sidang Majelis Umum PBB ke -76 New York, 24 September 2021 yang dirilis Kemenlu, Sabtu (25/09/2021), Menlu Retno menjelaskan bahwa pertemuan-pertemuan tersebut dilakukan secara maraton, antara lain dengan Komisaris Tinggi UNHCR, Sekjen Liga Arab, CEO US ASEAN Business Council, Menlu Sri Lanka, Menlu Jepang, Presiden Palau, Menlu Mozambik, Menteri Negara Luar Negeri Inggris Lord Ahmad of Wimbledon, dan Menlu Pakistan.

Kemudian, dilanjutkan dengan Menlu Serbia, Menlu Iran, Sekjen PBB, PM Belanda, Menlu Perancis, US Under Secretary for Political Affairs, Menlu Mauritania, Menlu Thailand dan Utusan Khusus AS untuk Afghanistan (Duta Besar Zalmay Khalidzad).

Menurut Menlu Retno, dalam pertemuan-pertemuan itu terdapat beberapa isu utama yang diangkat di hampir setiap pertemuan. 

Pertama, terkait penanganan Covid-19. Di setiap pertemuan,  selalu dilakukan compare note dengan berbagai negara terkait penanganan Covid-19 di negara nasing-masing.

Dalam kesempatan itu, Menlu Retno menyampaikan situasi Covid-19 di Indonesia yang  semakin membaik karena berbagai upaya yang dilakukan pemerintah, baik berupa percepatan vaksinasi maupun aturan-aturan lainnya terkait protokol kesehatan (prokes). Intinya, untuk mengatasi Covid-19 maka dua hal harus diperhatikan, yakni percepatan vaksinasi dan terus menjalankan protokol kesehatan (prokes).

"Dan, saya sampaikan positivity rate di Indonesia saat ini rata-rata di bawah 2%, di bawah standar WHO sebesar 5%, di mana sebelumnya sempat mencapai titik 31%," kata Menlu Retno.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Terkini

X