• Minggu, 5 Februari 2023

Kendaraan Listrik Jangan Berhenti Sampai KTT G20

- Sabtu, 19 November 2022 | 06:53 WIB
Djoko Setijowarno  (dokumentasi )
Djoko Setijowarno (dokumentasi )

Oleh: Djoko Setijowarno*

SUARAKARYA.IDEforia pengembangan kendaraaan listrik sangat marak jelang KTT G20. Berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam upaya menunjukkan kinerja kendaraan listrik yang dianggap sebagai transportasi masa depan. Mulai touring kendaraan listrik Jakarta – Bali hingga koloborasi riset antara BUMN dengan Perguruan Tinggi. Upaya ini jangan berhenti sampai KTT G20.

_Touring_ kendaraan Listrik Jakarta – Bali untuk menguji kemampuan kendaraan kistrik untuk perjalanan jarak jauh. Perjalanan jarak jauh 1.250 kilometer ditempuh dalam 4 hari.

_Touring_ kendaraan listrik ini melibatkan sejumlah produsen kendaraan listrik, seperti DFSK Gelora, Hyunday, Lexus (Toyota), Nissan, Wuling, Fuso, Mistsubishi, Bluebird Grup (BYD). Juga ada 2 armada bus listrik disertakan dalam touring ini, yakni Sinar Armada Globalindo (SAG) dan Zhongtong. Total kendaraan listrik (mobil dan bus) ada 13 unit kendaraan listrik. Selain mobil dan bus, juga diikuti sejumlah sepeda motor listrik, namun untuk perjalanan jarak pendek dan tidak masuk jalan tol.

Bus listrik yang sebenarnya hanya digunakan untuk angkutan perkotaan diuji coba perjalanan antar kota juga bisa berjalan lancar dan selamat sampai tujuan.

Baca Juga: Dukung Program Pemerintah, Semarak Program Star Seru KB Bukopin Serahkan 4 Mobil Listrik kepada Nasabah

Selama perjalanan berhenti di tujuh lokasi untuk melakukan pengisian batere (_Rest Area_ 207 A Cirebon, Semarang, Solo, _Rest Area_ 626 A Madiun, Surabaya, Jember dan Bali) dan acara sosialisasi di dua tempat, yakti Solo dan Jember.

Di Jember sempat dilakukan pawai kendaraan listrik keliling Kota Jember. Dan bersamaan dengan Peluncuran Naik Angkot Gratis. Untuk mendukung udara bersih, Kabupaten Jember punya slogan *_Wes Wayahe_ Jember Langit Biru.*

Disimpulkan untuk saat ini, kendaraan listrik untuk perjalanan jarak jauh masih terkendala. Kendalanya adalah masih terbatasnya penyedian insfrastruktur SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum). Untuk sementara waktu hanya bisa untuk mobilitas perkotaan, itupun harus sudah siap dulu penyediaan SPKLU di sejumlah tempat yang strategis.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wajah Angkutan Perkotaan dengan Skema Buy The Service

Kamis, 2 Februari 2023 | 15:40 WIB

Kedaulatan SDA dan Skema Ekspor

Kamis, 2 Februari 2023 | 01:35 WIB

Konflik Kepentingan

Senin, 30 Januari 2023 | 07:39 WIB

Pariwisata dalam Balutan Olahraga

Selasa, 24 Januari 2023 | 00:52 WIB

Tuntutan Kompetitif

Selasa, 24 Januari 2023 | 00:35 WIB

Pemerintahan Bersih

Minggu, 15 Januari 2023 | 17:01 WIB

Transjakarta Telah Menginspirasi

Minggu, 15 Januari 2023 | 09:33 WIB

Subsidi Layanan Transportasi

Minggu, 8 Januari 2023 | 15:58 WIB

Subsidi Tepat Sasaran KRL Jabodetabek

Rabu, 4 Januari 2023 | 16:25 WIB

Dibuang di UU Pers, Dipunggut ke dalam KUHP

Jumat, 30 Desember 2022 | 13:16 WIB

Konsep Kemanusiaan Dalam Sejarah Perang dan Konflik

Kamis, 29 Desember 2022 | 11:53 WIB

Intensif Kendaraan Listrik harus Tepat Sasaran

Selasa, 27 Desember 2022 | 16:34 WIB

Piala Dunia dan Islam

Senin, 26 Desember 2022 | 22:43 WIB

Keselamatan Transportasi di Penghujung Tahun

Rabu, 21 Desember 2022 | 18:29 WIB

Perlu Instruksi Presiden untuk Angkutan ODOL

Selasa, 20 Desember 2022 | 13:24 WIB

HIPMI dan UMKM

Senin, 19 Desember 2022 | 21:26 WIB

Skema Transisi Energi

Selasa, 13 Desember 2022 | 01:00 WIB
X