• Minggu, 5 Februari 2023

Melibatkan BUMN dan Perusahaan Swasta dalam Penyelenggaraan Jalan Perintis

- Senin, 7 November 2022 | 18:50 WIB
Djoko Setijowarno  (dokumentasi )
Djoko Setijowarno (dokumentasi )

Oleh Djoko Setijowarno

SUARAKARYA.ID: BUMN dan perusahaan swasta di daerah juga bisa dilibatkan dalam membantu pemerintah menyediakan armada angkutan perintis dan penyelenggaraan layanan itu. Armada angkutan perintis juga harus disesuaikan dengan kondisi jalan sehingga layanan bisa lebih optimal.

Beroperasinya angkutan jalan perintis untuk menghubungkan antara daerah terisolir, terpencil, tertinggal dan perbatasan (3TP), karena tidak ada penyelenggaraan layanan transportasi lainnya dan secara aspek bisnis belum atau tidak menguntungkan.

Persebaran jumlah penduduk yang tidak merata menyebabkan adanya beberapa daerah yang terisolir dari daerah lainnya. Kondisi itu membutuhkan angkutan dan aksesibilitas untuk dapat menjangkau daerah-daerah lain guna menunjang aktivitas dan mobilitas masyarakat setempat, sehingga dapat memacu perkembangan perekonomian daerah terpencil yang lebih maju.

Penyelenggaraan angkutan jalan perintis berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM Perhubungan 73 Tahun 2019 tentang Pemberian Subsidi Pelayanan Angkutan Jalan Perintis.

Baca Juga: Subsidi Angkutan Barang Perlu Ditambah

Manfaat terselenggaranya angkutan jalan perintis (Suharto, 2022) adalah dapat menghubungkan wilayah terisolir, belum berkembang dan/atau wilayah perbatasan dengan kawasan perkotaan yang belum ada pelayanan angkutan umum dan mendorong pertumbuhan ekonomi; menghubungkan wilayah perbatasan dan/atau wilayah lainnya yang karena pertimbangan aspek sosial politik harus dilayani; sebagai stabilisator pada suatu daerah/trayek tertentu dan/atau angkutan pelajar/mahasiswa dengan tarif yang lebih rendah dari tarif yang berlaku; melayani daerah-daerah potensial (daerah transmigrasi) dengan kawasan perkotaan; dan memberikan pelayanan angkutan umum yang terjangkau oleh masyarakat yang daya belinya rendah

Outcome pelayanan angkutan jalan perintis di bidang ekonomi adalah meningkatkan perekonomian suatu daerah yang telah dilayani oleh angkutan jalan perintis dengan mempermudah akses warga sekitar yang terisolir menuju pusat perekonomian di pusat kota.

Di bidang pendidikan adalah menjadikan akses pelajar di daerah yang dilintasi trayek angkutan jalan perintis semakin mudah menjangkau sekolahnya. Sementara di bidang sosial untuk menghubungkan wilayah perbatasan dan/atau wilayah lainnya yang karena pertimbangan aspek sosial politik harus dilayani serta membantu melayani angkutan di lokasi pasca bencana alam

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wajah Angkutan Perkotaan dengan Skema Buy The Service

Kamis, 2 Februari 2023 | 15:40 WIB

Kedaulatan SDA dan Skema Ekspor

Kamis, 2 Februari 2023 | 01:35 WIB

Konflik Kepentingan

Senin, 30 Januari 2023 | 07:39 WIB

Pariwisata dalam Balutan Olahraga

Selasa, 24 Januari 2023 | 00:52 WIB

Tuntutan Kompetitif

Selasa, 24 Januari 2023 | 00:35 WIB

Pemerintahan Bersih

Minggu, 15 Januari 2023 | 17:01 WIB

Transjakarta Telah Menginspirasi

Minggu, 15 Januari 2023 | 09:33 WIB

Subsidi Layanan Transportasi

Minggu, 8 Januari 2023 | 15:58 WIB

Subsidi Tepat Sasaran KRL Jabodetabek

Rabu, 4 Januari 2023 | 16:25 WIB

Dibuang di UU Pers, Dipunggut ke dalam KUHP

Jumat, 30 Desember 2022 | 13:16 WIB

Konsep Kemanusiaan Dalam Sejarah Perang dan Konflik

Kamis, 29 Desember 2022 | 11:53 WIB

Intensif Kendaraan Listrik harus Tepat Sasaran

Selasa, 27 Desember 2022 | 16:34 WIB

Piala Dunia dan Islam

Senin, 26 Desember 2022 | 22:43 WIB

Keselamatan Transportasi di Penghujung Tahun

Rabu, 21 Desember 2022 | 18:29 WIB

Perlu Instruksi Presiden untuk Angkutan ODOL

Selasa, 20 Desember 2022 | 13:24 WIB

HIPMI dan UMKM

Senin, 19 Desember 2022 | 21:26 WIB

Skema Transisi Energi

Selasa, 13 Desember 2022 | 01:00 WIB
X