• Minggu, 5 Februari 2023

Pandemi dan Resesi

- Senin, 31 Oktober 2022 | 15:42 WIB
Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi - Dosen Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Surakarta (Ist)
Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi - Dosen Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Surakarta (Ist)
 
Oleh Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi
 
SUARAKARYA.ID: Pandemi 2 tahun lalu masih menyisakan tantangan meski di tahun 2022
terbersit endemi dan ironisnya terancam resesi di tahun 2023 mendatang. Selain itu menapaki tahun 2024 juga ada hajatan pesta demokrasi sehingga disebut tahun politik melalui pilpres.
 
Realitas ini menjadi tantangan yang tidak mudah, sementara dana Pemulihan Ekonomi  Nasional - PEN membengkak. Pada 2021 dana PEN Rp.403,96 triliun (naik 7% dari sebelumnya Rp.372,3 triliun) dengan rincian yaitu pertama: anggaran kesehatan Rp.25,4 triliun untuk pengadaan vaksin, sarpras program vaksinasi, imunisasi, laboratorium, litbang dan cadangan bantuan iuran BPJS. Kedua: program perlindungan sosial Rp.110,2 triliun untuk PKH, kartu sembako, kartu pra kerja dan bansos tunai selama 6 bulan. Ketiga: stimulus untuk sektoral, untuk kementerian / lembaga dan pemda Rp.184,2 triliun yang bertujuan mendukung sektor pariwisata, ketahanan pangan, pengembangan teknologi-informasi-komunikasi, pinjaman ke daerah, program padat karya, kawasan industri dan cadangan belanja PEN. Keempat: insentif usaha – perpajakan Rp.20,26 triliun. Kelima: dukungan untuk UMKM dan BUMN Rp.63,84 triliun.
 
Jika dicermati semua alokasi anggaran itu untuk mereduksi dampak pandemi, termasuk tentunya meredam kemiskinan sehingga peran wakaf juga dimaksudkan bisa membantu meringankan pendanaan dari pusat, tanpa mengurangi esensi kemanfaatan wakaf untuk membantu kemaslahatan umat. Hal ini menjadi penting karena sejatinya wakaf sangatlah berguna untuk kepentingan umat, termasuk misal pengentasan - mereduksi kemiskinan, baik kemiskinan struktural atau yang terjadi akibat pandemi. Data BPS per Maret 2020 jumlah kemiskinan 26,42 juta (naik 1,63 juta dibanding September 2019). Hal ini terkait penurunan pendapatan rumah tangga 5-7 persen dan hilangnya pekerjaan 3,5 juta orang.
 
Baca Juga: Mudah dan Murah
 
Penyaluran bansos yang tepat sasaran dan optimalisasi wakaf, baik wakaf tidak bergerak dan wakaf uang diharapkan dapat mereduksi kemiskinan, meski disisi lain ada ancaman klaster baru dan peningkatan kasus di sejumlah daerah. Argumen yang mendasari karena bansos dan optimalisasi wakaf untuk kemaslahatan dapat mengurangi beban pengeluaran rumah tangga miskin, menjaga daya beli agar tidak kian terpuruk dan tentu diharapkan menggerakan geliat perekonomian di pedesaan dan perkotaan.
 
Rilis kemiskinan secara tidak langsung menegaskan dampak sistemik pandemi di semua bidang. Meskipun kerugian secara sosial-ekonomi-politik tidaklah kecil tetapi upaya dan komitmen mereduksinya menjadi penting. Terkait ini salah satu sektor yang terdampak pandemi yaitu UMKM. Aduan UMKM masuk di Kementerian Koperasi - UMKM 1.332 tersebar di 18 provinsi dan sekitar 917 UMKM (70 persen) mengalami penurunan omzet penjualan secara drastis. Selain itu, 119 UKMK (9 persen) kesulitan distribusi hasil, 179 UMKM (13 persen) kesulitan modal usaha dan 50 UMKM (4 persen) kapasitas produksi menurun.
 
Hal ini menjadi pembenar ketika kemudian banyak UMKM pada khususnya dan pelaku ekonomi-bisnis-industrialisasi pada umumnya yang melakukan pengurangan jam kerja, merumahkan sebagian pekerja, dan juga PHK. Itu semua berdampak terhadap kemiskinan dan imbasnya pada pencapaian pertumbuhan ekonomi nasional dan global (selain ancaman migrasi dan situasinya diperparah dengan ada kebijakan PPKM darurat juga lockdown pada 3-20 Juli 2021 lalu meski bertujuan meredam sebaran pandemi).
 
 
Revisi pertumbuhan tentu akan berpengaruh terhadap mata rantainya, tidak saja realitas produksi secara nasional meredup tapi juga secara global mengalami penurunan. Hal ini menjadi ancaman terkait konsumsi global sehingga omzet - penjualan tereduksi sehingga perputaran uang juga berkurang. Ancaman lain berhentinya proses produksi sehingga
otomatis terjadi pengurangan jam kerja dan tentu mengurangi jumlah pekerja. Laporan Indonesia Economic Prospects rilis Bank Dunia 16 Juli 2020 lalu bertajuk: “The Long Road to Recovery” menegaskan pandemi menambah laju kemiskinan 5-8 juta orang jika pemerintah tidak proaktif memberi bansos.
 
Ancaman seriusnya Indonesia terkena resesi jika tidak berdaya melakukan pembatasan mobilitas. Fakta ini menjadi warning terutama dikaitkan proyeksi pertumbuhan. Realita pandemi menjadi ancaman pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan - kemakmuran. Jadi komitmen penyaluran bansos secara tepat sasaran dan optimalisasi pemanfaatan wakaf demi kemaslahatan menjadi penting termasuk esensinya untuk mereduksi kemiskinan dan jika berhasil maka akan memacu ekonomi di daerah dan tentu mereduksi migrasi. ***
 
* Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi - Dosen Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Surakarta
 
 

Editor: Gungde Ariwangsa

Sumber: Edy Purwo Saputro

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wajah Angkutan Perkotaan dengan Skema Buy The Service

Kamis, 2 Februari 2023 | 15:40 WIB

Kedaulatan SDA dan Skema Ekspor

Kamis, 2 Februari 2023 | 01:35 WIB

Konflik Kepentingan

Senin, 30 Januari 2023 | 07:39 WIB

Pariwisata dalam Balutan Olahraga

Selasa, 24 Januari 2023 | 00:52 WIB

Tuntutan Kompetitif

Selasa, 24 Januari 2023 | 00:35 WIB

Pemerintahan Bersih

Minggu, 15 Januari 2023 | 17:01 WIB

Transjakarta Telah Menginspirasi

Minggu, 15 Januari 2023 | 09:33 WIB

Subsidi Layanan Transportasi

Minggu, 8 Januari 2023 | 15:58 WIB

Subsidi Tepat Sasaran KRL Jabodetabek

Rabu, 4 Januari 2023 | 16:25 WIB

Dibuang di UU Pers, Dipunggut ke dalam KUHP

Jumat, 30 Desember 2022 | 13:16 WIB

Konsep Kemanusiaan Dalam Sejarah Perang dan Konflik

Kamis, 29 Desember 2022 | 11:53 WIB

Intensif Kendaraan Listrik harus Tepat Sasaran

Selasa, 27 Desember 2022 | 16:34 WIB

Piala Dunia dan Islam

Senin, 26 Desember 2022 | 22:43 WIB

Keselamatan Transportasi di Penghujung Tahun

Rabu, 21 Desember 2022 | 18:29 WIB

Perlu Instruksi Presiden untuk Angkutan ODOL

Selasa, 20 Desember 2022 | 13:24 WIB

HIPMI dan UMKM

Senin, 19 Desember 2022 | 21:26 WIB

Skema Transisi Energi

Selasa, 13 Desember 2022 | 01:00 WIB
X