Ganjar - Airlangga Lebih Realistis

- Jumat, 21 Oktober 2022 | 15:36 WIB
Syamsudin walad (Ist)
Syamsudin walad (Ist)

Oleh: Syamsudin Walad

SUARAKARYA.ID: Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bisa lebih solid jika Ganjar Pranowo dicapreskan berpasangan dengan Airlangga Hartarto. Selain Elektabilitas Ganjar yang tinggi, jauh diatas Airlangga, Ganjar juga sudah digadang-gadang kader PAN dan PPP di daerah-daerah.

Seperti diketahui PAN dan PPP tergabung dalam KIB bersama Partai Golkar. PAN dan PPP tampaknya sadar diri partainya tak mungkin mengusung Capres dari internal partai. Sementara untuk Cawapres, di KIB, PAN dan PPP diyakini tidak pede bersaing dengan Golkar. Kini keduanya sepertinya tinggal berharap legowonya Airlangga untuk bersedia jadi Cawapresnya Ganjar.

Tak ada politik tanpa adanya itung-itungan. Jika skenario Ganjar - Airlangga berjalan lancar, tentu PAN dan PPP berharap posisi Menko. Posisi Menko di kabinet memang cukup stratgis. Dan posisi itulah yang paling mungkin didapat kedua partai dengan suara kisaran 6 - 5 persen.

Baca Juga: Kasus Ferdy Sambo, Selain Dramatis Juga Diwarnai Apresiasi-Apresiasi

Terlepas dari Partai Golkar yang masih berkutat dengan pencapresan Airlangga Hartarto. PAN dan PPP di DPP mereka sepertinya bakal mengikuti keinginan kader-kader di daerah. Kedua partai sepertinya bakal realistis saja dengan perolehan suara mereka dan elektabilitas kader mereka yang kurang moncer.

Di daerah-daerah nama Ganjar Pranowo memang cukup membumi. Dan berdasarkan sejumlah survey elektabilitas Ganjar masuk dalam tiga besar bersama Prabowo dan Anies Baswedan. Inilah yang membuat PAN dan PPP melirik Ganjar. Meski Ganjar sendiri masih berharap pencalonannya sebagai Capes 2024 tetap diusung partainya sendiri, PDIP.

Baca Juga: Terkuak di CCTV Brigadir Yosua Masih Hidup Ketika Ferdy Sambo Tiba di Rumah Dinas

Wakil Ketua Umum (Waketum) PAN Yandri Susanto menyampaikan Ganjar memiliki peluang besar untuk diusung sebagai capres seperti keinginan Kader PAN di daerah.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kerawanan Dinasti Politik

Senin, 6 Februari 2023 | 00:45 WIB

Wajah Angkutan Perkotaan dengan Skema Buy The Service

Kamis, 2 Februari 2023 | 15:40 WIB

Kedaulatan SDA dan Skema Ekspor

Kamis, 2 Februari 2023 | 01:35 WIB

Konflik Kepentingan

Senin, 30 Januari 2023 | 07:39 WIB

Mengapresiasi Komitmen NU Jaga Keutuhan NKRI

Selasa, 24 Januari 2023 | 16:06 WIB

Pariwisata dalam Balutan Olahraga

Selasa, 24 Januari 2023 | 00:52 WIB

Tuntutan Kompetitif

Selasa, 24 Januari 2023 | 00:35 WIB

Mengapa Baru Sekarang Ridwan Kamil Masuk Parpol

Sabtu, 21 Januari 2023 | 13:41 WIB

Pemerintahan Bersih

Minggu, 15 Januari 2023 | 17:01 WIB

Transjakarta Telah Menginspirasi

Minggu, 15 Januari 2023 | 09:33 WIB

Laptoplisasi: ICT Terbarukan Dalam Pendidikan

Sabtu, 14 Januari 2023 | 12:32 WIB

Subsidi Layanan Transportasi

Minggu, 8 Januari 2023 | 15:58 WIB

Subsidi Tepat Sasaran KRL Jabodetabek

Rabu, 4 Januari 2023 | 16:25 WIB

Refleksi HUT 50 Tahun PDIP, Menolak Lupa

Senin, 2 Januari 2023 | 16:51 WIB

Dibuang di UU Pers, Dipunggut ke dalam KUHP

Jumat, 30 Desember 2022 | 13:16 WIB
X