• Minggu, 5 Februari 2023

Transformasi Pariwisata

- Kamis, 20 Oktober 2022 | 22:20 WIB
Ahmad Febriyanto (Ist)
Ahmad Febriyanto (Ist)

 

Oleh Ahmad Febriyanto

SUARAKARYA.ID: Pada 27 September diperingati sebagai hari pariwisata dunia. Sehingga pada beberapa waktu terakhir pariwisata menjadi suatu hal yang menarik untuk dibahas.

Bagaimana tidak, pasalnya Indonesia merupakan gudangnya wisata dunia. Keindahan alam yang dimiliki merupakan aset tersendiri yang tidak dimiliki oleh negara lain. Sehingga memang tidak heran lagi jika kemudian terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Berdasar pada data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa terjadi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 91,19% atau berjumlah 212.331 kunjungan pada periode Mei 2022. Angka tersebut meningkat dari bulan sebelumnya dengan jumlah kunjungan 111.056 kunjungan.

Walaupun kembali lagi bahwa Indonesia memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara dan bahkan wisatawan lokal. Sehingga kemudian berangkat dari argumentasi tersebut maka menjadi penting untuk mengelola atau mengemas aset pariwisata Indonesia agar menjadi lebih ‘menjual’.

Baca Juga: Digitalisasi Pertambangan

Pada era ini tentu digital menjadi salah satu cara untuk melakukan transformasi. Penggunaan digital tersebut dapat digunakan sebagai salah satu sarana promosi objek wisata yang ada. Sebab sudah menjadi rahasia umum bahwa dengan digital luasnya menjadi tak ada arti. Hal tersebut dinyatakan dengan jelas oleh Travel Industry Analyst Google Indonesia, yang menyebutkan bahwa dalam pencarian Google kata healing mengalami peningkatan 500% pada tahun ini dibanding tahun lalu. Sehingga dapat diketahui bahwa banyak masyarakat menggunakan digital untuk mencari tempat wisata yang akan mereka kunjungi.

Selain itu juga digital juga sudah digunakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif guna mendukung pariwisata virtual. Kemenparekraf mengembangkan teknologi metaverse dengan tajuk Wonderverse Indonesia. Sehingga dalam teknologi tersebut wisatawan dapat menikmati Indonesia dengan basis 3D, dimana saja dan kapan saja.

Dari beberapa fakta tersebut menunjukkan bahwa pada dasarnya pariwisata Indonesia memiliki daya tarik tersendiri baik bagi wisatawan mancanegara atau wisatawan lokal. Sehingga kemudian menjadi penting untuk mengelola aset tersebut. Agar supaya aset tersebut akan rusak jika terjadi peningkatan wisatawan.

Baca Juga: Pariwisata Digital

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Sumber: Ahmad Febriyanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wajah Angkutan Perkotaan dengan Skema Buy The Service

Kamis, 2 Februari 2023 | 15:40 WIB

Kedaulatan SDA dan Skema Ekspor

Kamis, 2 Februari 2023 | 01:35 WIB

Konflik Kepentingan

Senin, 30 Januari 2023 | 07:39 WIB

Pariwisata dalam Balutan Olahraga

Selasa, 24 Januari 2023 | 00:52 WIB

Tuntutan Kompetitif

Selasa, 24 Januari 2023 | 00:35 WIB

Pemerintahan Bersih

Minggu, 15 Januari 2023 | 17:01 WIB

Transjakarta Telah Menginspirasi

Minggu, 15 Januari 2023 | 09:33 WIB

Subsidi Layanan Transportasi

Minggu, 8 Januari 2023 | 15:58 WIB

Subsidi Tepat Sasaran KRL Jabodetabek

Rabu, 4 Januari 2023 | 16:25 WIB

Dibuang di UU Pers, Dipunggut ke dalam KUHP

Jumat, 30 Desember 2022 | 13:16 WIB

Konsep Kemanusiaan Dalam Sejarah Perang dan Konflik

Kamis, 29 Desember 2022 | 11:53 WIB

Intensif Kendaraan Listrik harus Tepat Sasaran

Selasa, 27 Desember 2022 | 16:34 WIB

Piala Dunia dan Islam

Senin, 26 Desember 2022 | 22:43 WIB

Keselamatan Transportasi di Penghujung Tahun

Rabu, 21 Desember 2022 | 18:29 WIB

Perlu Instruksi Presiden untuk Angkutan ODOL

Selasa, 20 Desember 2022 | 13:24 WIB

HIPMI dan UMKM

Senin, 19 Desember 2022 | 21:26 WIB

Skema Transisi Energi

Selasa, 13 Desember 2022 | 01:00 WIB
X