• Senin, 28 November 2022

Ledakan Bom Sosial dalam Kekerasan Sepak Bola

- Senin, 3 Oktober 2022 | 15:50 WIB
Wina Armada Sukardi (Ist)
Wina Armada Sukardi (Ist)

Oleh Wina Armada Sukardi

SUARAKARYA.ID: Sebenarnya, Aremania, julukan suporter kesebelasan Arema Malang, Jawa Timur, lebih dari dua dekade  terakhir sudah dikenal sebagai salah satu suporter klub sepak bola Indonesia yang paling tertib, damai, atraktif dan simpatik.

Mereka sudah terbiasa masuk ke stadion menonton tim Kesayangannya dengan membayar. Kesadaran membeli karcis bakal membantu penampilan dan manajemen kesebelasan kesayangannya sudah melekat  pada Aremania. Sudah menjadi disiplin mati. Mendarah daging.

Sebelumnya memang mereka  pernah dikenal juga sebaga fans yang beringasan. Fanatisme kepada Arema hampir selalu membuat mereka gemar membuat keonaran. Mereka menjadi sumber kericuhan. Belakangan mereka sadar, tingkah laku seperti itu, selain membahayakan keselamatan anggotanya, juga dapat merugikan kesebelasan Arema sendiri.  Kemudian mereka mulai berubah. Boleh mendukung kesebelasan kesayangan dengan fanatisme tinggi, aktraktif, namun harus dalam batas-batas  ketertiban, sportifitas, dan damai . 

Aremania sudah sejak lama menyadari, jika mereka tidak tertib, tidak damai dan sportif justru Arema sendiri yang akan menerima dampak-dampak buruk. Akibat tingkah pola Aremania yang tercela, kesebelasan Arema dapat menanggung sanksi yang merugikan semua pihak.

Baca Juga: Menpora Tegaskan Penanganan Korban Tragedi Kanjuruhan Prioritas Utama

Dari sana Aremania lantas berubah total.  Mereka menjelma menjadi suporter teladan.  Itulah sebabnya Aremania sering dijadikan contoh profil  suporter sepak bola modern . Kalah atau menang, Aremania  terus mendukung tim pujaan  mereka.

Tak mengherankan, sejarah mencatat, Aremania pernah beberapa kali mendapatkan penghargaan. Aremania pernah dianugrahi  The Best Suporter pada Ligina VI 2000 oleh Ketum Agum Gumelar. Demikian juga, mereka menerima predikat serta The Best Suporter pada Copa Indonesia II 2006. Selain itu, pada Indonesian Super League 2010, Aremania menjadi fans sepak bola yang melakukan tur dengan jumlah paling besar. Sekitar 50 ribu Aremania datang ke Jakarta untuk menyaksikan pertandingan Arema FC dengan Persija Jakarta. Itu belum terhitung jumlah fans yang datang dari seputar Jabotabek yang diduga  berjumlah sekitar delapan ribuan orang.

Berubah Total

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kendaraan Listrik Jangan Berhenti Sampai KTT G20

Sabtu, 19 November 2022 | 06:53 WIB

Problem Sosial Migrasi

Jumat, 18 November 2022 | 08:23 WIB

Tunjangan dan Pengabdian

Sabtu, 12 November 2022 | 02:30 WIB

Sumpah Pemuda dan Dunia Baru

Rabu, 9 November 2022 | 15:32 WIB

Ancaman Krisis 2023

Rabu, 9 November 2022 | 15:14 WIB

Subsidi Angkutan Barang Perlu Ditambah

Senin, 31 Oktober 2022 | 22:26 WIB

Pandemi dan Resesi

Senin, 31 Oktober 2022 | 15:42 WIB

Kota Humanis

Senin, 24 Oktober 2022 | 23:15 WIB

Mendorong Industri Halal

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 08:10 WIB

Transformasi Pariwisata

Kamis, 20 Oktober 2022 | 22:20 WIB

Mudah dan Murah

Senin, 17 Oktober 2022 | 07:53 WIB

Lokomotif Polri Bergerak

Kamis, 13 Oktober 2022 | 07:19 WIB

Tragedi Kanjuruhan dan Rendahnya Budaya Malu Bangsa 

Selasa, 11 Oktober 2022 | 23:39 WIB

Ketidakpastian Vs Kenyataan

Selasa, 11 Oktober 2022 | 00:46 WIB

Batik Ku dan Batik Mu

Senin, 10 Oktober 2022 | 23:45 WIB
X