• Kamis, 1 Desember 2022

Tragedi Stadion Kanjuruhan, Kurangnya Sosialisasi Aturan FIFA Ratusan Jiwa Melayang

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 10:28 WIB
Syamsudin walad (Dok Pribadi)
Syamsudin walad (Dok Pribadi)

Oleh: Syamsudin Walad

SUARAKARYA.ID: Tragedi Arema VS Persebaya, sebenarnya terjadi akibat dari kurangnya sosialisasi aturan FIFA terkait pengamanan di stadion saat laga berlangsung. Kurang dipahaminya aturan ini membuat 127 jiwa melayang saat kerusuhan terjadi di stadion Kanjuruhan Malang.

Larangan gas air mata di dalam stadion telah dilanggar pihak panitia dan keamanan Polda Jatim. Berawal dari sini tragedi yang memakan korban ratusan jiwa melayang itu pun terjadi.

Gas air mata yang disemprotkan petugas keamanan di dalam stadion menjadi penyebab ratusan korban tewas di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. Gas air mata ini membuat penonton panik, sesak nafas, pingsan hingga kemudian tewas terinjak-injak. Mereka bertumpuk di pintu keluar stadion.

Baca Juga: Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang Tragedi Terbesar Sepanjang Sejarah Sepakbola Indonesia

Baca Juga: Berkas Kasus Ferdy Sambo Dinyatakan Lengkap, Polri: Bukti Komitmen Usut Tuntas Pembunuhan Brigadir J

Karena jumlah petugas keamanan yang tidak sebanding dengan jumlah ribuan suporter Arema FC tersebut, petugas kemudian menembakkan gas air mata di dalam lapangan. Tembakan gas air mata itu membuat banyak suporter pingsan dan sulit bernafas.

Banyaknya suporter yang pingsan, membuat kepanikan di area stadion. Banyaknya suporter yang membutuhkan bantuan medis tersebut tidak sebanding dengan jumlah tenaga medis yang disiagakan di Stadion Kanjuruhan.

Tidak sebandingnya petugas keamanan dengan jumlah suporter yang ada membuat petugas mengalami kepanikan dan pada akhirnya menyemprotkan gas air mata. Meski hal ini sangat dilarang FIFA.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kereta Cepat Membangun Sejarah dan Peradaban

Selasa, 29 November 2022 | 11:27 WIB

Perubahan Iklim

Senin, 28 November 2022 | 13:05 WIB

Kendaraan Listrik Jangan Berhenti Sampai KTT G20

Sabtu, 19 November 2022 | 06:53 WIB

Problem Sosial Migrasi

Jumat, 18 November 2022 | 08:23 WIB

Kepahlawanan NU: Gus Dur Pahlawan Anti Diskriminasi

Selasa, 15 November 2022 | 05:39 WIB

Tunjangan dan Pengabdian

Sabtu, 12 November 2022 | 02:30 WIB

Sumpah Pemuda dan Dunia Baru

Rabu, 9 November 2022 | 15:32 WIB

Ancaman Krisis 2023

Rabu, 9 November 2022 | 15:14 WIB

Subsidi Angkutan Barang Perlu Ditambah

Senin, 31 Oktober 2022 | 22:26 WIB

Pandemi dan Resesi

Senin, 31 Oktober 2022 | 15:42 WIB

Kota Humanis

Senin, 24 Oktober 2022 | 23:15 WIB

Mendorong Industri Halal

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 08:10 WIB

Ganjar - Airlangga Lebih Realistis

Jumat, 21 Oktober 2022 | 15:36 WIB

Transformasi Pariwisata

Kamis, 20 Oktober 2022 | 22:20 WIB
X