• Rabu, 30 November 2022

Menghitung Peluang Capres 2024, Ada di Tiga Poros

- Kamis, 22 September 2022 | 13:28 WIB
Syamsudin Walad (Ist)
Syamsudin Walad (Ist)

Oleh: Syamsudin Walad

SUARAKARYA.ID: Bicara peluang Capres, bisa saja yang tidak diperhitungkan justru bisa jadi Capres di 2024 jika dia pandai baca peluang. Sebaliknya, yang di survei tinggi-tinggi, digadang-gadang malah bakal layu sebelum berkembang.

Semua itu bisa ditebak kalau kita baca peluang dari hitung matematis politik yang ada. Mengapa mudah ditebak? Tentunya dari rumusan Presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden yang 20%.

Dalam hitung-hitungan Capres 2024 meski Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo masuk dalam 3 besar di berbagai survei, namun kedua kandidat capres ini riskan kuncup sebelum bertarung. Mengapa? Berikut penjelasannya:

Baca Juga: Saling Serang PDIP-PKS, Singgung Kota Depok dan Nangis Bombay

Baca Juga: WALI Luncurkan Single Kamu Bohong, Banyak yang Kaitkan dengan Ferdy Sambo

Pertama, Anies Baswedan. Meski Anies Baswedan memiliki suara tinggi di berbagai survei namun Anies tak punya kendaraan partai. Tiga partai yang kabarnya menjagokan Anies merupakan partai yang tidak solid dan masing-masing memiliki daya tawar yang sama.

Kelemahan koalisi partai yang memiliki daya tawar sama adalah besar kemungkinan terjadi deadlock. Merujuk hasil Pemilu 2019, Nasdem 9,05%, PKS 8,12% dan Partai Demokrat 7,77%, maka besar kemungkinan deadlock memilih Cawapres bila ketiga partai tersebut mencalonkan Anies Baswedan sebagai Capres di 2024. Jika ini terjadi besar kemungkinan koalisi bubar dan tak capai 20% presidential threshold. Anies pun gagal maju.

Lantas bagaimana dengan Ganjar Pranowo? Gubernur Jawa Tengah ini pun masuk tiga besar diberbagai survei manapun bersama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Sayangnya kader PDIP ini hingga saat ini belum mendapat sinyal dari partainya. Justru nama Puan Maharani yang mencuat di lingkungan PDIP. Selain mendapat dukungan elit DPP PDIP, Puan merupakan putri mahkota dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Jadi besar kemungkinan Ganjar kandas di sini.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kereta Cepat Membangun Sejarah dan Peradaban

Selasa, 29 November 2022 | 11:27 WIB

Perubahan Iklim

Senin, 28 November 2022 | 13:05 WIB

Kendaraan Listrik Jangan Berhenti Sampai KTT G20

Sabtu, 19 November 2022 | 06:53 WIB

Problem Sosial Migrasi

Jumat, 18 November 2022 | 08:23 WIB

Kepahlawanan NU: Gus Dur Pahlawan Anti Diskriminasi

Selasa, 15 November 2022 | 05:39 WIB

Tunjangan dan Pengabdian

Sabtu, 12 November 2022 | 02:30 WIB

Sumpah Pemuda dan Dunia Baru

Rabu, 9 November 2022 | 15:32 WIB

Ancaman Krisis 2023

Rabu, 9 November 2022 | 15:14 WIB

Subsidi Angkutan Barang Perlu Ditambah

Senin, 31 Oktober 2022 | 22:26 WIB

Pandemi dan Resesi

Senin, 31 Oktober 2022 | 15:42 WIB

Kota Humanis

Senin, 24 Oktober 2022 | 23:15 WIB

Mendorong Industri Halal

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 08:10 WIB

Ganjar - Airlangga Lebih Realistis

Jumat, 21 Oktober 2022 | 15:36 WIB

Transformasi Pariwisata

Kamis, 20 Oktober 2022 | 22:20 WIB
X