• Rabu, 30 November 2022

Daya Saing Teknologi

- Selasa, 20 September 2022 | 09:50 WIB
Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi (Ist)
Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi (Ist)
 
Oleh Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi
 
SUARAKARYA.ID: Teknologi tidak bisa terpisah dengan kepentingan daya saing, termasuk
bidang teknologi kedirgantaraan yang menjadi barometer masa depan bagi
pengembangan pesawat, meski tidak tertutup pada pengembangan di bidang
yang lain. Argumen yang mendasari karena tuntutan mobilitas individu
di era kedepan semakin tinggi dan ini membutuhkan moda transportasi
yang mendukung dan berkomitmen mempercepat lalu lintas dan mobilitas
itu. Jadi, logis jika teknologi kedirgantaraan sampai kini menjadi
salah satu isu penting dalam riset dan pengembangan di ranah iptek.
 
Selain itu fokus lain yaitu pengembangan baterai untuk bisa mendukung
moda transportasi berbasis energi listrik. Hal ini beralasan sebab BBM
yang bersifat fosil dan konvensional pasti habis sehingga perlu
pemikiran di era masa depan untuk membangun dan mengembangan energi
baru dan terbarukan. Oleh karena itu, menjadi logis jika setiap
kenaikan harga BBM dalihnya adalah mengurangi besaran subsidi
sementara subsidi sudah menjadi candu dalam keseharian sementara dari
nilai keekonomian cenderung terus merugikan pemerintah.
 
Fakta ini menjadi tantangan bagi SDM handal yang dimiliki republik ini
untuk berpikir kritis dan cerdas dalam pengembangan semua potensi di
bidang iptek agar republik ini tidak semakin tertinggal dari negara
lain. Setidaknya pada lingkup Asean seharusnya republik ini dengan
kepemilikan penduduk dari kuantitas dan kualitas bisa lebih berjaya.
Ironisnya, laju daya saing republik ini masih kalah dari Singapura dan
kalah sedikit dari Malaysia.
 
Jadi, tantangan pengembangan iptek di
masa depan jelas semakin penting dan tidak ada alasan untuk
mengabaikan jika tetap ingin menang di persaingan era global. Jadi,
pengembangan dan alokasi dana di sektor formal dan informal pendidikan
perlu dicermati karena dari sektor inilah akan lahir SDM unggul.
Semuanya memang bisa saja terjadi dan tidak ada yang tidak mungkin
karena era masa depan kecerdasan buatan juga akan semakin jamak
tersaji di semua aspek kehidupan tanpa terkecuali.
 
Teknologi telah merubah segalanya, termasuk juga di perilaku konsumen
yang berubah dan hal ini menjadi bagian dari ritme kehidupan sehingga
revolusi dan evolusi adalah bagian dari kehidupan itu sendiri. Oleh
karena itu, adopsi teknologi menjadi pilihan di era kekinian, meski di
sisi lain ada juga yang memaksa kita untuk menerima adopsi itu
sendiri, sekalipun harus dengan sangat terpaksa.
 
Apa mau dikata bahwa
saat ini secara tidak langsung dan mau tidak mau bahwa penetrasi
teknologi dalam kehidupan secara tidak langsung telah membawa
perubahan, bahkan ada diantaranya yang sangat drastis sehingga secara
perlahan tetapi pasti telah ada yang menjadi korban dan akhirnya mati.
Oleh karena itu, adopsi teknologi dan pengembangan teknologi menjadi
bagian penting di pembangunan masa depan dan pastinya akan memacu daya
saing bangsa.
 
Beberapa contoh kematian sebagai konsekuensi perubahan akibat
kehadiran teknologi di saat ini dan masa depan misalnya kehadiran
sistem android dengan sajian fasilitas yang komplit. Hebatnya lagi,
android bisa diaplikasikan ke semua smartphone yang ditunjang murahnya
piranti smartphone untuk mendukung mobilitas.
 
Selain itu, keadaan ini
juga didukung tarif internet yang semakin murah dan kecepatan akses
semakin tinggi yang memungkinkan semua layanan berbasis real time
online tanpa mengenal jeda ruang dan waktu, semua tinggal klik yang
menjanjikan dan memberikan kemudahan, kenyamanan dan kecepat, meski
tetap harus diantisipasi risiko. Akibatnya saat ini hampir dipastikan
banyak konsumen memiliki lebih dari satu smartphone android.
 
Fakta iptek lain kehadiran internet telah merubah semuanya dan pandem
2 tahun terakhir memberikan gambaran bahwa semua kegiatan berbasis
online sangat dimungkinkan dan benar-benar merubah paradigma. Hadirnya
internet di era now membuat semuanya bisa lebih cepat, tepat dan juga
akurat secara real time online tanpa mengenal jeda ruang dan waktu, 24
jam sehari, 7 hari seminggu dan tanpa hari libur.
 
Artinya, kehadiran
teknologi yang didukung tarif internet yang semakin murah memberi
keleluasaan di semua bidang. Oleh karena itu, transaksi digital dan
e-lifestyle menjadi ritme kehidupan riil keseharian di masyarakat.
Generasi milenial di era now benar-benar tidak bisa terlepas dari
tuntutan internet dan teknologi yang merubah paradigma ekonomi
konvensional berubah drastis menjadi ekonomi digital - online - modern
yang menjanjikan banyak perubahan. Terkait ini menjadi logis jika
republik ini membutuhkan banyak SDM unggul untuk bangkit. ***
 
* Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi - Dosen Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Solo

Editor: Gungde Ariwangsa

Sumber: Edy Purwo Saputro

Tags

Terkini

Kereta Cepat Membangun Sejarah dan Peradaban

Selasa, 29 November 2022 | 11:27 WIB

Perubahan Iklim

Senin, 28 November 2022 | 13:05 WIB

Kendaraan Listrik Jangan Berhenti Sampai KTT G20

Sabtu, 19 November 2022 | 06:53 WIB

Problem Sosial Migrasi

Jumat, 18 November 2022 | 08:23 WIB

Tunjangan dan Pengabdian

Sabtu, 12 November 2022 | 02:30 WIB

Sumpah Pemuda dan Dunia Baru

Rabu, 9 November 2022 | 15:32 WIB

Ancaman Krisis 2023

Rabu, 9 November 2022 | 15:14 WIB

Subsidi Angkutan Barang Perlu Ditambah

Senin, 31 Oktober 2022 | 22:26 WIB

Pandemi dan Resesi

Senin, 31 Oktober 2022 | 15:42 WIB

Kota Humanis

Senin, 24 Oktober 2022 | 23:15 WIB

Mendorong Industri Halal

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 08:10 WIB

Transformasi Pariwisata

Kamis, 20 Oktober 2022 | 22:20 WIB

Mudah dan Murah

Senin, 17 Oktober 2022 | 07:53 WIB

Lokomotif Polri Bergerak

Kamis, 13 Oktober 2022 | 07:19 WIB

Tragedi Kanjuruhan dan Rendahnya Budaya Malu Bangsa 

Selasa, 11 Oktober 2022 | 23:39 WIB
X