• Senin, 3 Oktober 2022

Saling Serang PDIP-PKS, Singgung Kota Depok dan Nangis Bombay

- Senin, 19 September 2022 | 09:03 WIB
Syamsudin walad (Ist)
Syamsudin walad (Ist)

Oleh: Syamsudin Walad

SUARAKARYA.ID: Serangan PDIP ke PKS sebagai penguasa kota Depok dengan mengatakan Depok selama dipimpin PKS tak ada prestasi, bahkan angka intoleran naik, dibalas PKS dengan sindiran, dulu nangis bombay saat BBM naik, kini menaikan harga BBM di kala rakyat susah.

Kenaikan harga BBM bisa dipastikan bakal menaikan harga-harga kebutuhan pokok lainnya. Dan ini tentu sangat memberatkan rakyat yang baru saja terhempas badai tsunami covid-19.

Demo menolak kenaikan harga BBM ini lantang disuarakan PKS di setiap sudut, termasuk di kota Depok. Meski dibilang aksi demo di Depok salah sasaran, karena penguasa kota Depok adalah PKS, tapi paling tidak secara politik rakyat tahu posisi PKS, yakni menolak kenaikan harga BBM.

Baca Juga: WALI Luncurkan Single Kamu Bohong, Banyak yang Kaitkan dengan Ferdy Sambo

Baca Juga: Loloskan Timnas. U-20, Shin Tae-yong Pecah Telur Kalahkan Vietnam

Selain menunjukkan posisi politiknya, di sini PKS juga ingin mengambil hati rakyat. Seperti burung emprit yg meniupkan angin kala nabi ibrahim dibakar. Hasil tak terlalu penting bila dibandingkan posisi. Mungkin saja tak ada hasilnya demo PKS sebab tak mungkin juga pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM, tapi di sini PKS ingin agar orang tahu kalau posisi PKS bersama rakyat.

Apa yang dilakukan PKS ini sebenarnya tak beda dengan PDIP kala pemerintahan SBY menaikan harga BBM. Bahkan sejumlah tokoh PDIP sampai menteskan air mata, termasuk Puan Maharani. Kini semua orang tahu kalau tangisan kala itu adalah air mata buaya. Sekadar sandiwara.

Di siai lain, terkait sahut-sahutan PDIP - PKS, ini seperti berbalas pantun. PKS tak hanya sekadar menepis pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto soal intoleransi di Kota Depok meningkat. PKS juga berbalik menyindir dengan mengungkit tangisan elite PDIP saat harga BBM era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) naik.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Situasi Kanjuruhan Seharusnya Bisa Diantisipasi

Senin, 3 Oktober 2022 | 18:55 WIB

Pertanggungjawaban Insiden Kanjuruhan

Senin, 3 Oktober 2022 | 18:51 WIB

Ledakan Bom Sosial dalam Kekerasan Sepak Bola

Senin, 3 Oktober 2022 | 15:50 WIB

Geliat Otomotif

Senin, 3 Oktober 2022 | 01:26 WIB

Digitalisasi Pertambangan

Senin, 26 September 2022 | 22:20 WIB

Daya Saing

Senin, 26 September 2022 | 17:07 WIB

Upaya Menekan Fatalitas Tabrak Belakang Truk

Minggu, 25 September 2022 | 19:06 WIB

Menghitung Peluang Capres 2024, Ada di Tiga Poros

Kamis, 22 September 2022 | 13:28 WIB

Pariwisata Digital

Selasa, 20 September 2022 | 16:20 WIB

Daya Saing Teknologi

Selasa, 20 September 2022 | 09:50 WIB

Digital Senjata Pemulihan Ekonomi

Selasa, 20 September 2022 | 00:56 WIB

Keunggulan Kompetitif

Minggu, 11 September 2022 | 17:18 WIB

Dedikasi dan Urgensi

Jumat, 9 September 2022 | 12:39 WIB
X