• Senin, 28 November 2022

Pesan Kebangkitan dari Mimbar Senayan

- Minggu, 4 September 2022 | 14:45 WIB
Ahmad Febriyanto  (Ist)
Ahmad Febriyanto (Ist)

Oleh Ahmad Febriyanto

SUARAKARYA.ID: Pada 16 Agustus 2022 presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan di depan anggota parlemen. Memang hal tersebut merupakan hal yang sudah biasa dilakukan pada setiap tahun menjelang peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Namun ada beberapa hal yang menarik untuk dicermati dari gema pidato presiden pagi itu.

Pada awal pidato nya Jokowi menyampaikan beberapa pencapaian terkait pertumbuhan ekonomi yang kian membaik pada kuartal kedua tahun 2020 (positif pada angka 5,44 persen yoy) dengan target pada 2022 adalah 5,2 persen. Selain itu pada 2023 pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan hanya berada pada angka 5,3 persen. Target tersebut dapat dikatakan tidak berbeda jauh dari target tahun 2022.

Hal tersebut dikuatkan dengan data International Monetary fund yang menyebut bahwa akan ada perlambatan pertumbuhan ekonomi sebesar 2,9% pada 2023. Sehingga kemudian krisis ekonomi global yang dipengaruhi oleh kondisi geopolitik, cuaca ekstrim, dan krisis pangan tentu harus menjadi perhatian bagi setiap negara khususnya Indonesia.

Baca Juga: Transparansi APBN ala Kemenkeu

Catatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia pasca pandemi ini dapat terhitung mulai bangkit jika dibandingkan dengan keadaan selama pandemi berlangsung. Tentu banyak faktor yang menjadi penyebab hal tersebut selain kebijakan fiskal dan beberapa instrumen kebijakan yang tepat tentu dorongan masyarakat untuk bangkit dalam era kebiasaan baru ini sangat tinggi. Kata masyarakat bangkit disini tidak hanya mengacu pada kebangkitan ekonomi pribadi melainkan juga mempengaruhi ekonomi nasional.

Utamanya pasca pandemi dimana UMKM mulai menjadi salah satu pekerjaan yang diminati oleh banyak orang. Tidak sedikit anak muda yang mulai tertarik untuk menjadi seorang entrepreneur. Tentu hal tersebut harus didukung oleh pemerintah melalui kebijakan program dan regulasi yang tepat. Jokowi juga menargetkan untuk UMKM harus go digital dan go internasional.

Target tersebut terhitung tepat diterapkan pada era saat ini, sebab kemajuan teknologi yang ada sudah menuntut seluruh transaksi dilakukan via digital. Iklim perkembangan digital tersebut semakin kuat dengan munculnya konsepsi society 5.0 yang dipublikasikan oleh Jepang pada 2019. Sehingga tantangan produk UMKM ke depan bukan hanya dapat laku pada pasar nasional melainkan juga pasar internasional.

Baca Juga: G20, Inovasi dan Ekonomi

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Sumber: Ahmad Febriyanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kendaraan Listrik Jangan Berhenti Sampai KTT G20

Sabtu, 19 November 2022 | 06:53 WIB

Problem Sosial Migrasi

Jumat, 18 November 2022 | 08:23 WIB

Tunjangan dan Pengabdian

Sabtu, 12 November 2022 | 02:30 WIB

Sumpah Pemuda dan Dunia Baru

Rabu, 9 November 2022 | 15:32 WIB

Ancaman Krisis 2023

Rabu, 9 November 2022 | 15:14 WIB

Subsidi Angkutan Barang Perlu Ditambah

Senin, 31 Oktober 2022 | 22:26 WIB

Pandemi dan Resesi

Senin, 31 Oktober 2022 | 15:42 WIB

Kota Humanis

Senin, 24 Oktober 2022 | 23:15 WIB

Mendorong Industri Halal

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 08:10 WIB

Transformasi Pariwisata

Kamis, 20 Oktober 2022 | 22:20 WIB

Mudah dan Murah

Senin, 17 Oktober 2022 | 07:53 WIB

Lokomotif Polri Bergerak

Kamis, 13 Oktober 2022 | 07:19 WIB

Tragedi Kanjuruhan dan Rendahnya Budaya Malu Bangsa 

Selasa, 11 Oktober 2022 | 23:39 WIB

Ketidakpastian Vs Kenyataan

Selasa, 11 Oktober 2022 | 00:46 WIB

Batik Ku dan Batik Mu

Senin, 10 Oktober 2022 | 23:45 WIB
X