• Sabtu, 1 Oktober 2022

Haji Mabrur

- Senin, 18 Juli 2022 | 01:00 WIB
Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi (Ist)
Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi (Ist)
 
Oleh Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi
 
SUARAKARYA.ID: Musim haji telah berlalu dan semua berharap mendapatkan predikat  pahala haji mabrur meski diyakini tidaklah mudah untuk meraih predikat ini.
 
Setidaknya, pembatasan dari kuota menjadi salah satu argumen terkait sulitnya meraih predikat itu dan di tahun ini pemerintah Arab memberi kuota haji untuk Indonesia jemaah bagi haji reguler 92.825 kuota, kuota haji khusus 7.226 jemaah dan petugas 1.901 orang sehingga total kuota haji Indonesia 100.051 orang. Kuota tidak saja dibagi per negara tapi juga per daerah yang pastinya berbeda di setiap negara. Oleh karena itu, kedatangan para tamu Allah harus menjadi perhatian dan karenanya manajemen haji menjadi sangat penting.
 
Kalkulasi pembagian kuota mencirikan keadilan bagi semua provinsi dan penjabaran yang mendapat kuota terbanyak Jawa Barat 37.988 jamaah, Jawa Timur 34.516 orang, Jawa Tengah 29.786 jamaah, Banten 9.279 jamaah, Sumatera Utara 8.168 orang, Jakarta 7.766 orang, Sulsel 7.145 orang, Lampung 6.915 orang, Sumatera Selatan 6.890 jamaah dan kuota untuk Riau 4.957 jamaah. Yang juga menarik dicermati bahwa pemerintah di Arab Saudi telah mengeluarkan kebijakan terkait dengan pelonggaran protokol kesehatan yang tertuang dalam edaran Otoritas Bandara Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation - GACA pada 5 Maret 2022.
 
Baca Juga: Ketahanan Pangan
 
Artinya, dengan kebijakan tersebut pengunjung yang datang ke Arab Saudi sudah tidak diwajibkan melakukan tes Covid-19 maupun karantina tapi diwajibkan memiliki asuransi untuk biaya jika terkena Covid-19. Jadi, regulasi ini memang memberikan kemudian meski di sisi lain ada konsekuensi untuk pembiayaan dan pendanaan yang lebih ekstra bagi jamaah.
 
Yang juga menarik dicermati adalah waktu tunggu bagi calon jamaah haji pastinya akan semakin lama dan hal ini berdampak terhadap aspek kesehatan para calon jamaah. Oleh karena itu, beralasan jika pelaksanaan ibadah haji adalah untuk yang mampu, tidak saja mampu secara finansial, tetapi juga secara kesehatan dan fisik. Jadi, beralasan jika tahun ini kuota dibatasi hanya untuk usia maksimal 65 tahun dan sejumlah persyaratan lainnya karena memang diharapkan hanya untuk yang mampu secara menyeluruh.
 
Berdasarkan data Kementerian  Agama, Jawa Barat memiliki kuota haji terbesar yakni 37.988 jemaah dari total 199.518 jemaah per 18/3/2022, sementara jumlah pendaftar calon haji di Jawa Barat mencapai 766,26 ribu jemaah sehingga waktu tunggunya haji mencapai 25 tahun. Berikutnya Jawa Timur dengan kuota haji 34.516 jamaah, sementara jumlah pendaftar di Jawa Timur mencapai 1,09 juta jemaah sehingga waktu tunggu haji mencapai 32 tahun.
 
 
Data ini menjadi catatan menarik terkait waiting list para calon jamaah haji dan pastinya semua berharap agar pelaksanaan haji di tahun ini bisa lebih khusyuk, aman dan nyaman demi keselamatan para tamu Allah SWT.
 
Fakta itu menjadi ancaman terhadap keberlanjutan pemberangkatan haji setiap tahun dan pastinya semua berharap agar pelaksanaan haji tahun ini menjadi pelipur lara setelah dua tahun kemarin terdampak pandemi. Oleh karena itu, distribusi kuota secara global tentu menjadi dambaan agar pelaksanaan haji bisa semakin baik. Data pemerintah Arab Saudi
menegaskan bahwa India mendapat kuota 79.237 jamaah, Pakistan 81.132, Bangladesh sebanyak 57.585 jamaah, Nigeria 43.008 jamaah, Afghanistan 13.582 jmaah, dan Turki 37.770 jamaah, Inggris 12.348 jamaah, Amerika Serikat 9.504 jamaah dan kuota Prancis sebanyak 9.268 jamaah.
 
Pertimbangan kuota tentu mengacu jaminan keamanan dan juga keselamatan pelaksanaan haji. Terkait hal ini penutupan pelunasan haji sudah dilakukan Jumat 20 Mei 2022 lalu dan 89.715 calon jamaah sudah melakukan pelunasan biaya dan konfirmasi keberangkatan. Artinya, sudah 97,26 persen dari kuota jemaah haji reguler yang berjumlah 92.246.
 
 
Konfirmasi bahwa proses pelunasan dan konfirmasi keberangkatan jamaah haji 1443 H/2022 M dibuka selama 2 pekan tanggal 9 - 20 Mei 2022 lalu. Meskipun demikian juga memberikan kesempatan jemaah melakukan pelunasan dan konfirmasi keberangkatan dengan status  cadangan. Data menunjukan ada 12.294 jemaah berstatus cadangan telah melakukan  pelunasan dan konfirmasi keberangkatan. Jadi, sisa kuota 2.531 ini diisi oleh jemaah cadangan yang telah melakukan pelunasan dan konfirmasi keberangkatan yang jumlahnya mencapai 12.294.
 
Semoga pelaksanaan haji 2022 berjalan lancar dan semua bisa  mendapatkan gelar haji mabrur. ***
 
* Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi - Dosen Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Solo
 
 

Editor: Gungde Ariwangsa

Sumber: Edy Purwo Saputro

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Digitalisasi Pertambangan

Senin, 26 September 2022 | 22:20 WIB

Daya Saing

Senin, 26 September 2022 | 17:07 WIB

Upaya Menekan Fatalitas Tabrak Belakang Truk

Minggu, 25 September 2022 | 19:06 WIB

Pariwisata Digital

Selasa, 20 September 2022 | 16:20 WIB

Daya Saing Teknologi

Selasa, 20 September 2022 | 09:50 WIB

Digital Senjata Pemulihan Ekonomi

Selasa, 20 September 2022 | 00:56 WIB

Keunggulan Kompetitif

Minggu, 11 September 2022 | 17:18 WIB

Dedikasi dan Urgensi

Jumat, 9 September 2022 | 12:39 WIB

Pesan Kebangkitan dari Mimbar Senayan

Minggu, 4 September 2022 | 14:45 WIB

Berharap Polisi Usut Tuntas Kasus Kecelakaan di Bekasi

Sabtu, 3 September 2022 | 17:04 WIB

Industri Kreatif

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 11:06 WIB

Kurir dan UMKM Berkolaborasi, Bertahan di Era Pandemi

Minggu, 21 Agustus 2022 | 01:12 WIB

Kinerja Impresif Ekonomi, Kado Manis HUT ke-77 RI

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 20:29 WIB

Transparansi APBN ala Kemenkeu

Kamis, 18 Agustus 2022 | 01:19 WIB
X