• Minggu, 2 Oktober 2022

Ganja Medis, Bagaimana Di Indonesia?

- Sabtu, 2 Juli 2022 | 08:15 WIB
Anang Iskandar  (Dokumentasi )
Anang Iskandar (Dokumentasi )

Keempat, yang viral seakan akan melegalkan ganja adalah Thailand, prosesnya dimulai sejak tahun 2018 dimana Thailand mulai menggunaan ganja untuk kepentingan kesehatan dan mendeklarasikan Thailand sebagai negara pertama di Asean yang memanfaatkan ganja untuk kepentingan obat mendahului keputusan CND tanggal 2 desember 2020 tentang ganja dimana ganja dapat digunakan untuk kepentingan obat.

Sepertinya Thailand adalah pendukung keputusan CND dalam rangka menurunkan status ganja dari golongan narkotika “”paling berbahaya” menjadi golongan narkotika “dilarang” namun namun ganja dapat diteliti dan digunakan untuk kepentingan obat.

Secara yuridis kepemilikan ganja di Thailand tetap dilarang, tetapi untuk tujuan pengobatan atau penelitian dalam rangka pemanfaatan ganja untuk kepenting medis, pemerintah Thailand menjadi negara pertama di asean yang mengijinkan ganja untuk keperluaan medis menyusul hasil sidang CND yang mencabut dalam arti menurunkan klasifikasi ganja dari narkotika paling berbahaya.

Namun Pemberitaan di Media seakan akan terjadi legalisasi ganja di Thailand, sehingga berita legalisasi ganja viral dalam minggu ini.

Bagaimana ganja di Indonesia ?

Sudah hampir 2 tahun paska CND menetapkan klasifikasi ganja tidak lagi sebagai narkotika paling berbahaya, menjadi narkotika yang dapat diteliti dan dimanfaatkan untuk kepentingan medis, pemerintah Indonesia belum ada tanda tanda memanfaatkan ganja untuk kepentingan medis.

Menteri Kesehatan berdasarkan UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika “dilarang” mengijinkan siapa pun untuk melakukan penelitian tentang pemanfaatan ganja untuk medis.

Dalam rancangan perubahan UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika yang digodok sekarang ini, disatu sisi tidak ada bahasan tentang penurunan ganja dari golongan 1, disisi lain Kemenkes juga belum ada tanda tanda akan merubah ganja menjadi golongan 2 atau golongan 3 dalam lampiran UU narkotika.

Artinya, penanaman dan pemanfaat ganja untuk kepentingan medis tetap dilarang berdasarkan UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika, meskipun CND telah memutuskan ganja tidak lagi sebagai narkotika paling berbahaya.

Paska sidang CND 2 Desember 2020, negara negara didunia ini berhak mengijinkan penanaman ganja sebagai tanaman industri untuk tujuan medis, tentu dengan melibatkan masarakat dengan aturan tertentu dan pengawasan yang ketat karena ganja termasuk narkotika yang penanaman, kepemilikannya dilarang dan penggunaan obat yang berasal dari ganja harus dengan resep dokter.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Artikel Terkait

Terkini

Digitalisasi Pertambangan

Senin, 26 September 2022 | 22:20 WIB

Daya Saing

Senin, 26 September 2022 | 17:07 WIB

Upaya Menekan Fatalitas Tabrak Belakang Truk

Minggu, 25 September 2022 | 19:06 WIB

Pariwisata Digital

Selasa, 20 September 2022 | 16:20 WIB

Daya Saing Teknologi

Selasa, 20 September 2022 | 09:50 WIB

Digital Senjata Pemulihan Ekonomi

Selasa, 20 September 2022 | 00:56 WIB

Keunggulan Kompetitif

Minggu, 11 September 2022 | 17:18 WIB

Dedikasi dan Urgensi

Jumat, 9 September 2022 | 12:39 WIB

Pesan Kebangkitan dari Mimbar Senayan

Minggu, 4 September 2022 | 14:45 WIB

Berharap Polisi Usut Tuntas Kasus Kecelakaan di Bekasi

Sabtu, 3 September 2022 | 17:04 WIB

Industri Kreatif

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 11:06 WIB

Kurir dan UMKM Berkolaborasi, Bertahan di Era Pandemi

Minggu, 21 Agustus 2022 | 01:12 WIB

Kinerja Impresif Ekonomi, Kado Manis HUT ke-77 RI

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 20:29 WIB

Transparansi APBN ala Kemenkeu

Kamis, 18 Agustus 2022 | 01:19 WIB
X