• Minggu, 2 Oktober 2022

Ganja Medis, Bagaimana Di Indonesia?

- Sabtu, 2 Juli 2022 | 08:15 WIB
Anang Iskandar  (Dokumentasi )
Anang Iskandar (Dokumentasi )

Negara yang Viral 'Legalkan' Ganja

Pertama, yang viral seakan akan melegalkan ganja adalah Belanda, dimana di negara tersebut ganja diijinkan untuk dijual belikan secara terbatas di coffee shop di kota amsterdam, hanya di coffe shop tersebut masarakat boleh membeli ganja dan mengkonsumsinya, diluar coffee shop tetap dilarang.

Di Belanda, menjual ganja diluar coffee shop dilarang secara pidana, sedangkan kepemilikan atau membeli ganja untuk dikonsumsi dengan jumlah tertentu diluar coffee shop juga dilarang dan diancam berdasarkan hukum administrasi, apabila terbukti dipengadilan sebagai pelaku kepemilikan narkotika untuk dikonsumsi, bentuk hukumannya bukan hukuman administrasi tetapi berupa rehabilitasi.

Belanda tidak melegalkan ganja, tetapi dalam rangka pengawasan terhadap pecandu ganja yang membutuhkan ganja disediakan di coffee shop agar tidak membeli ganja di pasar gelap narkotika.

Kedua, yang viral seakan akan melegalkan ganja adalah Amerika, media di Indonesia pertengan tahun 2019 memberitakan tentang penghasilan Mike Tyson sebagai petani ganja di California dengan penghasilan Rp 10 perbulan, sehingga terbangun persepsi bahwa ganja di Amerika seakan akan di legalkan, padahal tidak.


UU Federal mengkriminalkan kepemilikan ganja, namun pada tahun 1996, timbul ketegangan hukum dalam negara federal tersebut, ketika Pemerintah Negara bagian California mengeluarkan proposisi no 215 tahun 1996 yang memungkinkan penjualan dan penggunaan ganja untuk kepentingan terbatas bagi pasien dengan AIDS, kangker dan penyakit serius lainnya.

Atas dasar proposisi dari Pemerintah Negara bagian California tersebut, Tyson mendapatkan ijin untuk menanam ganja untuk tujuan khusus bagi pasien dengan AIDS, kanker dan penyakit serius lainnya dengan pengawasan dari pemerintah California.

Ketiga, yang viral seakan akan melegalkan ganja adalah Meksiko, proses legalisasi ganja berjalan di Meksiko melibatkan pengadilan. Proses legalisasi ganja diawali oleh keputusan pengadilan yang mencabut larangan ganja untuk kepentingan pribadi yang dianggap melanggar hak asasi manusia.

Keputusan pengadilan tersebut menabrak UU narkotika Meksiko dan Konvensi Tunggal Narkotika 1961 beserta protokol yang mengubahnya sebagai sumber hukum di negara tersebut. Dimana kepemilikan narkotika narkotika untuk kepentingan pribadi berdasarkan konvensi dan UU narkotika Meksiko, dilarang.


Tetapi, keputusan Mahkamah Agung Meksiko yang melegalkan ganja tersebut justru disetujui Majelis Rendah menjadi RUU legalisasi ganja (maret 2021) dan Majelis tinggi membahasnya, meskipun akhirnya pembahasan terhenti, dan drama legalisasi ganja akhirnya berhenti ditengah jalan sampai sekarang.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Artikel Terkait

Terkini

Digitalisasi Pertambangan

Senin, 26 September 2022 | 22:20 WIB

Daya Saing

Senin, 26 September 2022 | 17:07 WIB

Upaya Menekan Fatalitas Tabrak Belakang Truk

Minggu, 25 September 2022 | 19:06 WIB

Pariwisata Digital

Selasa, 20 September 2022 | 16:20 WIB

Daya Saing Teknologi

Selasa, 20 September 2022 | 09:50 WIB

Digital Senjata Pemulihan Ekonomi

Selasa, 20 September 2022 | 00:56 WIB

Keunggulan Kompetitif

Minggu, 11 September 2022 | 17:18 WIB

Dedikasi dan Urgensi

Jumat, 9 September 2022 | 12:39 WIB

Pesan Kebangkitan dari Mimbar Senayan

Minggu, 4 September 2022 | 14:45 WIB

Berharap Polisi Usut Tuntas Kasus Kecelakaan di Bekasi

Sabtu, 3 September 2022 | 17:04 WIB

Industri Kreatif

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 11:06 WIB

Kurir dan UMKM Berkolaborasi, Bertahan di Era Pandemi

Minggu, 21 Agustus 2022 | 01:12 WIB

Kinerja Impresif Ekonomi, Kado Manis HUT ke-77 RI

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 20:29 WIB

Transparansi APBN ala Kemenkeu

Kamis, 18 Agustus 2022 | 01:19 WIB
X