• Selasa, 16 Agustus 2022

Legalisasi Ganja, Mungkinkah?

- Rabu, 29 Juni 2022 | 09:40 WIB
Slamet Pribadi  (Dokumentasi )
Slamet Pribadi (Dokumentasi )

 

Oleh: Slamet Pribadi

SUARAKARYA.ID : Setelah Pemerintah Thailand memutuskan untuk melegalisasi ganja, di berbagai medsos Indonesia langsung memberikan reaksi pro dan kontra, semakin meriuhkan suasana khasanah perganjaan, semua tersentak dan memberikan kegaluan berbagai pihak, diantaranya agar Indonesia mengikuti jalan pikiran pemerintah Thailand untuk melegalisasi Ganja.

Diikuti oleh perjuangan seorang Ibu yang mengajak putranya dihadapan masyarakat yang sedang melaksanakan olah raga, sambal menunjukkan seuah poster, yang kemudian permohonannya menjadi viral, karena menjadi perhatian masyarakat yang lalu Lalang di hadapan ibu yang anaknya sakit dan memerlukan pengobatan berupa ganja, dalam spanduknya menyarakan legalisasi ganja untuk medis.

Baca Juga: Bongkar Sindikat Ganja Aceh-Medan-Jakarta, PMJ Tangkap 8 Tersangka, 1 Bandar Ditembak

Kedua hal tersebut semakin memeriahkan suasana sosial masyarakat soal legalisasi ganja, baik yang setuju maupun yang tidak setuju. Yang setuju adalah agar regulasi soal ganja segera dirubah khususnya untuk kepentingan Kesehatan, kemudian yang tidak setuju menyampaikan bahwa apapun alasanya legalisasi ganja tidak perlu di perlukan, karena ganja mempunyai dampak negatip lebih banyak dari pada manfaatnya.

Sebenarnya upaya untuk melegalisasi ganja itu sudah disuarakan oleh beberapa pihak, dengan berbagai cara, demo kecil kecilan, menghadap berbagai Lembaga yang terkait, mengadakan diskusi-diskusi kecil yang mengundang stake holder terkait narkotika, dengan membawa data yang katanya jurnal-jurnal Internasional dan data penelitian internasional, secara lesan disampaikan namun belum diberikan rincian data tersebut untuk memperjelas argument.

Baca Juga: Satu Mahasiswa Pendemo  Ditangkap  Karena Gunakan Ganja

Yang menurutnya dapat memberikan manfaat menyembuhkan sakit tertentu. Namun tidak menjelaskan bagaimana dampak negatip penggunaan ganja yang berkepanjangan akibat kecanduan ganja yang terus menagih.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Artikel Terkait

Terkini

Ironi Buruh

Kamis, 11 Agustus 2022 | 10:43 WIB

Jiwa Korsa, Pedang Bermata Dua.

Rabu, 10 Agustus 2022 | 12:14 WIB

Ekonomi Politik

Selasa, 2 Agustus 2022 | 22:29 WIB

Rencana Layanan Perkeretaapian di IKN

Sabtu, 30 Juli 2022 | 05:34 WIB

Manusia dan Teknologi 5.0

Selasa, 26 Juli 2022 | 19:23 WIB

Harga Pangan

Selasa, 26 Juli 2022 | 10:21 WIB

Haji Mabrur

Senin, 18 Juli 2022 | 01:00 WIB

Kurban dan Endemi

Minggu, 17 Juli 2022 | 00:49 WIB

Ketahanan Pangan

Senin, 11 Juli 2022 | 01:00 WIB

Jalan Tol: Infrastruktur Rakyat Dan Divestasi

Sabtu, 9 Juli 2022 | 01:15 WIB

Keberpihakan Pada Transportasi Umum

Selasa, 5 Juli 2022 | 11:08 WIB

Produktivitas Dan Efisiensi

Senin, 4 Juli 2022 | 09:30 WIB

Ganja Medis, Bagaimana Di Indonesia?

Sabtu, 2 Juli 2022 | 08:15 WIB
X