• Minggu, 2 Oktober 2022

Reshuffle Kabinet, Solusi Turunkan Harga?

- Selasa, 28 Juni 2022 | 18:51 WIB
 Ahmad Febriyanto  (Ist)
Ahmad Febriyanto (Ist)

Oleh Ahmad Febriyanto

SUARAKARYA.ID: Presiden Joko Widodo pada, Kamis (15/06/2022) kembali melakukan perombakan pada Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Memang sudah bukan menjadi sesuatu yang baru lagi untuk didengar tentang reshuffle kabinet ini karena Presiden Jokowi sejak menjabat menjadi presiden sudah pernah melakukan reshuffle kabinet sebanyak 7 kali. 

Perombakan kabinet disebut-sebut sebagai upaya Jokowi untuk segera dapat menyelesaikan setiap persoalan dan permasalahan yang ada di Indonesia dengan cepat. Bahkan menurut catatan Presiden Jokowi pernah dalam kurun waktu 1 tahun melakukan reshuffle kabinet sebanyak 2 kali. 

Hal tersebut tentunya menimbulkan reaksi dari berbagai pihak. Berbagai argumen dugaan yang berkembang di masyarakat pada setiap perombakan kabinet kerja Jokowi menjadi bahasan yang menarik untuk dianalisa. 

Tidak sedikit memang masyarakat yang mendukung langkah kerja Jokowi tersebut dalam melakukan perombakan kabinet. Argumen tersebut didasarkan dengan alasan bahwa semua pekerjaan harus dikerjakan dengan cepat dan semua masalah harus segera diselesaikan. 

Akan tetapi, tidak sedikit pula masyarakat yang merasa bahwa reshuffle kabinet akan semakin memperlama kinerja kabinet. Alasan mereka adalah dengan adanya orang baru dalam kabinet maka akan dimulai dengan program yang baru pula sehingga hanya akan memperlama proses pembangunan nasional. 

Sebenarnya 2 argumen tersebut hanyalah argumen-argumen yang berhembus dari mulut ke mulut dan dari warung kopi ke warung kopi. Memang tidak bisa diambil kesimpulan mana yang salah dan mana yang benar. Tetapi jika dilihat dari cara kerja Jokowi yang selalu mengedepankan kecepatan dan ketepatan dalam bekerja mungkin reshuffle kabinet dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan persoalan yang ada. 

Salah satu menteri yang dilantik oleh Jokowi pada Kamis (15/6/2022) adalah Zulkifli Hasan yang menggantikan Muhammad Luthfi sebagai menteri Perdagangan. Walaupun juga ada Hadi Tjahjanto yang dilantik menjadi menteri ATR/BPN tetapi pandangan masyarakat tetap terfokus pada menteri perdagangan. Karena memang seperti kita ketahui permasalahan yang nyata dihadapi saat ini adalah naiknya harga barang pokok. 

Dimulai dari drama minyak goreng pada awal tahun 2022 hingga diikuti juga dengan kenaikan harga bahan pokok lainnya. Menurut catatan Badan Pusat Statistik kenaikan minyak goreng sebenarnya sudah mulai dari bulan Oktober 2021. Jadi memang sudah menjadi hal yang wajar jika harapan rakyat setelah reshuffle menteri perdagangan harga bahan pokok bisa turun, utamanya adalah harga minyak goreng. 

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Terkini

Digitalisasi Pertambangan

Senin, 26 September 2022 | 22:20 WIB

Daya Saing

Senin, 26 September 2022 | 17:07 WIB

Upaya Menekan Fatalitas Tabrak Belakang Truk

Minggu, 25 September 2022 | 19:06 WIB

Pariwisata Digital

Selasa, 20 September 2022 | 16:20 WIB

Daya Saing Teknologi

Selasa, 20 September 2022 | 09:50 WIB

Digital Senjata Pemulihan Ekonomi

Selasa, 20 September 2022 | 00:56 WIB

Keunggulan Kompetitif

Minggu, 11 September 2022 | 17:18 WIB

Dedikasi dan Urgensi

Jumat, 9 September 2022 | 12:39 WIB

Pesan Kebangkitan dari Mimbar Senayan

Minggu, 4 September 2022 | 14:45 WIB

Berharap Polisi Usut Tuntas Kasus Kecelakaan di Bekasi

Sabtu, 3 September 2022 | 17:04 WIB

Industri Kreatif

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 11:06 WIB

Kurir dan UMKM Berkolaborasi, Bertahan di Era Pandemi

Minggu, 21 Agustus 2022 | 01:12 WIB

Kinerja Impresif Ekonomi, Kado Manis HUT ke-77 RI

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 20:29 WIB

Transparansi APBN ala Kemenkeu

Kamis, 18 Agustus 2022 | 01:19 WIB
X