• Sabtu, 20 Agustus 2022

Jakarta Layak Huni

- Minggu, 26 Juni 2022 | 16:15 WIB
 Ahmad Febriyanto (Ist)
Ahmad Febriyanto (Ist)

Oleh Ahmad Febriyanto 

SUARAKARYA.ID: Provinsi DKI Jakarta merupakan daerah khusus yang sudah resmi menjadi ibu kota negara Indonesia sejak 17 Agustus 1945. Perjalanan Jakarta sebagai ibu kota tentunya juga diiringi dengan serangkaian prestasi dan masalah yang selalu menghiasi.

Walaupun sudah ada 17 gubernur DKI Jakarta yang dari masa ke masa tentunya selalu mencari solusi untuk mengatasi setiap masalah di provinsi DKI Jakarta. Jika dilihat dari sisi prestasi dan kemajuan infrastruktur, Jakarta saat ini sangat berbeda. Pada saat ini ruang-ruang publik sudah banyak ditemukan di setiap sudut kota di Jakarta. Selain itu, mudah nya untuk mengakses transportasi publik untuk ke setiap wilayah Jakarta juga sudah memadai. Dengan tarif yang terjangkau serta ramah difabel. 

Pembangunan infrastruktur serta pengembangan Jakarta sebagai kota kebanggan memang saat ini sedang gencar dilakukan oleh gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Langkah tersebut utamanya guna menarik wisatawan untuk mau berwisata ke Jakarta serta mewujudkan Jakarta sebagai kota layak huni. Dengan membuat infrastruktur serta tempat dengan standarisasi Internasional. Akan tetapi, dari beberapa perubahan Jakarta di atas muncul berbagai pertanyaan baru. Salah satunya adalah pembangunan tersebut apakah akan menambah kesejahteraan seluruh warga Jakarta

Menurut data Badan Pusat Statistik pada tahun 2018 jumlah persentase rumah tangga kumuh perkotaan di DKI Jakarta adalah 14,36 % dan pada tahun 2019 menjadi 42,73%. Data persentase rumah tangga tersebut didasarkan pada indikator akses air minum yang layak, akses sanitasi layak, luas lantai, serta kondisi atap, lantai, dinding yang layak. Berdasarkan data tersebut sebenarnya sudah dapat diketahui dalam kurun waktu 1 tahun saja indeks rumah tangga kumuh di wilayah DKI Jakarta mengalami peningkatan sebesar 28,37%. 

Fenomena

Tidak hanya kumuh bahkan pada fenomena lapangan masih ada tempat tinggal yang berada di dalam lingkungan TPA. Bahkan dari mengais sampah mereka dapat makan serta menggantungkan hidup. Selain itu ada juga yang tinggal bersebelahan dengan rel kereta. Dapat dikatakan rumah mereka dengan rel kereta hanya berjarak 4 langkah. Walaupun dalam UU No.23 Tahun 2007 dijelaskan bahwa jarak antara rumah dan rel kereta minimal adalah 6 meter. Begitulah sisi lain dibalik kemajuan Jakarta. Selain itu, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2017 masih terdapat 445 RW yang dinilai sebagai kawasan kumuh di Jakarta

Salah satu faktor penyebab adanya pemukiman kumuh adalah migrasi atau perpindahan penduduk dari daerah menuju Jakarta. Akan tetapi, perpindahan penduduk ini tidak dibekali dengan skill atau keahlian. Mereka hanya bermodal nekat dan tekat untuk dapat hidup di ibu kota. Sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa keras nya persaingan kehidupan ibu kota membuat mereka tersingkir. Bahkan mereka sampai harus tinggal di lingkungan yang kumuh serta ilegal. 

Faktor lain selain migrasi adalah kurang merata nya pembangunan. Dalam konteks pembahasan kurang merata nya pembangunan tentu kita tidak bisa bicara dalam ruang lingkup DKI Jakarta saja. Karena, faktor utama dari perpindahan penduduk adalah kurang nya fasilitas maupun lapangan pekerjaan di daerah asal sehingga mendorong mereka untuk pindah ke daerah yang baru. Anggapan mereka tentang ibu kota adalah kehidupan yang makmur dan sejahtera sangat berbanding terbalik jika mereka tidak mampu memenangkan persaingan ketat di DKI Jakarta

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Terkini

Transparansi APBN ala Kemenkeu

Kamis, 18 Agustus 2022 | 01:19 WIB

G20, Inovasi dan Ekonomi

Kamis, 18 Agustus 2022 | 00:57 WIB

Mereduksi Konflik

Rabu, 17 Agustus 2022 | 23:04 WIB

Ironi Buruh

Kamis, 11 Agustus 2022 | 10:43 WIB

Jiwa Korsa, Pedang Bermata Dua.

Rabu, 10 Agustus 2022 | 12:14 WIB

Ekonomi Politik

Selasa, 2 Agustus 2022 | 22:29 WIB

Rencana Layanan Perkeretaapian di IKN

Sabtu, 30 Juli 2022 | 05:34 WIB

Manusia dan Teknologi 5.0

Selasa, 26 Juli 2022 | 19:23 WIB

Harga Pangan

Selasa, 26 Juli 2022 | 10:21 WIB

Haji Mabrur

Senin, 18 Juli 2022 | 01:00 WIB

Kurban dan Endemi

Minggu, 17 Juli 2022 | 00:49 WIB

Ketahanan Pangan

Senin, 11 Juli 2022 | 01:00 WIB
X