• Selasa, 16 Agustus 2022

Sahabat UMKM, Jamkrindo Turut Berkontribusi Dalam Program PEN

- Sabtu, 18 Juni 2022 | 17:07 WIB
 
 
Oleh: Budi Seno P Santo
 
SUARAKARYA.ID: Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan usaha ekonomi, yang biasa dilakukan masayarakat menengah ke bawah, yang permodalannya terbatas. Para pelakunya, biasanya berawal dari kegiatan usaha rumahan atau home industry. 
 
Kebanyakan dimotori oleh para ibu rumah tangga, dengan niatan awal membantu perekonomian keluarga. Karena itulah, kerap menjadi kendala bagi kemajuan UMKM
 
Mereka (UMKM) menjadi sulit berkembang, susah mendapat akses perbankan terkait penambahan permodalan, serta sisi pemasaran yang 'mentok' di situ-situ saja karena minim jaringan. Kondisi ini muncul karena, salah satunya juga masih ada penilaian dari pihak perbankan, yang menganggap UMKM tidak bankable. 
 
 
Padahal, UMKM merupakan bentuk usaha yang mampu bertahan di segala kondisi. Ingat, ketika Indonesia terpuruk akibat krisis ekonomi tahun 1998, banyak perusahaan besar kolaps. Namun, banyak  UMKM yang mampu bertahan dan merayap dengan pasti. 
 
Kemarin, ketika pandemi Covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia, UMKM kembali menjadi dewa penolong bagi perekonomian keluarga. Apalagi, tidak srdikit kepala keluarga yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). 
 

Kementerian Koperasi dan UKM mencatat, jumlah UMKM mencapai 65,47 juta unit pada tahun 2019. Jumlah itu naik 1,98 persen, jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 64,19 juta unit. 

 
Secara keseluruhan, jumlah UMKM mencapai 99,99 persen dari total usaha yang ada di Indonesia.  Jumlah pelaku UMKM di Indonesia terus bertambah setiap tahun. Jumlah itu diproyeksikan akan terus meningkat seiring perkembangan teknologi dan potensi sumberdaya alam yang ada.
 
 
Naiknya jumlah pelaku UMKM, tentunya berdampak besar bagi perekonomian di Indonesia. Yakni, penyerapan tenaga kerja 
hingga 97 persen, serta peningkatan produk domestik bruto (PDB) yang mencapai 61,97 persen. Untuk itu, pemerintah pun segera memberikan penguatan bagi UMKM
 
Di antaranya kemudahan akses perbankan di bidang permodalan. Dengan harapan,  UMKM bisa turut berkontribusi pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). 
 
Guna mempernudah pelaku UMKM mendapatkan kemudahan bantuan permodalan dari perbankan, pemerintah 'menugaskan' Jamkrindo lewat layanan penjaminan yang dimiliki, terus mendukung pemulihan sektor UMKM selepas era pandemi Covid-19. 
 
Hal itu dilakukan untuk segera mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Maka, jadilah Jamkrindo sebagai sahabat UMKM, turut membantu mempercepat program PEN. 
 

Maka, jadilah Jamkrindo lewat layanan penjaminan yang dimiliki terus mendukung pemulihan sektor UMKM. Hingga Mei 2022, perusahaan penjamin tersebut, telah merealisasikan volume penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 82,62 triliun atau naik 65 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). 

Dengan jumlah UMKM yang dijamin sebanyak 1,84 juta UMKM. Seperti diketahui, program KUR merupakan salah satu bentuk kebijakan Pemerintah. Untuk meningkatkan akses pembiayaan, guna mendukung ketahanan UMKM

Karenanya, Pemerintah memberi target sampai akhir 2022 mendatanh, penyaluran KUR Nasional harus mencapai Rp 373,12 triliun. Jumlah itu meningkat signifikan dibanding plafon 202, yang hanya sebesar Rp 285 triliun.

Baca Juga: Pelatihan Vokasi, Indonesia-Austria Bahas Tindak Lanjut Kerja Sama Peningkatan Kapasitas SDM 

Sementara, untuk penjaminan Kredit Modal Kerja (KMK) dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sejak program itu diluncurkan pada Juli 2020, Jamkrindo dan PT Penjaminan Jamkrindo Syariah (Jamsyar), telah mencatatkan penjaminan KMK PEN senilai Rp 26,32 triliun. 

Rinciannya, Jamkrindo senilai Rp 17,88 triliun dan Jamkrindo Syariah senilai Rp 8,34 triliun. Pihak Jamkrindo berharap, upaya penguatan permodalan itu dapat menjadi peluang bagi UMKM untuk bangkit dan meningkatkan skala usahanya.

Sehingga, UMKM layak naik kelas dan berkontribusi lebih besar pada akselerasi perekonomian negara. Sementata, untuk penguatan UMKM ke depan, Jamkrindo memberi perhatian serius pada program pemberdayaan masyarakat dan program bantuan sosial, melalui kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). 

Program tersebut telah dilaksanakan di Larantuka, Nusa Tenggara Timur; Kintamani, Bali; Garut, Jawa Barat; serta Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGGp), Sukabumi, Jawa Barat.

Baca Juga: SDG Bond, Upaya Tangguh Untuk Menjadi Terdepan Dalam Solusi Keuangan Agenda SDGs Indonesia  

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Terkini

Ironi Buruh

Kamis, 11 Agustus 2022 | 10:43 WIB

Jiwa Korsa, Pedang Bermata Dua.

Rabu, 10 Agustus 2022 | 12:14 WIB

Ekonomi Politik

Selasa, 2 Agustus 2022 | 22:29 WIB

Rencana Layanan Perkeretaapian di IKN

Sabtu, 30 Juli 2022 | 05:34 WIB

Manusia dan Teknologi 5.0

Selasa, 26 Juli 2022 | 19:23 WIB

Harga Pangan

Selasa, 26 Juli 2022 | 10:21 WIB

Haji Mabrur

Senin, 18 Juli 2022 | 01:00 WIB

Kurban dan Endemi

Minggu, 17 Juli 2022 | 00:49 WIB

Ketahanan Pangan

Senin, 11 Juli 2022 | 01:00 WIB

Jalan Tol: Infrastruktur Rakyat Dan Divestasi

Sabtu, 9 Juli 2022 | 01:15 WIB

Keberpihakan Pada Transportasi Umum

Selasa, 5 Juli 2022 | 11:08 WIB

Produktivitas Dan Efisiensi

Senin, 4 Juli 2022 | 09:30 WIB

Ganja Medis, Bagaimana Di Indonesia?

Sabtu, 2 Juli 2022 | 08:15 WIB
X