• Sabtu, 13 Agustus 2022

Peran Generasi Milenial Dalam Ketahanan Pangan

- Selasa, 14 Juni 2022 | 08:30 WIB
Aidila Fitriansyah SE, MMA (Ist)
Aidila Fitriansyah SE, MMA (Ist)

Oleh Aidila Fitriansyah SE, MMA

SUARAKARYA.ID: Generasi milenial yang hidup di era digital saat ini perlu membangun kepedulian terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan. Sebab, tantangan dalam mencukupi kebutuhan pangan kedepan semakin komplek dan nyata. Hal ini disebabkan masih tingginya konversi lahan pertanian, perubahan iklim yang sulit diprediksi dan jumlah tenaga kerja sektor pertanian yang terus berkurang.

Upaya penyediaan bahan pangan sangat penting, karena pangan merupakan kebutuhan mendasar dan bagian dari hak asasi manusia yang harus dipenuhi. Jika ketersediaan pangan kurang, karena tidak sebanding kebutuhan, dikhawatirkan tidak hanya menciptakan ketidakstabilan ekonomi, namun juga bisa berpengaruh negatif terhadap sendi-sendi pembangunan lain, termasuk keamanan dan ketahanan nasional.

Dalam konteks ini, pembangunan pertanian sangat penting diperhatikan, karena sektor inilah yang menghasilkan produksi pangan di dalam negeri. Jika pembangunan pertanian berjalan dengan baik, akan memberikan hasil produksi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional. Sebaliknya, jika sektor ini terabaikan, dampaknya tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri, tetapi juga akan sangat tergantung komoditi dari luar, yaitu impor.

Baca Juga: Gaya Bagi-Bagi Bingkisan Presiden Jokowi Membahayakan Demokrasi Indonesia?

Baca Juga: Terdeteksi 8 Kasus Covid 19 Subvarian Omicron  BA.4 Dan BA.5 Di Indinesia

Impor pangan tentunya tidak dikehendaki, apalagi jika bisa diproduksi di dalam negeri. Impor pangan, selain akan membuat ketergantungan dari luar, sehingga negara tidak mandiri dan berdaulat dibidang pangan, juga akan menguras devisa negara. Tak hanya itu, impor pangan juga akan menurunkan gairah petani dalam berusahatani, karena produk yang dihasilkan petani akan jatuh harganya, karena bersaing dengan produk dari luar.

Dari gambaran tersebut, jelas bahwa sektor pertanian harus mampu meningkatkan produksi dalam negeri, agar kecukupan pangan penduduk bisa terpenuhi. Namun demikian, sektor yang banyak menyerap tenaga kerja di pedesaan ini juga mempunyai tantangan dan permasalahan, yang jika tidak dikelola dan dicarikan solusinya, dapat mempengaruhi produksi pangan dan ketahanan pangan nasional.

Baca Juga: Mentan: PMK Hewan Tidak Menular Ke Manusia, Kementan Siapkan Strategi Pemberantasan

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ironi Buruh

Kamis, 11 Agustus 2022 | 10:43 WIB

Jiwa Korsa, Pedang Bermata Dua.

Rabu, 10 Agustus 2022 | 12:14 WIB

Ekonomi Politik

Selasa, 2 Agustus 2022 | 22:29 WIB

Memaknai Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H

Sabtu, 30 Juli 2022 | 11:18 WIB

Rencana Layanan Perkeretaapian di IKN

Sabtu, 30 Juli 2022 | 05:34 WIB

Manusia dan Teknologi 5.0

Selasa, 26 Juli 2022 | 19:23 WIB

Harga Pangan

Selasa, 26 Juli 2022 | 10:21 WIB

Haji Mabrur

Senin, 18 Juli 2022 | 01:00 WIB

Tugas Negara

Minggu, 17 Juli 2022 | 15:00 WIB

Kurban dan Endemi

Minggu, 17 Juli 2022 | 00:49 WIB

Ketahanan Pangan

Senin, 11 Juli 2022 | 01:00 WIB

Jalan Tol: Infrastruktur Rakyat Dan Divestasi

Sabtu, 9 Juli 2022 | 01:15 WIB

Halaman 74 Putusan MK

Jumat, 8 Juli 2022 | 15:58 WIB

Keberpihakan Pada Transportasi Umum

Selasa, 5 Juli 2022 | 11:08 WIB
X