• Senin, 15 Agustus 2022

Formula E Harus Didukung Semua Pihak, Mengapa?

- Sabtu, 4 Juni 2022 | 12:00 WIB
Presiden Jokowi saat meninjau lintasan Sirkuit Formula E Ancol, Jakarta. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden )
Presiden Jokowi saat meninjau lintasan Sirkuit Formula E Ancol, Jakarta. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden )

SUARAKARYA.ID: Kesampaian juga Indonesia akhirnya jadi tuan rumah Formula E. Sesuai jadwal, event internasional balap mobil listrik seri kesembilan berjuluk Formula E 2022 ini digelar di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC),, Sabtu (4/6/2022) hari ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dipastikan menyaksikan secara langsung event internasional balap mobil listrik di lintasan balap Ancol, Jakarta Utara ini. Presiden bahkan mungkin berkesempatan membuka acara Formula E ini sekaligus bersua dan menyapa para pembalap.

Kehadiran Presiden tentu merupakan bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan Formula E. Karena digelar di Ibu Kota Negara, pemerintah pusat tidak boleh lepas tangan dan wajib mendukung event ini semaksimal mungkin. Bagaimanapun baik buruknya perhelatan event internasional ini akan berimbas pada nama baik Jakarta sekaligus Indonesia.

Baca Juga: Pemanfaatan Internet Di Era Digital Bantu Para Pelaku UMKM

Selain itu, Pemerintah Pusat tentu memandang penting dukungan ini sebagai bagian dari kebangkitan ekonomi dan kepulihan sektor ekonomi yang berbasis kegiatan wisata olahraga atau sport tourism.

Ajang Formula E bertajuk '2022 Jakarta E-Prix' diikuti 22 pembalap yang tergabung dalam 11 tim. Kejuaraan dunia balap mobil listrik ini untuk pertama kalinya digelar di Indonesia dan merupakan seri kesembilan kompetisi balap tahun 2022.

Memang, gelaran Formula E sempat menimbulkan kontroversi. Sebut saja, soal dugaan adanya kejanggalan pembiayaan dan komitment fee yang dinilai terlalu besar.

Baca Juga: Wujudkan UMKM Konstruksi Berdaya Saing Tinggi, Ribuan Pekerja Bangunan Bernaung Di HUNI

Kemudian, soal interpelasi DPRD yang kandas, penetapan lokasi yang tidak jelas, pembangunan lintasan yang tergesa-gesa dan terkesan dipaksakan, kesulitan memperoleh sponsor, adanya sponsor minuman keras bir yang akhirnya dieliminasi, penolakan BUMN menjadi sponsor, hingga soal-soal lainnya.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X