• Sabtu, 8 Oktober 2022

Pasca Lebaran

- Selasa, 17 Mei 2022 | 17:35 WIB
Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi  (Ist)
Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi (Ist)
 
Oleh: Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi
 
SUARAKARYA.ID: Stabilisasi harga pangan menjadi salah satu kunci penting dalam
meredam laju inflasi dan ancaman inflasi musiman selalu terjadi, baik
selama ramadhan – lebaran ataupun di natal – tahun baru. Oleh karena
itu, penegasan BPS tentang inflasi April 2022 sebesar 0,95% tidaklah
mengherankan karena memang pada periode itu dipengaruhi oleh semua
kelompok yaitu volatile food, administered prices dan faktor inti.
Padahal, pada Maret 2022 besaran inflasi hanya 0,66% sehingga terjadi
kenaikan dan pastinya dominasi dari kenaikan itu tidak bisa mengelak
dari kasus minyak goreng, daging sapi dan semua hal pernak-pernik
pemuas konsumsi selama ramadhan – lebaran.
 
Belajar bijak dari inflasi musiman maka menjadi penting bagi Bulog
untuk konsisten di tengah fluktuasi harga untuk terus memantau
pergerakannya agar tidak semakin liar dan pastinya akan sangat
merugikan konsumen. Padahal, inflasi April 2022 tercatat tertinggi
sejak Januari 2017 sehingga imbasnya tentu berpengaruh terhadap daya
beli sementara di sisi lain pandemi selama 2 tahun memacu jumlah
pengangguran dan kemiskinan yang kemudian berdampak sistemik terhadap
kondisi sosial ekonomi masyarakat. Inflasi pada April 2022 secara
tidak langsung menegaskan adanya kerinduan mudik selama 2 tahun karena
pandemi memicu konsumsi berlebih. BI menyebut jumlah uang beredar
selama ramadhan – lebaran mencapai Rp.7.810,9 triliun atau naik13,3%
dari tahun sebelumnya.
 
Jumlah uang beredar dan besaran inflasi menjadi bukti bahwa ekonomi
mudik bukanlah recehan karena faktanya perputaran uang cukup tinggi.
Setidaknya, geliat ini terdeteksi sejak arus mudik terjadi sampai hari
H lebaran dan juga arus balik. Artinya, perputaran uang selama
ramadhan – lebaran memang menjadi penggerak ekonomi setelah 2 periode
lalu tidak bisa mudik karena terhalang regulasi larangan mudik akibat
pandemi. Hal ini secara tidak langsung menjadi pembenar bahwa
perputaran uang selama ramadhan yang berlanjut lebaran sangat rentan
memicu laju inflasi musiman sehingga menjadi ancaman terhadap
stabilitas harga. Konsekuensinya tentu berdampak terhadap lonjakan
harga di sejumlah kelompok, baik sandang maupun pangan.
 
Pengendalian terhadap nafsu belanja selama ramadhan – lebaran memang
tidak mudah dan tentu hal ini berkaitan dengan keperilakuan secara
jamak, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Artinya, perlu ada
kesadaran kolektif untuk meredam nafsu belanja selama ramadhan –
lebaran, meski di sisi lain himbauan seperti ini juga sudah sering
diinfokan oleh para ulama. Ironisnya, nafsu konsumsi cenderung terus
meningkat dan faktanya ini bisa terlihat dari semakin banyaknya para
penjual dadakan takjil di semua daerah dan di banyak pinggiran jalan.
Meski sekedar menu takjil namun faktanya omzet dari takjilan ini
jangan dianggap recehan karena perputaran uang dari menu takjilan ini
sangat besar dan fantastis. Bahkan, meski sekedar bisnis musiman
tetapi banyak juga pelaku usaha di sektor ini yang kemudian berlanjut
pasca lebaran.
 
Catatan menarik pasca lebaran setidaknya bukan hanya masih adanya
ancaman inflasi musiman selama ramadhan – lebaran tetapi juga masih
tingginya arus balik pasca mudik di sejumlah tujuan perkotaan dan
daerah tujuan urbanisasi, termasuk juga ancaman dari aspek kebutuhan
perumahan, permukiman dan tempat tinggal. Oleh karena itu perlu ada
antisipasi dan manajemen kependudukan yang lebih baik untuk menerima
kedatangan arus balik, termasuk tentunya kesiapan perkotaan untuk
menerima beban tanggungan di semua sektornya tanpa terkecuali. ***
 
* Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi - Dosen Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Solo
 

Editor: Gungde Ariwangsa

Sumber: Edy Purwo Saputro

Tags

Terkini

Sanksi Malaka Gate Setengah Hati PSSI

Jumat, 7 Oktober 2022 | 15:59 WIB

Situasi Kanjuruhan Seharusnya Bisa Diantisipasi

Senin, 3 Oktober 2022 | 18:55 WIB

Pertanggungjawaban Insiden Kanjuruhan

Senin, 3 Oktober 2022 | 18:51 WIB

Ledakan Bom Sosial dalam Kekerasan Sepak Bola

Senin, 3 Oktober 2022 | 15:50 WIB

Geliat Otomotif

Senin, 3 Oktober 2022 | 01:26 WIB

Digitalisasi Pertambangan

Senin, 26 September 2022 | 22:20 WIB

Daya Saing

Senin, 26 September 2022 | 17:07 WIB

Upaya Menekan Fatalitas Tabrak Belakang Truk

Minggu, 25 September 2022 | 19:06 WIB

Pariwisata Digital

Selasa, 20 September 2022 | 16:20 WIB

Daya Saing Teknologi

Selasa, 20 September 2022 | 09:50 WIB

Digital Senjata Pemulihan Ekonomi

Selasa, 20 September 2022 | 00:56 WIB

Keunggulan Kompetitif

Minggu, 11 September 2022 | 17:18 WIB

Dedikasi dan Urgensi

Jumat, 9 September 2022 | 12:39 WIB

Pesan Kebangkitan dari Mimbar Senayan

Minggu, 4 September 2022 | 14:45 WIB
X