• Sabtu, 20 Agustus 2022

Mengurai Kepadatan Arus Mudik Dan Balik Lebaran

- Minggu, 8 Mei 2022 | 22:40 WIB
Djoko Setijowarno (Dok Pribadi)
Djoko Setijowarno (Dok Pribadi)

Kedisplinan dan ketaatan pemudik pada aturan lalu lintas masih rendah. Itu semua tergambar begitu jelas baik di sepanjang jalan tol maupun arteri. Masih ada pengendara yang didorong faktor kelelahan menggunakan bahu jalan untuk beristirahat, mobil barang (jenis pick up) digunakan untuk mengangkut orang, dan sepeda motor dinaiki lebih dari dua orang. Ada juga pengemudi yang kemudian viral di media sosial karena melintas median jalan tanpa sepengetahuan petugas saat jalur one way diberlakukan.

Ironisnya, tidak ada penindakan dari aparat hukum karena konsentrasi petugas semata-mata terfokus pada kelancaran arus mudik dan arus balik. Tentunya, fenomena pelanggaran-pelanggaran lalu lintas itu sangat mengancam keselamatan dan dapat membahayakan orang lain. Kampanye keselamatan berlalu lintas, khususnya saat musim mudik, harus lebih intensif lagi.

Penyeberangan ke Sumatera

Semakin panjang jalan tol Trans Sumatera, akan semakin memantik pemudik ke Sumatera menggunakan kendaraan pribadi. Apalagi berombongan, Faktor keamanan di Pulau Sumatera menjadi pertimbangan pemudik menyeberang melalui Pelabuhan Penyeberangan Merak saat malam hari dan tiba di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni pagi dan selanjutnya dapat melanjutkan perjalanan dengan aman.

Upaya yang dapat dilakukan adalah menjamin keamanan pemudik di Pulau Sumatera, keamanan resat area di sepanjang Tol Jakarta – Merak, sosialisasi sistem tiket daring (online) harus lebih masif lagi, program mudik gratis perlu diperbanyak dan diperluas hingga Pulau Sumatera, pemisahan angkutan logistik dan penumpang di saat mudik dan balik lebaran, perluasan areal parkir kendaraan bermotor di Pelabuhan Merak, praktek percaloan tiket harus segera dilenyapkan agar pemudik merasa lebih nyaman.

Manajemen waktu dan mudik gratis

Menambah kapasitas jalan di Pulau Jawa tidak mungkin dilakukan terus menerus. Selain keterbatsan lahan juga keterbatasan anggaran. Pengaturan waktu mobilisasi mudik dan balik harus dimulai dan sudah dimulai saat arus balik lebaran tahun ini.

Untuk mengurai kepadatan saat puncak arus mudik dan balik dapat dilakukan dengan memperpanjang masa libur sekolah dan kuliah, menerapkan sistem bekerja dari rumah (work from home).

Untuk menghindari kursi kosong mudik gratis, diperlukan koordinasi antar pengelola mduik gratis. Pendaftaran mudik gratis cukup satu jaringan (link) namun bisa beda kelola dan waktu pemberangkatan. Pemberangkatan dari terminal sekaligus mengedukasi masyarakat.

DAK transportasi umum

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Artikel Terkait

Terkini

Transparansi APBN ala Kemenkeu

Kamis, 18 Agustus 2022 | 01:19 WIB

G20, Inovasi dan Ekonomi

Kamis, 18 Agustus 2022 | 00:57 WIB

Mereduksi Konflik

Rabu, 17 Agustus 2022 | 23:04 WIB

Ironi Buruh

Kamis, 11 Agustus 2022 | 10:43 WIB

Jiwa Korsa, Pedang Bermata Dua.

Rabu, 10 Agustus 2022 | 12:14 WIB

Ekonomi Politik

Selasa, 2 Agustus 2022 | 22:29 WIB

Rencana Layanan Perkeretaapian di IKN

Sabtu, 30 Juli 2022 | 05:34 WIB

Manusia dan Teknologi 5.0

Selasa, 26 Juli 2022 | 19:23 WIB

Harga Pangan

Selasa, 26 Juli 2022 | 10:21 WIB

Haji Mabrur

Senin, 18 Juli 2022 | 01:00 WIB

Kurban dan Endemi

Minggu, 17 Juli 2022 | 00:49 WIB

Ketahanan Pangan

Senin, 11 Juli 2022 | 01:00 WIB
X