• Sabtu, 25 Juni 2022

Mengurai Kepadatan Arus Mudik Dan Balik Lebaran

- Minggu, 8 Mei 2022 | 22:40 WIB
Djoko Setijowarno (Dok Pribadi)
Djoko Setijowarno (Dok Pribadi)

Oleh Djoko Setijowarno

SUARAKARYA.ID: Tata kelola atau manajemen prioritas, waktu dan pemberian informasi terkini mutlak dilakukan untuk memperlancar saat arus mudik dan balik lebaran. Volume kendaraan arus mudik dan balik tidak jauh berbeda, namun durasi arus balik lebih lama ketimbang arus mudik. Arus mudik lebih melandai, ditambah lagi ada tradisi lebaran ketupat di pantai utara Jawa dan peregangan masuk kerja dan sekolah.

Pada saat arus mudik, pemerintah terlalu fokus pada pengaturan atau rekayasa lalu lintas di jalan tol. Sesuai prediksi hasil survey Badan Litbang Perhubungan (Maret 2022), pilihan jalur yang dilalui Tol Trans Jawa 24,1 persen. Sementara memilih jalur intas Tengah Jawa 9,7 persen, Tol Cipularang 9,2 persen, jalur lintas pantai utara (pantura) Jawa 82, persen dan Trans Sumatera (non tol) 4,7 persen.

Baca Juga: Begini, Penjelasan Kapolri Tentang Strategi One Way Dan Contra Flow Pada Arus Balik Lebaran 2022

Upaya manajemen prioritas dengan rekayasa lalu lintas yang dilakukan di jalan Tol Trans Jawa berupa ganjil genap, arus searah (one way) dan arus berlawaan arah (contra flow) sudah maksimal. Sebelum terhubung jalan Tol Trans Sumatera, waktu perjalanann di kala mudik untuk mencapai wilayah perbatasan Jatim-Jateng kisaran 30 -35 jam. Sekarang, setelah terhubung lama perjalanan kisaran 12 - 15 jam. Rekayasa lalu lintas di jalan arteri secara penuh, seperti pantura sulit untuk dilakukan. Jadi wajar durasi lama perjalanan saat mudik sulit dikendalikan.

Kemacetan di saat mudik dan balik lebaran tidak bisa dihindari, namun yang terpenting, kemacetan tersebut dapat dikendalikan. Tidak sampai kendaraan berhenti total di jalan, tetap jalan dalam kecepatan rendah. Memang melelahkan bagi pengemudi yang tidak menyiapkan diri secara prima. Jika lelah beristirahatlah, jika ngantuk tidurlah.

Rest area masih menjadi momok kemacetan lalu lintas masa arus mudik dan balik lebaran. Pemisahan zona parkir dan zona aktivitas perlu dilakukan, supaya arus kendaraan di dalam rest area lebih lancar. Penyebab lain kemacetan lalu lintas di jalan tol, seperti perilaku beristirahat di bahu jalan tol, berkendara zig zag, saldo uang elektronik tidak mencukupi, penyempitan ruas jalan (bottleneck), melintas jalur tanpa kendali petugas Polisi Lalu Lintas, kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga: Kelancaran Mudik Di Jalan Tol

Di sisi lain, berdasarkan data PT Jasa Raharja, jumlah kecelakaan lalu lintas tahun 2022 menurun dibandingkan tahun 2019. Pada periode 25 April 2022 sampai 5 Mei 2022 tercatat ada 4.107 kecelakaan lalu lintas dan 568 korban di antaranya wafat. Periode yang sama di tahun 2019 terdata 4.083 kecelakaan lalu lintas dan 824 orang wafat. Dengan kata lain, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas menurun 28 persen. Kasus warga yang wafat turun 49 persen.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Artikel Terkait

Terkini

SAJA, Langkah Awal Untuk Merekat Erat Konektivitas

Selasa, 21 Juni 2022 | 09:57 WIB

Ramah Lingkungan

Senin, 20 Juni 2022 | 01:05 WIB

Motor Matic Kuat Nanjak Tapi Tidak Kuat Turun

Jumat, 17 Juni 2022 | 08:00 WIB

Sentimen & Stabilitas

Senin, 13 Juni 2022 | 22:11 WIB

Urgensi Pendanaan

Senin, 6 Juni 2022 | 00:05 WIB

Integrasi Dan Stasiun Sentral Manggarai

Minggu, 5 Juni 2022 | 11:57 WIB

ARB: "Jangan Ada Munaslub (Lagi) Di Golkar!"

Sabtu, 4 Juni 2022 | 23:33 WIB

Memaknai Hari Lahir Pancasila 2022

Rabu, 1 Juni 2022 | 15:34 WIB

Kepemimpinan Perempuan

Senin, 30 Mei 2022 | 09:55 WIB

Antisipasi Kelelahan Pengemudi Angkutan Umum

Sabtu, 28 Mei 2022 | 12:46 WIB

24 Tahun Reformasi

Senin, 23 Mei 2022 | 01:00 WIB

Pasca Lebaran

Selasa, 17 Mei 2022 | 17:35 WIB

Arus Balik

Senin, 9 Mei 2022 | 08:31 WIB
X