• Minggu, 3 Juli 2022

Dilema Presidensi G20 Indonesia

- Senin, 11 April 2022 | 00:42 WIB
KTT G20 Bali. (g20.org)
KTT G20 Bali. (g20.org)

SUARAKARYA.ID: Sebagai Presidensi G20 (Group of Twenty), Indonesia menghadapi dilema serius. Sejak Presiden Rusia Vladimir Putin berencana akan menghadiri KTT G20 di Bali, Oktober mendatang, event G20 menjadi sorotan hangat.

Pasalnya, Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat langsung bereaksi menunjukkan ketidaksukaan mereka jika Rusia berpartisipasi dalam rangkaian KTT G20 tahun ini.

Melalui Juru Bicara Kementerian Keuangan AS, Janet Yellen, Rabu (6/4/2022), Presiden Joe Biden bahkan meminta agar Rusia didepak dari G20 sebagai imbas dari invasi Moskow ke Ukraina.

Baca Juga: Firli Bahuri: Korupsi Merajalela, Karena Kaum Terdidik Belum Tentu Antikorupsi

Langkah AS ini diikuti sekutu-sekutunya, mulai dari Australia, Kanada hingga Inggris. Ditegaskan, Rusia dinilai telah melakukan tindakan tercela. Peristiwa pembantaian di Bucha, Ukraina oleh pasukan Rusia, dinilai Barat, merupakan bentuk penghinaan pada aturan global.

Wacana kehadiran Presiden Rusia, Vladimir Putin di event G20 sendiri, sudah mencuat sejak akhir Maret lalu. Hal ini setelah Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva mengisyaratkan kemungkinan pemimpin Rusia ini hadir dalam forum internasional yang berlangsung di Bali, Oktober nanti

Namun, sejauh ini kepastian apakah Putin benar-benar akan datang ke Bali, masih belum jelas. Dubes Vorobieva sendiri dalam jumpa pers, Rabu (23/3/2023) menyebut kehadiran Presiden Putin di KTT G20 tergantung situasi yang berkembang.

Baca Juga: Ajak Jaga Soliditas Nasional, Menkominfo Johnny Tegaskan Pemerintah Tidak Pernah Lakukan Peretasan

Sejak Biden menuduh Putin sebagai penjahat perang dan AS bersama Uni Eropa menjatuhkan sejumlah sanksi dan embargo terhadap Rusia sebagai buntut serangan Moskow ke Ukraina, 25 Februari lalu rasanya sulit bagi Putin untuk bisa mengikuti acara-acara penting di luar negeri. Apalagi, selagi perang Rusia-Ukraina masih berkecamuk, tak mungkin bagi Putin untuk meninggalkan negaranya.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Terkini

X