• Selasa, 6 Desember 2022

Ini Dia Sosok Danjen Kopassus Yang Baru - Sang "Pam Pam" Puncaki Korp Baret Merah

- Jumat, 8 April 2022 | 14:13 WIB
Penulis bersama Iwan Setiawan (Ist)
Penulis bersama Iwan Setiawan (Ist)

 

Oleh Egy Massadiah

SUARAKARYA.ID: Pendaki Mount Everest itu kini memuncaki satuan baret merah. Iwan Setiawan ditunjuk menjadi Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) TNI-AD. Ia menggantikan Mayjen TNI Widi Prasetijono yang ditugaskan menjadi Panglima Kodam IV/Diponegoro.

Saya menyimpan sejumlah ingatan, dalam kurun ruang dan masa berbeda beda, sejak Iwan pangkat Letda hingga hari ini. Jika ditarik garis waktu, terbilang panjang, nyaris mendekati 30 tahun. Sama panjangnya dengan jalan persahabatan yang terjalin dengan teman-teman seangkatannya, antara lain Letjen TNI Maruli Simanjuntak (Pangkostrad), Mayjen TNI Richard Tampubolon (Pangdam XVI/Pattimura), Mayjen TNI Aswardi (BIN) dan lain-lain.

Kala itu, mereka (kebanyakan akmil 92) acap nongkrong di tempat tinggal saya di bilangan Cinere, Depok. Mereka masih berpangkat Letnan Dua. Ya, tak lama setelah keluar dari kawah candradimuka Lembah Tidar.

Persahabatan saya dengan Iwan dan teman-temannya (hampir semua Akmil 90, 91, 92, 93,94 yang berada di Korps Baret Merah), tak lepas dari “Aju factor”. Aju adalah sapaan akrab Andi Sirajuddin Kube Dauda. Aju pernah menjadi bagian dari Sat 81 Gultor Kopassus serta sejumlah penugasan di Timor Leste dan Aceh. Saat meninggal dunia November tahun 2016, Aju bertugas di Kemenhan dengan Pangkat Kolonel. Saya hadir melayat di RS Gatot Subroto menyaksikan jenazah Aju dimandikan sebelum diterbangkan ke Makassar.

Aju memang "teman rasa keluarga" sejak kami masih Taman Kanak-kanak di Sengkang Wajo, Sulawesi Selatan. Aju juga prajurit baret merah lulusan Akmil 1991. Ayah Aju bernama Andi Kube Dauda, mantan Bupati Bulukumba dan Polman, Sul-Sel. Ia seperjalanan karier ayah saya sebagai pegawai negeri.

Ditilik secara lichting, Aju adalah kakak angkatan Iwan. Angkatan 91 dan 92 memang sangat akrab. Terbukti, Iwan, Maruli dan yang lain acap main ke kediaman Aju, “kakak angkatan” yang tinggal di Batu Ampar, Condet, Jakarta Timur. Saya pun sering main ke sana. Usai bercengkerama, kami biasanya melanjutkan acara dengan kulineran.

Bahkan, keseharian mereka pun masih terekam di benak saya. Setidaknya dibantu ingatan Pasekel, yang juga akmil 92. Mereka, termasuk Maruli, Iwan dan Aju adalah atlet bela diri Kopassus dari cabang judo. Di luar itu, Aju menekuni pencak silat Merpati Putih. Setiap hari mereka latihan beladiri di Mako Kopassus Cijantung, Jakarta Timur. Kerap saya mencermati dan menunggui mereka berlatih.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Sumber: Rilis

Tags

Terkini

Kereta Cepat Membangun Sejarah dan Peradaban

Selasa, 29 November 2022 | 11:27 WIB

Perubahan Iklim

Senin, 28 November 2022 | 13:05 WIB

Kendaraan Listrik Jangan Berhenti Sampai KTT G20

Sabtu, 19 November 2022 | 06:53 WIB

Problem Sosial Migrasi

Jumat, 18 November 2022 | 08:23 WIB

Tunjangan dan Pengabdian

Sabtu, 12 November 2022 | 02:30 WIB

Sumpah Pemuda dan Dunia Baru

Rabu, 9 November 2022 | 15:32 WIB

Ancaman Krisis 2023

Rabu, 9 November 2022 | 15:14 WIB

Subsidi Angkutan Barang Perlu Ditambah

Senin, 31 Oktober 2022 | 22:26 WIB

Pandemi dan Resesi

Senin, 31 Oktober 2022 | 15:42 WIB

Kota Humanis

Senin, 24 Oktober 2022 | 23:15 WIB

Mendorong Industri Halal

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 08:10 WIB

Transformasi Pariwisata

Kamis, 20 Oktober 2022 | 22:20 WIB

Mudah dan Murah

Senin, 17 Oktober 2022 | 07:53 WIB

Lokomotif Polri Bergerak

Kamis, 13 Oktober 2022 | 07:19 WIB

Tragedi Kanjuruhan dan Rendahnya Budaya Malu Bangsa 

Selasa, 11 Oktober 2022 | 23:39 WIB
X