• Jumat, 12 Agustus 2022

Antisipasi Harga

- Selasa, 22 Maret 2022 | 00:54 WIB
Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi (Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi)
Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi (Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi)
 
Oleh: Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi
 
SUARAKARYA.ID: Triwulan I 2022 ini dan menjelang ramadhan sepertinya menjadi awal yang sangat berat bagi rakyat karena didera kenaikan harga gas non-subsidi, kenaikan harga daging sapi, kelangkaan minyak goreng dan harganya melonjak drastis, sementara kasus belum reda ditambah kelangkaan dan mahalnya harga kedelai di pasaran.
 
Ironisnya, harga minyak goreng juga dicabut subsidinya sehingga menjadi lebih mahal. Oleh karena itu, realitas ini menjadi ancaman inflasi tahunan yaitu ramadhan dan lebaran. Setidaknya, lonjakan harga minyak goreng dan kedelai akan memicu dampak simultan terhadap harga lainnya karena cenderung berantai.
 
Imbas harga kedelai yaitu menaikan harga tahu - tempe. Pastinya kenaikan harga adalah pilihan sulit, apalagi realita memberi gambaran jelas bahwa lauk tahu tempe merupakan menu keseharian yang mayoritas ada di hampir semua rumah tangga. Oleh karena itu, pandemi 2 tahun terakhir ini benar-benar membuyarkan semua kegiatan ekonomi - bisnis,
bukan hanya di sektor kesehatan semata. Faktanya di tengah ancaman varian baru omicron ternyata kini rakyat terdampak kelangkaan dan mahalnya minyak goreng serta ditambah kelangkaan dan mahalnya kedelai, juga kenaikan harga gas, termasuk juga mahalnya daging sapi sehingga berpengaruh terhadap kehidupan keseharian. Realita ini menjadi ancaman  terjadinya inflasi musiman selama ramadhan berlanjut lebaran.
 
Menaikan harga menjadi pilihan terakhir karena sebelumnya telah mengecilkan ukuran. Bahkan penjual gorengan sebelumnya juga telah menaikan harga karena kelangkaan dan mahalnya minyak. Oleh karena itu, ketika harga tahu – tempe naik dan ukurannya lebih kecil akhirnya hal ini berdampak sistemik terhadap omzet karena daya beli rakyat juga sedang meredup. Hal ini memberikan gambaran bahwa pemerintah melalui Disperindag - Bulog dituntut secepatnya mengatasi masalah ini.
 
Padahal, kelangkaan dan mahalnya minyak masih belum tuntas dan operasi pasar, termasuk juga penetapan satu harga tidak mampu meredam gejolak kelangkaan dan mahalnya harga minyak. Ironisnya, langkah mencabut subsidi akhirnya menjadi pemicu kenaikan harga minyak goreng yang sebelumnya memicu panic buying, terutama bagi ibu rumah tangga..
 
Situasi berlarut dari kelangkaan dan juga mahalnya minyak berdampak terhadap cibiran ironi negeri sawit, sementara rumor terkait kartel juga sempat mengemuka. Oleh karena itu, jangan sampai kasus ini berlarut dan memicu sentimen terkait kasus lain kelangkaan dan  mahalnya kedelai sehingga para pengrajin tahu - tempe menjerit. Jadi, kenaikan dari harga minyak goreng karena pencabutan subsidi menjadi delik bahwa pemerintah telah berniat menaikan harga minyak goreng sehingga fenomena kelangkaan kemarin hanya berdalih untuk mencari situasi yang tepat untuk mencabut harga subsidi minyak goreng. Situasi ini menjadi runyam ketika persoalan kedelai juga belum tuntas.
 
Persoalan tentang fluktuasi produksi dan harga kedelai secara global tidak terlepas dari perubahan iklim dunia yang kemudian berpengaruh terhadap harga pasar global. Terkait ini persoalan di dalam negeri adalah keterbatasan produksi sehingga kebutuhan impor di setiap  periode juga cenderung meningkat. Fakta ini tidak terlepas dari realitas bahwa di mayoritas rumah tangga secara nasional ternyata lauk tahu – tempe menjadi menu wajib keseharian  yang murah meriah sehingga trend konsumsinya cenderung terus meningkat. Oleh karena  itu, mencermati fluktuasi harga kedelai maka perlu menganalisis sejumlah negara yang menjadi pemasok kedelai impor ke Indonesia. Terkait ini, ancaman inflasi musiman selama ramadhan dan lebaran sepertinya telah dimulai dari mahalnya minyak goreng dan kelangkaan kedelai. ***
 
* Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi - Dosen Pascasarjana di Universitas
   Muhammadiyah Solo
   Kantor: Jl. A. Yani, Tromol Pos 1, Solo 57102, Telp HP/WA: 081-5670-1515

Editor: Gungde Ariwangsa

Sumber: Edy Purwo Saputro

Tags

Terkini

Ironi Buruh

Kamis, 11 Agustus 2022 | 10:43 WIB

Jiwa Korsa, Pedang Bermata Dua.

Rabu, 10 Agustus 2022 | 12:14 WIB

Ekonomi Politik

Selasa, 2 Agustus 2022 | 22:29 WIB

Rencana Layanan Perkeretaapian di IKN

Sabtu, 30 Juli 2022 | 05:34 WIB

Manusia dan Teknologi 5.0

Selasa, 26 Juli 2022 | 19:23 WIB

Harga Pangan

Selasa, 26 Juli 2022 | 10:21 WIB

Haji Mabrur

Senin, 18 Juli 2022 | 01:00 WIB

Kurban dan Endemi

Minggu, 17 Juli 2022 | 00:49 WIB

Ketahanan Pangan

Senin, 11 Juli 2022 | 01:00 WIB

Jalan Tol: Infrastruktur Rakyat Dan Divestasi

Sabtu, 9 Juli 2022 | 01:15 WIB

Keberpihakan Pada Transportasi Umum

Selasa, 5 Juli 2022 | 11:08 WIB

Produktivitas Dan Efisiensi

Senin, 4 Juli 2022 | 09:30 WIB

Ganja Medis, Bagaimana Di Indonesia?

Sabtu, 2 Juli 2022 | 08:15 WIB

Legalisasi Ganja, Mungkinkah?

Rabu, 29 Juni 2022 | 09:40 WIB
X