• Minggu, 27 November 2022

Kesejahteraan

- Senin, 14 Maret 2022 | 16:30 WIB
Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi (Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi)
Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi (Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi)
Oleh: Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi
 
SUARAKARYA.ID: Penciptaan kesejahteraan melalui pembangunan dan renovasi perumahan rakyat pasca pandemi menjadi penting. Argumen yang mendasari karena  perumahan dan permukiman menjadi model pemenuhan kebutuhan dasar yang mendesak.
 
Oleh karena itu, program bedah rumah dari pemerintah diharapkan bisa memberikan perbaikan terhadap kondisi perumahan dan permukiman di semua daerah. Meski demikian, jangan sampai program ini kemudian dipolitisasi karena menjelang pesta demokrasi.
 
Jawa Tengah juga mendapatkan bagian dari program bedah rumah, termasuk salah satu daerah itu adalah Kabupaten Demak dengan alokasi anggaran Rp.5,25 miliar untuk 300 rumah tidak layak huni. Bedah rumah kasus di Demak sejatinya merupakan persoalan klasik terkait rumah layak huni, tidak hanya di pedesaan tetapi juga di perkotaan. Oleh karena itu,
bedah rumah menjadi sangat penting dan hal ini membuktikan peran strategis dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di masa pandemi. Persepsian tentang layak huni tentu akan memberikan kesan aman, nyaman dan damai bagi pemilik rumah sehingga akan bisa memacu kinerja dan lebih giat bekerja di saat pandemi demi peningkatan
kesejahteraan.
 
Bagaimanapun juga pandemi sejak 2 tahun lalu berdampak sistemik terhadap semua kehidupan, tidak saja di aspek kesehatan saja, tetapi juga geliat ekonomi bisnis terpuruk sehingga ancaman PHK yang kemudian memicu pengangguran juga berimbas terhadap kemiskinan. Terkait hal ini maka menyelamatkan perekonomian rakyat menjadi penting dan sejumlah stimulus digelontorkan pemerintah dengan dana yang tidak kecil, termasuk juga Kementerian PUPR melalui sejumlah program, termasuk misalnya bedah rumah dan program padat karya tunai (PKT).
 
Relevan dengan peran strategis PKT bahwa Kementerian PUPR pada tahun 2022 sangat berharap dapat menyerap 205.000 pekerja. Asumsinya dengan anggaran Rp.2,45 triliun di tahun 2022 maka diharapkan akan lebih banyak aksi untuk membangun kesejahteraan yang melibatkan banyak warga. Argumen yang mendasari karena anggaran tahun 2021 realisasinya mencapai 48,9% dari total anggaran yaitu Rp.4,42 triliun yang dari jumlah itu bisa menyerap 388.488 pekerja atau 41,39%. Artinya bahwa serapan anggaran sangat terkait dengan realisasi pekerjaan dan juga implikasinya terhadap penyerapan pekerja di masa pandemi. Oleh karena itu, mata rantai dari bedah rumah dan PKT yang dilakukan oleh
Kementerian PUPR berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat.
 
Catatan lain yang juga menarik bahwa usaha yang dilakukan Kementerian PUPR di saat pandemi juga melibatkan program pembangunan infrastruktur berskala kecil sederhana dengan pelibatan mitra dari warga masyarakat setempat. Hal ini jelas berdampak kepada penyerapan tenaga kerja lokal. Selain itu, juga ada komitmen pembangunan 4.587 rusun di
sejumlah daerah dengan anggaran Rp.5 triliun dengan target kepemilikan bagi warga berpenghasilan rendah, pekerja, dan ASN, termasuk pembangunan 1.824 rumah susun khusus bagi masyarakat terdampak bencana alam di sejumlah daerah. Oleh karena itu, kinerja Kementerian PUPR di masa pandemi yang berlanjut pasca pandemi pada tahun 2022 menjadi penting dan strategis, tidak hanya berkaitan dengan model program PKT, tapi juga esensinya untuk meningkatkan kesejahteraan. ***
 
* Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi - Dosen Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Solo
 
 

Editor: Gungde Ariwangsa

Tags

Terkini

Kendaraan Listrik Jangan Berhenti Sampai KTT G20

Sabtu, 19 November 2022 | 06:53 WIB

Problem Sosial Migrasi

Jumat, 18 November 2022 | 08:23 WIB

Tunjangan dan Pengabdian

Sabtu, 12 November 2022 | 02:30 WIB

Sumpah Pemuda dan Dunia Baru

Rabu, 9 November 2022 | 15:32 WIB

Ancaman Krisis 2023

Rabu, 9 November 2022 | 15:14 WIB

Subsidi Angkutan Barang Perlu Ditambah

Senin, 31 Oktober 2022 | 22:26 WIB

Pandemi dan Resesi

Senin, 31 Oktober 2022 | 15:42 WIB

Kota Humanis

Senin, 24 Oktober 2022 | 23:15 WIB

Mendorong Industri Halal

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 08:10 WIB

Transformasi Pariwisata

Kamis, 20 Oktober 2022 | 22:20 WIB

Mudah dan Murah

Senin, 17 Oktober 2022 | 07:53 WIB

Lokomotif Polri Bergerak

Kamis, 13 Oktober 2022 | 07:19 WIB

Tragedi Kanjuruhan dan Rendahnya Budaya Malu Bangsa 

Selasa, 11 Oktober 2022 | 23:39 WIB

Ketidakpastian Vs Kenyataan

Selasa, 11 Oktober 2022 | 00:46 WIB

Batik Ku dan Batik Mu

Senin, 10 Oktober 2022 | 23:45 WIB
X