• Kamis, 18 Agustus 2022

Perang Dunia Maya (Cyber War)

- Selasa, 8 Maret 2022 | 13:41 WIB
Laksamana Sukardi (Ist)
Laksamana Sukardi (Ist)

Oleh: Laksamana Sukardi

 

SUARAKARYA.ID: Teknologi, merupakan faktor dominan dalam perang modern yang berlangsung di Ukraina. Tidak hanya teknologi militer tetapi juga teknologi sistim keuangan yang dipakai oleh Amerika Serikat dan sekutunya. Yaitu teknologi sistim kliring dan transaksi keuangan global atau yang dinamakan SWIFT (Society Worlwide Interbank Financial Telecomunication) yang ternyata cukup ampuh mematikan ekonomi Rusia ketika Rusia diblokir dari SWIFT.

Kalau dalam perang tradisional, kita mengenal Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara, maka dalam perang modern kita mengenal cyber force atau kekuatan dunia maya yang didominasi oleh penguasaan teknologi. Dapat dibayangkan, pada era digital, semua teknolgi berbasis internet. Seperti telekomunikasi dan peralatan perang, pabrik pembuatan senjata, media propaganda semuanya berbasis internet atau yang dikenal dengan IoT (Internet of Things).

Semua kegiatan manufaktur modern yang menggunakan robot dan instalasi infrastruktur public seperti Pusat Tenaga Listrik (power plant), stasiun penyiaran, jaringan listrik, pelabuhan dan lapangan udara (air traffic control) semuanya menggunakan teknologi berbasis internet (IoT).

Oleh karena itu, keberadaan angkatan cyber (cyber force) dalam perang modern merupakan sebuah kenistaan. Negara yang menguasai teknologi cyber dan mampu melakukan penetrasi/infiltrasi kedalam system cyber lawan maka akan banyak mendapatkan keuntungan.

Ternyata, beberapa tahun sebelum mekakukan invasi ke Ukraina, Rusia telah melakukan serangan cyber (cyber attack) terhadap Ukraina. Pada tahun 2015 dan 2016 para peretas (hackers) Rusia telah berhasil mematikan pusat listrik di Ukraina bagian Barat dan pada tahun 2017 mereka telah menggunakan malware (program computer para hacker) untuk mengganggu operasi air traffic control di lapangan udara, jaringan kereta api dan operasi perbankan di Ukraina. Demikian juga pada minggu sebelum penyerangan oleh Rusia, telah terjadi pemutusan jaringan internet di Kharkiv dan beberapa kota di Ukrania.

Cyber Attack

Peperangan yang akan datang tampak akan terjadi dalam bentuk peperangan cyber (cyber war), karena setiap jaringan computer yang digunakan pada fasilitas publik dapat diganggu dan diserang oleh hackers. Apalagi pada zaman modern seperti sekarang, semua fasilitas umum menggunakan computer yang dapat menjadi target cyber attack.

Tujuan dari cyber attack semakin luas, yaitu mengganggu dan bahkan mematikan fungsi sistem keuangan/perbankan, instalasi militer, distribusi air/bahan bakar dan lain lain yang sangat penting bagi ekonomi suatu negara.

Halaman:

Editor: Gungde Ariwangsa

Sumber: Laksamana Sukardi

Tags

Terkini

Transparansi APBN ala Kemenkeu

Kamis, 18 Agustus 2022 | 01:19 WIB

G20, Inovasi dan Ekonomi

Kamis, 18 Agustus 2022 | 00:57 WIB

Mereduksi Konflik

Rabu, 17 Agustus 2022 | 23:04 WIB

Ironi Buruh

Kamis, 11 Agustus 2022 | 10:43 WIB

Jiwa Korsa, Pedang Bermata Dua.

Rabu, 10 Agustus 2022 | 12:14 WIB

Ekonomi Politik

Selasa, 2 Agustus 2022 | 22:29 WIB

Rencana Layanan Perkeretaapian di IKN

Sabtu, 30 Juli 2022 | 05:34 WIB

Manusia dan Teknologi 5.0

Selasa, 26 Juli 2022 | 19:23 WIB

Harga Pangan

Selasa, 26 Juli 2022 | 10:21 WIB

Haji Mabrur

Senin, 18 Juli 2022 | 01:00 WIB

Kurban dan Endemi

Minggu, 17 Juli 2022 | 00:49 WIB

Ketahanan Pangan

Senin, 11 Juli 2022 | 01:00 WIB

Jalan Tol: Infrastruktur Rakyat Dan Divestasi

Sabtu, 9 Juli 2022 | 01:15 WIB
X