• Minggu, 4 Desember 2022

Tragedi Kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan, ICK Minta Kapolri Gelar Sepakbola Tanpa Penonton

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 12:24 WIB
Hindari kerusuhan, ICK desak PSSI gelar sepakbola lewat online  (istimewa )
Hindari kerusuhan, ICK desak PSSI gelar sepakbola lewat online (istimewa )

 

SUARAKARYA.ID: Tragedi berdarah Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, merupakan peristiwa kemanusiaan terbesar sepanjang sejarah persepakbolaan tanah air yang terjadi akibat tidak siapnya aparat dalam menjaga dan mengantisipasi timbulnya gangguan Kamtibmas dari suporter fanatik.

Kerusuhan yang menelan korban tewas dari data siang ini mencapai 153, dua orang di antaranya anggota polisi, dan tidak kurang 180 suporter luka-luka itu terjadi usai kekalahan tuan rumah Arema FC 2-3 melawan musuh bebuyutannya Persebaya Surabaya pada lanjutan kompetisi Liga 1, Sabtu (1/10/2022) malam, pecah ratusan Aremania tumpah ruah ke lapangan.

"Ini tragedi kemanusian terbesar sepanjang sejarah sepakbola Indonesia, Kamtibmas kembali terganggu." kata Ketua Presidium Indonesia Cinta Kamtibmas (ICK) Gardi Gazarin, SH, kepada wartawan di Jakarta, Minggu (2/10/2022).

Baca Juga: Kerahkan Tim DVI, Polri Gerak Cepat Bantu Korban Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang

Menurut Gardi Gazarin, insiden berdarah itu semakin kacau saat para suporter bentrok dengan pihak kepolisian yang berupaya membubarkan hingga terjadi aksi baku hantam tak terelakkan. Situasi lapangan ibarat hukum dalam rimba. Siapa yang kuat menang.

Ditambah lagi, situasi semakin mencekam ketika aparat kepolisian mulai memberondong gas air mata ke salah satu sisi tribun yang disesaki penonton menjadi panik, banyak terinjak-injak dan kehabisan nafas mengakibatkan puluhan tewas di dalam stadion dan lainnya menghembuskan nafas di ambulans dalam perjalanan ke rumah sakit, serta ketika sudah berada di rumah sakit.

Baca Juga: Kronologi Kerusuhan Supporter di Stadion Kanjuruhan Malang, FIFA Larang Gas Air Mata

Lebih lanjut kata Gardi, perisitiwa yang memilukan persepakbolaan tanah air tidak saja terparah tetapi juga banyak peraturan yang dilanggar saat insiden terjadi.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Piala Dunia 2022, Belanda Melaju ke Perempat Final

Minggu, 4 Desember 2022 | 04:51 WIB

Gamangnya Argentina dan Strategi Bertahan Australia

Sabtu, 3 Desember 2022 | 17:33 WIB

Piala Dunia 2022, Preview Timnas Brasil VS Kamerun

Kamis, 1 Desember 2022 | 19:41 WIB

Kejurnas Bulutangkis Diikuti 628 Atlet

Kamis, 1 Desember 2022 | 15:20 WIB
X