• Minggu, 27 November 2022

Kronologi Kerusuhan Supporter di Stadion Kanjuruhan Malang, FIFA Larang Gas Air Mata

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 08:46 WIB
Kerusuhan sepak bola di Malang (Ilustrasi )
Kerusuhan sepak bola di Malang (Ilustrasi )

SUARAKARYA.ID: Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, merupakan tragedi sepak bola nasional. Sedikitnya 127 orang meninggal dunia dalam kerusuhan pasca laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, sementara sejumlah orang dikabarkan mengalami luka-luka.

Kerusuhan pecah tak lama setelah wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan, yang mana Persebaya Surabaya menang 3-2 atas Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kepanjeng, Malang, Sabtu (1/10/2022).

Bencana di Stadion Kanjuruhan, Malang dimulai seusai lontaran gas air mata ditembakkan untuk menghalau ribuan Aremania yang ingin merangsek ke lapangan.

"Para penonton turun ke tengah lapangan, dan berusaha mencari para pemain untuk menanyakan kenapa sampai kalah, atau melampiaskan. Karena itu, pengamanan melakukan upaya-upaya pencegahan, dan melakukan pengalihan supaya mereka tidak masuk ke dalam lapangan," ucap Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta saat berada di Mapolres Malang, pada Minggu dini hari (2/10/2022).

Baca Juga: Gas Air Mata Penyebab Ratusan Korban Tewas di Stadion Kanjuruhan, Malang

Nico menyebutkan, saat itu timnya mencoba memberikan imbauan dengan cara persuasif. Namun, cara itu tak berhasil. Alhasil, massa kian beringas menyerang dan merusak mobil kepolisian.

"Upaya pencegahan sampai dilakukan gas air mata, karena sudah merusak mobil (polisi) dan akhirnya gas air mata disemprotkan," tuturnya kembali.

Baca Juga: Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang Tragedi Terbesar Sepanjang Sejarah Sepakbola Indonesia
Dari sanalah akhirnya ribuan Aremania yang masih berada di tribun panik dan mencari pintu keluar. Puncaknya ketika mereka berebut menuju pintu 10 dan 12 sehingga terjadi penumpukan dan terjadi tragedi ratusan orang meninggal dunia.

Dari 40.000 penonton yang hadir, kurang lebih tidak semuanya anarkis tidak semuanya kecewa, hanya sebagian yaitu sekitar 3 ribuan yang masuk turun ke tengah lapangan. Sedangkan yang lainnya tetap mereka yang di atas," kata dia.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Belgia vs Maroko Jadi Partai Panas Malam ini

Minggu, 27 November 2022 | 20:31 WIB

Iran Hajar Wales 2 - 0 di Injury Time

Jumat, 25 November 2022 | 20:16 WIB

Ronaldo Dituding Diving, Harusnya Portugal Tak Menang

Jumat, 25 November 2022 | 10:16 WIB
X