• Kamis, 1 Desember 2022

Gas Air Mata Penyebab Ratusan Korban Tewas di Stadion Kanjuruhan, Malang

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 06:58 WIB
Petugas menyemprotkan gas air mata membuat penonton panik (Ist)
Petugas menyemprotkan gas air mata membuat penonton panik (Ist)

SUARAKARYA.ID: Lagi-lagi dari sebuah kebodohan tragedi terjadi. Larangan gas air mata di dalam stadion oleh FIFA dilanggar pihak keamanan Polda Jatim. Berawal dari kebodohan ini tragedi yang memakan korban ratusan jiwa melayang itu pun terjadi.

Gas air mata yang disemprotkan petugas keamanan di dalam stadion menjadi penyebab ratusan korban tewas di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. Gas air mata ini membuat penonton panik, sesak nafas, pingsan hingga kemudian tewas terinjak-injak.

Di stadion orang seperti dalam sebuah kandang besar. Akses keluar sangat terbatas. Ribuan orang berkumpul jadi satu. Lantas disemprotkan gas air mata, apakah tindakan ini bukan sebuah kebodohan?

Baca Juga: Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang Tragedi Terbesar Sepanjang Sejarah Sepakbola Indonesia

Baca Juga: Kerusuhan Sepakbola Malang Merenggut 127 Nyawa

Karena jumlah petugas keamanan yang tidak sebanding dengan jumlah ribuan suporter Arema FC tersebut, petugas kemudian menembakkan gas air mata di dalam lapangan. Tembakan gas air mata itu membuat banyak suporter pingsan dan sulit bernafas.

Banyaknya suporter yang pingsan, membuat kepanikan di area stadion. Banyaknya suporter yang membutuhkan bantuan medis tersebut tidak sebanding dengan jumlah tenaga medis yang disiagakan di Stadion Kanjuruhan.

Berdasarkan aturan FIFA yang tercantum dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations pada pasal 19 poin b disebutkan bahwa sama sekali tidak diperbolehkan mempergunakan senjata api atau gas pengendali massa.

19 Pitchside stewards
In order to protect the players and officials as well as maintain public order, it may be necessary to deploy stewards and/or police around the perimeter of the field of play. When doing so, the following guidelines must be considered:
a) Any steward or police officer deployed around the field of play is likely to be recorded on television, and as such their conduct and appearance must be of the highest standard at all times.
b) No firearms or “crowd control gas” shall be carried or used.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Piala Dunia 2022, Preview Timnas Brasil VS Kamerun

Kamis, 1 Desember 2022 | 19:41 WIB

Kejurnas Bulutangkis Diikuti 628 Atlet

Kamis, 1 Desember 2022 | 15:20 WIB

Pekan Olahraga Maluku Resmi Ditutup

Selasa, 29 November 2022 | 04:38 WIB
X