• Kamis, 18 Agustus 2022

Kado Manis Harkitnas, Atlet Muda PB Djarum Boyong Sembilan Gelar Dari Tiga Turnamen Eropa

- Jumat, 20 Mei 2022 | 10:42 WIB
Ganda putri menjadi satu-satunya sektor yang tidak menjadikan final sesama pemain Indonesia di 3 Borders International Junior U19 2022. Puspa/Jessica membawa Indonesia sapu bersih semua gelar.
Ganda putri menjadi satu-satunya sektor yang tidak menjadikan final sesama pemain Indonesia di 3 Borders International Junior U19 2022. Puspa/Jessica membawa Indonesia sapu bersih semua gelar.

Sejatinya, mengirim atlet muda bertanding di kejuaraan internasional merupakan hal yang rutin dilakukan PB Djarum. Selain untuk menambah jam terbang, hal ini dilakukan guna meningkatkan mental dan kemampuan para atlet dalam menghadapi lawan yang bervariasi sebelum mereka memasuki fase dewasa.

“Yang utama dari mengirimkan atlet berlaga ke Eropa ini ialah agar mereka memiliki mentalitas juara yang kuat, semangat pantang menyerah dan memastikan tidak memiliki jiwa inferior ketika berhadapan dengan lawan yang berpostur besar ataupun berasal dari ras bebeda. Sehingga nantinya kita memiliki atlet-atlet tangguh yang siap membela nama Indonesia di level yang lebih tinggi lagi,”  Yoppy menjelaskan.

Salah satu atlet muda PB Djarum yang berkilau dalam rangkaian turnamen ini ialah Chiara Marvella Handoyo. Dara kelahiran Klaten, Jawa Tengah itu mempersembahkan gelar Juara Tunggal Putri di Luxembourg Open International Series 2022 usai mengalahkan rekan setimnya melalui all indonesia final, Aura Ihza Aulia lewat straight game 21-9 dan 21-9. Dominasi Chiara atas Aura juga terlihat kala ia kembali menjadi juara setelah memenangi duel dengan Aura di 3 Borders International U19 2022 dengan skor 21-7, 21-8.

Bagi Chiara, kemenangan ini menjadi hadiah spesial karena ini adalah titel juara pertamanya di level internasional. “Tentu sangat senang karena selain ini juara internasional perdana saya, juga sebagai pembuktian diri dari berbagai proses yang telah saya jalani akhirnya terbayarkan. Lewat tiga turnamen ini saya juga memetik banyak pelajaran dan jadi tahu bagaimana ketatnya persaingan bulutangkis di level internasional. Jadi ke depan saya juga harus meningkatkan kemampuan agar bisa terus juara,”  tutur Chiara.

Sementara bagi Aura Ihza Aulia, berlaga di Luxembourg Open International Series 2022 menjadi sebuah perjuangan tak terlupakan. Bagaimana tidak, ia mengalami cedera telapak kaki yang sobek mulai dari pertandingan babak kualifikasi. Namun bermodal mental dan semangat juang tinggi, lulusan Audisi Umum tahun 2018 ini tak patah arang dan berhasil melaju sampai babak final, meski harus bertanding dengan luka tertutup perban.

Baca Juga: Raih Medali Emas SEA Games, Odekta Naibaho Mencapai Impian

“Sudah pasti bermainnya terganggu karena cedera, tapi kalau sudah di lapangan harus menampilkan yang terbaik. Apalagi bisa terpilih mewakili Indonesia di turnamen internasional, jadi tidak menyia-nyaiakan kesempatan emas itu. Walaupun menargetkan juara tapi harus puas dengan runner-up, karena ini juga gelar internasional perdana untuk saya,” ungkap Aura.

Sementara itu, di sektor ganda putra, pasangan M. Putra Erwiansyah/Patra Harapan Rindorindo yang sukses meraih gelar di Stockholm Junior International Series 2022 dan 3 Borders International U19 2022 serta runner-up Luxembourg Open International Series 2022 merasa bangga bisa mempersembahkan kemenangan ini untuk Tanah Air tercinta. Dengan torehan ini, ia berharap menjadi lecutan semangat untuk terus meraih gelar internasional.

“Tentunya sangat bangga bisa memenangi gelar juara di level internasional, apalagi ini gelar perdana bagi kami. Kemenangan ini akan menjadi motiviasi saya untuk meraih gelar juara di turnamen yang lebih bergengsi lagi. Dengan kemenangan ini kami menjadi semakin yakin bahwa satu-satunya cara menjadi juara adalah berlatih gigih dan pantang menyerah,” ujar Patra. Tak hanya berjaya di sektor ganda putra, Patra juga meraih titel Juara Ganda Campuran bersama Titis Maulida di Stockholm.

Pelatih PB Djarum, Lukman Hakim menyebut skuad muda PB Djarum telah berjuang maksimal dan tak gentar meskipun lawan yang dihadapi tergolong tangguh baik dari postur maupun kekuatan pukulan. “Permainan anak-anak sudah sesuai dengan yang diharapkan oleh tim pelatih karena meskipun kalah dari segi postur tubuh dan tenaga tetapi anak-anak memiliki kecerdikan di lapangan. Dan anak-anak memiliki kemauan yang besar dalam memenangkan di dalam setiap pertandingan, fighting spirit mereka luar biasa,” bilang Lukman.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Daftar Nama Pemain Badminton Kejuaraan Dunia BWF 2022

Senin, 15 Agustus 2022 | 11:57 WIB

Manchester United Ditaklukkan Brentford 0 - 4

Minggu, 14 Agustus 2022 | 05:54 WIB
X