Diguyur Bonus Oleh Djarum Foundation Rp250 juta, Bagas Bilang Ditabung Untuk Beli Rumah

- Rabu, 20 April 2022 | 14:52 WIB
Press Conference penghargaan atlet PB Djarum juara ganda putra All England 2022.
Press Conference penghargaan atlet PB Djarum juara ganda putra All England 2022.

 

Di babak semifinal, kemampuan dan mental Bagas/Fikri semakin diuji kala berhadapan dengan rekan senegara yang juga ganda putra terbaik dunia, Kevin Sanjaya/Marcus Gideon. Berbekal catatan kemenangan atas Kevin/Marcus di ajang Denmark Open 2021 lalu, Bagas/Fikri mampu mengatasi tekanan melalui drama tiga gim 22-20, 13-21 dan 21-16. Usai menundukkan Kevin/Marcus, di babak pamungkas Bagas/Fikri juga berhasil mengalahkan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dua gim langsung 21-19 dan 21-13.

Yoppy menambahkan, selain menjadi pelecut motivasi bagi penerima apresiasi, pemberian bonus juga dimaksudkan kepada para pebulutangkis junior agar semakin bersemangat meningkatkan kemampuan sehingga mampu mendulang prestasi demi mengharumkan nama bangsa di kancah dunia pada masa mendatang.

Hal tersebut yang pada akhirnya membuat PB Djarum senantiasa menjadikan pemberian bonus sebagai tradisi setiap kali atlet binaan klub yang bermarkas di Kudus ini meraih gelar juara di turnamen bergengsi.

“Jadi yang perlu dipahami adalah kami memberikan bonus bukan karena kemampuan finansial dan juga dukungan sponsor semata, karena klub yang dengan kemampuan finansial dan dukungan sponsor besar itu banyak.  Tapi kami mengeluarkan bonus kepada atlet demi menciptakan ekosistem buutangkis Indonesia yang lebih baik. Dengan adanya bonus, sisi kompetitif para atlet dari level senior hingga junior akan meningkat yang pada akhirnya berdampak positif terhadap prestasi bulutangkis Indonesia di panggung dunia,” Yoppy menjelaskan.

Selain itu, kata Yoppy, Bonus dan apresiasi dari klub juga menjadi upaya menjamin kehidupan para atlet setelah gantung raket nanti. Untuk itu, PB Djarum dan Djarum Foundation senantiasa memberikan pendampingan manajemen keuangan agar bonus dan hadiah yang dikumpulkan bisa bermanfaat di masa depan.

“Mereka yang dapat bonus kami ajari untuk mengelola keuangannya dengan baik, mau ditabung atau diinvestasikan, yang penting jangan sampai habis tak berbekas. Bagas pun seperti itu, nanti akan saya berikan training tentang manajemen finansial,” imbuh Yoppy.

Bagas menyebut kemenangan di All England merupakan impian yang menjadi kenyataan. Pasalnya, di usianya yang baru menginjak 23 tahun, Bagas tak menyangka berhasil menginjakkan kaki di podium tertinggi turnamen bulutangkis tertua dunia tersebut.

“Kemenangan ini saya dedikasikan untuk orangtua, klub dan pelatih yang telah memberikan dukungan yang luar biasa sehingga kami berhasil meraih gelar juara ini. Saya merasa bangga bisa menorehkan prestasi bagi Indonesia,” ucap Bagas.

Bagas mengaku tidak menyangka bakal menjadi juara All England, mengingat target yang dicanangkan sejak awal adalah masuk perempat final. Namun setelah sukses mengalahkan pasangan Jepang, jalannya semakin mulus menuju podium juara dengan menyingkirkan dua pasangan seniornya, Kevin/Markus dan Hendra/Ahsan di semifinal dan final.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Sumber: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Chico, Kilau Mutiara Hitam dari Papua

Minggu, 29 Januari 2023 | 21:41 WIB

JK Ingin Klub-klub Liga 2 Sepaham dan Kompak

Jumat, 27 Januari 2023 | 03:39 WIB
X