• Minggu, 2 Oktober 2022

Dua Tahun Luka Marini Menyiapkan Diri Untuk Menjadi Pembalap Terbaik

- Senin, 4 April 2022 | 04:32 WIB
Luka Marini (Istimewa)
Luka Marini (Istimewa)

 



SUARAKARUA.ID: Luka Marini  mengatakan sudah 2 tahun mempersiapkan diri dengan baik. Semua yang disiapkan sudah 100 persen utamanya fisik menghadapi motopGP musim ini.

Penampilan Marini saat menjadi rookie memang kurang bersinar.

Ia kalah saing dengan Jorge Martin yang merebut titel Rookie of the Year atau Enea Bastianini yang bisa beberapa kali naik podium.

Baca Juga: Jurnalis Legendaris Perempuan Indonesia Asal Bangka Belitung Di Google Doodle

Luca Marini dari tim Mooney VR46 Racing Team.
Saat debut di MotoGP pada 2021, Luca Marini masih menggunakan Desmosedici versi 2019.

Kini ia menunggangi Desmosedici GP22, motor terbaru keluaran Ducati.

Namun, adik tiri Valentino Rossi ini masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri.

“Aku pikir Ducati telah bekerja dengan sangat baik, motornya telah meningkat pesat. Itu luar biasa bagi kami, karena kami bisa fokus kepada hal lain. Tak hanya mengubah gaya balap atau beradaptasi dengan motor, sekarang aku bisa berkendara secepat yang aku mau di situasi apa pun,” kata Marini dilansir Corsedimoto.( Sumber: identimes.com - motogp.com).

Baca Juga: Razman Laporkan Hotman Paris Ke Polda Metro Jaya

Luca Marini bekerja keras dengan pelatih fisiknya untuk menghadapi MotoGP 2022 yang makin kompetitif. Ia berjuang agar tetap bugar dan tak kelelahan pada putaran terakhir balapan.

“Musim ini aku telah  mempersiapkan diri dengan lebih baik, karena sekarang aku tahu apa yang dibutuhkan di MotoGP, apa saja yang harus aku lakukan agar 100 persen siap, terutama pada bagian fisik,” kata Marini lagi.

Luca Marini punya mimpi untuk menjadi juara dunia. Pembalap asal Italia ini sadar bahwa mimpinya bisa terwujud jika ia punya kesempatan bergabung dengan tim pabrikan.

Baca Juga: 11 Orang Luka Berat Dan Ringan Akibat Kecelakaan Di PT IWIP Halteng Maluku Utara

Tantangan menuju tim pabrikan Ducati tak pernah mudah. Saat ini, hanya tersisa satu kursi milik Jack Miller. Saingannya pun berat. Ada dua pembalap Ducati lain yang mengincar tempat di tim resmi, Enea Bastianini dari Gresini Racing dan Jorge Martin dari Pramac Racing.

Pada MotoGP 2022, Luca Marini sudah cukup beruntung. Ia bisa mendapatkan Desmosedici GP22.

Motor versi terbaru yang bahkan Bastianini tak bisa mendapatkannya. Dengan motor ini, Marini punya kesempatan untuk menang.

Baca Juga: Serbuan Vaksinasi Terus Digelar Lantamal IX Ambon

“Setidaknya aku (harus) menang satu kali balapan,” kata Marini menegaskan
Valentino Rossi dan Luca Marini.

Luca Marini punya keuntungan lain. Berada di tim VR46, ia bisa mengandalkan teknisi berpengalaman yang pernah bekerja dengan Valentino Rossi selama bertahun-bertahun.

Marini hanya membutuhkan sedikit keajaiban seperti yang dimiliki kakak tirinya tersebut.

Baca Juga: Osaka Kalah Di Final Miami Open

“Valentino selalu ingin terlibat, membagikan pengalamannya dan pendekatannya terhadap balapan. Ia tetap seorang pembalap dan ia ingin kami mengabarinya setiap hari. Ia adalah seorang pemimpin yang unik, itu sudah pasti,” ungkapnya.

Luca Marini tentu tak akan menyerah dengan mimpinya. Menjadi pembalap tim pabrikan agar bisa juara dunia memang target logis bagi setiap pembalap. Apalagi Marini adalah trah Valentino Rossi. Mental juara tentu tertanam dalam dirinya. Bisakah ia tampil apik pada musim ini?

Untuk mencapainya, langkah berikutnya bagi Marini adalah mencoba masuk ke tim pabrikan Ducati. Namun, Marini tahu bahwa persaingannya tak mudah dan sangat ketat.

Baca Juga: Luar Biasa Keutamaan Puasa Ramadhan Bagi Umat Islam Di 10 Hari Pertama

“Di sini tak ada yang bertarung untuk memperebutkan posisi ke-2 atau ke-3. Dalam beberapa tahun terakhir, kamu bisa jadi juara dunia jika kamu ada di tim resmi. Jika ada kesempatan, jelas aku akan mengambilnya, tetapi aku harus bekerja keras musim ini dan berada di posisi teratas,” ujar Marini dikutip Corsedimoto.

Meski begitu, kelebihan Marini ada pada konsistensinya. Musim 2021 lalu, ia jadi satu-satunya pembalap yang bisa finis pada setiap balapan. ***






Editor: Markon Piliang

Tags

Terkini

Kerusuhan Sepakbola Malang Merenggut 127 Nyawa

Minggu, 2 Oktober 2022 | 06:09 WIB

Karate DKI Targetkan Juara Umum di Kejurnas Padang

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 12:05 WIB

Selamat Jalan Ary Moelyadi...

Jumat, 30 September 2022 | 17:03 WIB
X