BMKG : Hujan Berhenti Di MotoGP Mandalika Bukan Efek Pawang Hujan!

- Selasa, 22 Maret 2022 | 16:59 WIB
Pawang hujan bernama Rara Wulandari melakukan Ritual agar hujan berhenti turun di Sirkuit Mandalika, Lombok, Indonesia. (MotoGP)
Pawang hujan bernama Rara Wulandari melakukan Ritual agar hujan berhenti turun di Sirkuit Mandalika, Lombok, Indonesia. (MotoGP)

SUARAKARYA.ID : Pergelaran MotoGP Indonesia tahun 2022 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sempat terkendala karena hujan deras turun ketika balapan akan dimulai pada pukul 14.00 WIB. ketika hujan masih berlanjut pada pukul 15.00 sore, tiba-tiba muncul pawang hujan bernama Rara Isti Wulandari turun ke sirkuit melakukan ritual agar hujan tersebut berhenti dan balapan dimulai.

Baca Juga: PT Telkom Dapat Apresiasi Di Event Mandalika MotoGP Series

Menanggapi hal yang viral, Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Guswanto mengungkapkan, berdasarkan data observasi dari citra satelit, radar cuaca, dan data AWS (Automatic Weather Station), terjadi hujan dengan intensitas bervariasi dari ringan hingga lebat dalam durasi singkat di sekitar area Sirkuit Mandalika menjelang balapan MotoGP, Minggu (20/3/2022). Hujan tidak hanya terjadi di area Sirkuit Mandalika tetapi meluas di wilayah sekitarnya. "Hasil analisis temporal dari citra radar cuaca dan data AWS di sekitar sirkuit menunjukkan bahwa hujan intensitas sangat ringan secara lokal terjadi di sebagian Sirkuit Mandalika yang dimulai sekitar pukul 10.00 WITA hingga siang hari," kata Guswanto kepada MNC Portal, Selasa (22/3/2022).

Baca Juga: Menaker Saksikan Gelaran MotoGP, Masyarakat Lombok Harus Bangga

Pada siang menjelang sore hari area hujan semakin luas dengan intensitas sedang hingga lebat terutama pada periode jam 14.12-15.10 WITA dengan kecenderungan intensitas menurun hingga 17.00 WITA. Dari citra radar cuaca dan satelit cuaca, teridentifikasi pertumbuhan awan tipe Cumulonimbus di sekitar wilayah Lombok bagian selatan. "Kondisi ini menjadi indikasi kuat pemicu terjadinya hujan di sekitar Mandalika pada saat even MotoGP berlangsung, kondisi ini juga menurun sampai pukul 17.00 WITA," kata Guswanto. Terkait keberadaan pawang hujan, ia berpandangan hal tersebut merupakan kearifan lokal yang sudah ada di Indonesia. Kearifan lokal ini tidak bisa dicampur adukkan dengan penjelasan ilmiah.

"Pawang hujan itu merupakan sebuah kearifan lokal yang sulit dijelaskan secara ilmiah, sedang prakiraan cuaca BMKG disusun berdasarkan sains teknologi dan dapat dijelaskan secara ilmiah berdasarkan data-data observasi parameter meteorologi. Sehingga tidak dapat dicampuradukkan dalam penjelasannya, namun keduanya bertujuan untuk menyukseskan perhelatan MotoGP Mandalika," kata Guswanto.

Editor: Dimas Anugerah Wicaksono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

In memoriam Benny Dollo: Selamat Jalan Sahabat ...

Kamis, 2 Februari 2023 | 20:02 WIB

Arab Saudi Tuan Rumah Piala Asia 2027

Kamis, 2 Februari 2023 | 05:59 WIB

Chico, Kilau Mutiara Hitam dari Papua

Minggu, 29 Januari 2023 | 21:41 WIB
X