Jurnalis suarakarya.id Finalis Lomba Tulis Artikel BRI Journalist Bootcamp 2023 -Journalist Terproduktif 1

- Rabu, 1 Februari 2023 | 05:15 WIB
Wartawan suarakarya.id - Finalis Lomba Penulisan Artikel BRI Journalist Bootcamp 2023 dan Journalist Terproduktif 1 (suarakarya.id - Yacob Nauly)
Wartawan suarakarya.id - Finalis Lomba Penulisan Artikel BRI Journalist Bootcamp 2023 dan Journalist Terproduktif 1 (suarakarya.id - Yacob Nauly)



SUARAKARYA.ID: HIdup serba terbatas di ufuk timur  Indonesia tepatnya di Sorong tak menjadi hambatan bagi wartawan  suarakarya.id Yacob Nauly  untuk meraih finalis Journalist Bootcamp BRI 2023 dan Journalist Terproduktif 1 di Jakarta.

Keterbatasan  hidup itu  dijadikan Yacob Nauly sebagai peluang untuk meraih cita-cita. Melalui kerja keras.

Untuk jadi  finalis di ajang lomba Penulisan  artikel Bootcamp BRI 2023 tak semudah membalik tangan.

Pasalnya peserta lomba ini adalah  wartawan pilihan dari tiga angkatan mahasiswa magister Bea Siswa  BRI.

Baca Juga: Sejumlah Investor Berupaya Investasi di KEK Sorong - PT MOW Ada di Sana

Mereka  adalah  mahasiswa magister  Bea Siswa BRI yang kuliah  di  UI, USU, UIN Jakarta, Universitas Andalas, Unila dan sejumlah PTN terkemuka di Indonesia.

Di sisi lain, bukan rahasia lagi bahwa profesi wartawan dipandang sebelah mata.

Terlebih di era  digitalisasi seperti sekarang ini, wartawan yang peroleh Bea Siswa  dari pemerintah jarang terjadi bahkan belum ada.

Kecuali baru kali ini bea siswa magister kepada wartawan diadakan  oleh BRI.

Meski  profesi wartawan diakui masyarakat sejak dahulu hingga kini. Bahwa wartawan memiliki power luar biasa dalam mempengaruhi arah kebijakan politik dunia.

BRI memang institusi pemerintah yang menghargai power jurnalis yang begitu begitu besar. 

Bahwa menjadi wartawan adalah profesi yang menyenangkan. Profesi wartawan itu  yang sampai saat ini masih dijalani  Yacob Nauly (62).

Dengan menyandang Finalis lomba Menulis Artikel  akan memicunya untuk lebih berkarya di masa datang.

BRI berharap pekerjaan  mencari dan menulis berita sehari-hari dijalani dengan penuh rasa tanggung jawab.

Apalagi di tengah kondisi munculnya media baru ibarat jamur yang tumbuh di musim hujan. Tak membuat Yacob Nauly berkecil hati

Pria kelahiran Seram Maluku  5 Juni 1960 ini setiap bulannya mendapatkan penghasilan sesuai standar upah wartawan  di kantornya.

 Dengan gaji seperti itu  Yacob Nauly tetap menerimanya dengan penuh rasa syukur. Ia selalu menganggap bahwa ‘’Apabila pekerjaan selalu dijalani dengan ikhlas, maka akan menjadi berkah’’.

Dengan menyandang mahasiswa Magister Bea Siswa BRI  Yacob Nauly  kian merasa bertambahnya tanggung jawab yang harus dipikulnya.

Anak Yacob Nauly  ada yang masih usia sekolah dipenuhi segala kebutuhannya. Dengan kondisi ekonomi seperti ini, Yacob Nauly berusaha dengan baik mengatur pengeluaran yang diperlukan keluarganya.

Baca Juga: Cuaca Dingin Tak Halangi 51 Wartawan Bea Siswa BRI Mangajar di MI Badriyah Kabupaten Bogor

Selain karena panggilan, alasan lain mengapa  Yacob Nauly memilih bekerja sebagai wartawan adalah, karena tidak ada pekerjaan lain yang sesuai dengan keahlian dan latar belakang pendidikannya.

Sekali lagi  Yacob Nauly tetap bersyukur, di kota besar seperti Sorong yang kini ibu kota Provinsi Papua Barat Daya masih banyak  wartawan yang belum mengenyam Pendidikan hingga magister.

Kuliah  di UT dan IAIN  ayah 3 orang anak ini tak ingin bergantung hidup dengan orang lain.

Ayah dari tiga orang anak ini tetap merekahkan senyum sembari menjalani pekerjaannya. Mencari dan menulis berita.

Semua pekerjaan pasti ada hambatannya, hal itu juga sering dialami  . Menjalani profesi sebagai wartawan tidak membuat Yacob Nauly  terbebas dari berbagai hambatan dan masalah.

Terkadang ada beberapa mahasiswa teman kuliah  yang meminta bantuan menulis makalah. Yacob Nauly membantu dengan suka rela.

Dengan senyum khasnya, Yacob Nauly terus bersabar menghadapi segala hambatan yang ia yakini sebagai ujian dalam pekerjaan yang sedang dijalaninya itu.

Jika ada waktu luang, ia menggunakannya dengan sebaik-baiknya untuk membaca Al-Qur’an.

 Ia tidak ingin ketinggalan dalam berburu amal untuk bekal di Akhirat kelak. Walau Ia kurang harta di Dunia, Ia tidak ingin miskin di Akhirat kelak.

Ia selalu ingin menjalani hari demi hari menjadi semakin lebih baik. Di usianya yang ke-63 tahun , Yacob Nauly semakin sadar bahwa umur semakin habis dimakan waktu.

Kapan lagi banyak-banyak melakukan ibadah, kalu bukan sekarang ? karena mati seseorang hanya Allah yang menentukan.

Menjadi wartawan dijalani Yacob Nauly mulai awal tahun 1990. wartawan yang selalu mengenakan celana jeans ini banyak dikenal masyarakat Papua bahkan Papua Barat.

Mereka  adalah  mahasiswa magister  Bea Siswa BRI yang kuliah  di  UI - USU - UIN Jakarta -  Universitas Andalas - Unila -  IAIN Sorong dan sejumlah PTN terkemuka di Indonesia.
Mereka adalah mahasiswa magister Bea Siswa BRI yang kuliah di UI - USU - UIN Jakarta - Universitas Andalas - Unila - IAIN Sorong dan sejumlah PTN terkemuka di Indonesia. (Istimewa)


Baik karena penampilannya yang khas, di zaman tulis berita di media mesin ketik manual dengan sikap ceria dan penuh semangatnya itu.

Hingga kini menulis berita di Laptop bahkan era smartphone. Yacob Nauly masih terus berkarya mencari dan menulis berita.

Lebih-lebih saat bergabunh di Fellowship BRI Yacob Nauly makin giat mengolah dan menilis berita.

Baca Juga: Perampokan Terjadi di BRI Link Lampung Tengah Pelaku Tusuk Pegawai Gerai dan Bawa Kabur Rp15 Juta

Semua ini Yacob melalukannya demi kepentingan bangsa. Teruma menangkal berita-berita miring (hoaks) yang dihembus orang tak bertanggungjawab.

Cerita  ini untuk mendukug tulisan dengan judul '
wartawan suarakarya.id - Finalis lomba Penulisan Artikel BRI Journalist Bootcamp 2023 dan Journalist Terpopuler 1'  ***

Penulis Yacob Nauly

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Fakta Super Air Jet, Maskapai Baru untuk Anak Muda

Kamis, 23 Maret 2023 | 17:29 WIB
X