• Minggu, 5 Februari 2023

NTB Rawan Bencana, Pentingnya Manajement Risiko Bencana

- Selasa, 24 Januari 2023 | 16:51 WIB
Wagub NTB, Hj Siti Rohmi Djalilah. (Suara Karya/Hernawardi)
Wagub NTB, Hj Siti Rohmi Djalilah. (Suara Karya/Hernawardi)

SUARAKARYA.ID: Provinsi NTB merupakan salah satu daerah di Indonesia yang paling rawan terhadap bencana. Oleh karenanya, manajemen risiko bencana sangatlah penting bagi Provinsi NTB untuk perencanaan penganggaran nasional dan daerah.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah saat memberikan sambutan pada acara Australia Awards-Short Course yaitu Workshop Mainstream Disaster Risk Management Into Annual National and Sub-National Planning and Budgeting di Hotel Prime Park, Kota Mataram, Selasa (24/01/2023).

“Sebagai salah satu provinsi yang paling rawan bencana di Indonesia, manajemen risiko bencana sangat penting dalam melakukan perencanaan pembangunan daerah kita,” kata Ummi Rohmi, sapaan Wagub.

Baca Juga: Rawan Bencana, Kapolda DIY: Personel Kepolisian Harus Punya Punya Keterampilan SAR dan Upaya Mitigasi Bencana

Gempa yang terjadi pada tahun 2018 lalu di Lombok-NTB telah membentuk cara mitigasi untuk mengurangi dampak bencana alam dan dampak perubahan iklim. Sehingga dalam hal ini, Wagub juga menyampaikan tiga strategi tahapan manajemen risiko bencana di NTB.

Baca Juga: Sejumlah Daerah Rawan Bencana, Ganjar Minta Semua Siap Siaga

“Pada tahap “pre-bencana”, kami menjamin kesiapan daerah dan masyarakat terhadap potensi ancaman bencana alam. Contigencecy plan juga dikembangkan termasuk pemetaan ancaman bencana di setiap daerah dan memastikan sistem peringatan dini terlengkap melalui aplikasi siaga. Kemudian, pada tahap tanggap darurat, Pemprov juga menyiapkan bantuan darurat untuk didistribusikan segera,” jelas Wagub NTB.

Ia pun berharap kegiatan tersebut sangat memberikan wawasan bagi Pemprov NTB untuk membuat rencana penanggulangan risiko bencana yang lebih efisien guna mengatasi tantangan yang dihadapi selama beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, Madeleine Louise Moss, dari Department of Foreign Affairs and Trade Australia (DFAT) di Kedutaan Besar Australia Jakarta, juga berharap Short Course yang dilakukan dapat memberikan pengetahuan dan pembelajaran dalam manajemen risiko bencana serta dapat memperkuat hubungan Indonesia-Australia kedepannya.

Halaman:

Editor: Pudja Rukmana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Temui Habib Novel, Gibran Minta Doa Ini

Rabu, 1 Februari 2023 | 16:57 WIB

Gandeng PT KAI, Gibran Promosikan Solo Safari

Rabu, 1 Februari 2023 | 14:33 WIB

Komisi D Dukung Percepatan Musor KONI Kota Bandung

Rabu, 1 Februari 2023 | 05:13 WIB

Bang Zul Yakin Soal Trawangan dan Mandalika Tuntas

Selasa, 31 Januari 2023 | 18:23 WIB
X