• Minggu, 5 Februari 2023

Jenderal TNI (Purn) Wiranto: Paguyuban Jawa Tengah Wujud Persatuan dan Kesatuan Bangsa

- Minggu, 22 Januari 2023 | 12:42 WIB
Jendral TNI (Purn) Wiranto (kanan): Paguyuban Jawa Tengah wujud persatuan dan kesatuan bangsa, dalam sambutannya acara pengukuhan Dewan Pengawas dan Pengurus Paguyuban Jakarta (PJT) di Gedung Nusantara IV Komplek MPR-DPRRI, Senayan Jakarta, pada Sabtu (21/1/2023). (FOTO: Humas PJT)
Jendral TNI (Purn) Wiranto (kanan): Paguyuban Jawa Tengah wujud persatuan dan kesatuan bangsa, dalam sambutannya acara pengukuhan Dewan Pengawas dan Pengurus Paguyuban Jakarta (PJT) di Gedung Nusantara IV Komplek MPR-DPRRI, Senayan Jakarta, pada Sabtu (21/1/2023). (FOTO: Humas PJT)

SUARAKARYA.ID: Ketua Dewan Kehormatan Paguyuban Jawa Tengah yang juga Wantimpres, Jenderal TNI (Purn) H Wiranto menegaskan bahwa Paguyuban Jawa Tengah yang dibentuk untuk "Guyub", sejatinya adalah untuk menyatukan persatuan dan kesatuan. Apalagi saat ini, Paguyuban Jawa Tengah bukan saja Kepengurusannya di Jabodetabek, tetapi sudah diseluruh daerah di Indonesia, bahkan Mancanegara, sehingga akan mampu menjaga keutuhan bangsa dan negara.

Demikian dikatakan Jenderal TNI (Purn) Wiranto di sela-sela acara pengukuhan Dewan Pengawas dan Pengurus Paguyuban Jakarta (PJT) di Gedung Nusantara IV Komplek MPR-DPRRI, Senayan Jakarta, pada Sabtu (21/1/2023).

"Untuk itu saya berpesan agar seluruh pengurus dan anggota PJT tetap Guyub Gayeng dan turut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," ujarnya dalam keterangan yang diterima Suarakarya.id, Minggu (22/1/2023).

Baca Juga: Lirik Lagu Mei Mei Susanti - Aiya Cik Siti dalam Kartun Upin Ipin

Wiranto juga merasa terharu dan bangga dalam acara pelantikan PJT kali ini, kalau selama ini pelantikan dilakukan di Taman Mini Indonesia Indah, namun hari ini bisa melakukan acara pelantikan di DPRRI, "PJT baru kali ini pelantikan bener - bener berbeda, selain tempat yang megah juga para pengurus yang berjas dan berdasi", terangnya.

Dalam kesempatan tersebut KRAA. H Wiranto, SH juga mengungkapkan himbauan Presiden Jokowi, "Agar kita waspada dengan "ancaman krisis Global" akibat Pandemi Covid 19 beberapa waktu lalu, serta dampak perang Rusia-Ukraina, dimana saat ini telah banyak negara yang yang terdampak krisis global serta telah menjadi pasien IMF (16 negara)".

"Namun kta harus bersyukur dengan kondisi bangsa saat ini, dimana dunia akan menghadapi resesi, bangsa Indonesia yang tahun 97-98 menjadi pasien IMF. Namun hari ini masih bisa bertahan dan bahkan ekonomi masih diangka 5,3," tuturnya.

Baca Juga: Sebuah kawat penghantar memiliki panjang 12m tegak lurus berada dalam sebuah medan magnet sebesar 90t

"Kita akui dalam 2 tahun kebelakang kita benar-benar merasakan dampak akibat pandemi, namun berkat kekompakan antara pemerintah dan masyarakat, kita bisa bebas dari pandemi, sehingga pertemuan ini bisa kita lakukan secara terbuka, tanpa masker," katanya.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Temui Habib Novel, Gibran Minta Doa Ini

Rabu, 1 Februari 2023 | 16:57 WIB

Gandeng PT KAI, Gibran Promosikan Solo Safari

Rabu, 1 Februari 2023 | 14:33 WIB

Komisi D Dukung Percepatan Musor KONI Kota Bandung

Rabu, 1 Februari 2023 | 05:13 WIB

Bang Zul Yakin Soal Trawangan dan Mandalika Tuntas

Selasa, 31 Januari 2023 | 18:23 WIB
X