SUARAKARYA.ID: Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyampaikan bahwa pada 2022 (tahun kedua era kepengurusan ini) telah berhasil mengubah status puluhan ribu masyarakat di Indonesia dari penerima zakat (mustahik) menjadi muzaki (pembayar zakat).
Status miskin menjadi mampu membayar zakat, dan mandiri itu setelah mendapat intervensi bantuan dari sejumlah program Baznas antara lain beasiswa, Z Auto, Zchicken, Zmart bantuan untuk petani, peternak dan lain-lain.
Hal itu dikatakan Ketua Baznas RI KH Noor Achmad kepada wartawan pada acara jumpa pers akhir tahun 2022 di lantai 5 kantor Baznas, Jalan Matraman, Jakarta Timur, Jumat (23/12/2022).
Baca Juga: Ketua Baznas RI Prof Noor Achmad Janji Tiap Tahun Gelar HPN Sebagai Wujud Apresiasi Kepada Wartawan
Turut mendampingi KH Noor Achmad, Wakil Ketua Baznas Mukhamad Mahdum dan Zainul Bahar Noor, Pimpinan Baznas Saidah Sakwan, Deputi Baznas Muhamad Arifin Purwakananta.
Noor Achmad menegaskan, pada 2022, Baznas telah berhasil mengumpulkan dana dari masyarakat dermawan (muzaki) sebesar Rp22 triliun dari target Rp26 tiliun.
"Jadi per November 2022, kami sudah berhasil mengumpulkan dana zakat infaq sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya sebesar Rp22 trliun. Namun jumlah itu masih bisa bertambah, karena belum 100 persen masuk, kami sedang menunggu laporan dari Baznas Provinsi, Kabupaten/Kota, hingga akhir bulan Desember ini," kata Noor Achmad.
Pada awal penjelasannya, Noor mengatakan, tahun depan Baznas akan melakukan penguatan dalam pada bidang kelembagaan, sumber daya manusia (SDM), dan infrastruktur, sehingga Baznas menjadi lembaga non struktural pemerintah yang memiliki kompetensi yang baik dan profesionalisme yang didukung dengan berbagai fasilitas modern.
Saat ini masih ada image bahwa Baznas itu seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Yang tidak kalah penting adalah perubahan mainset dalam pengentasan kemiskinan. Sehingga 10 juta jiwa yang miskin ekstrem dan 35 juta penduduk miskin di Indonesia dapat berkurang.
Baca Juga: DPR Apresiasi Pengumpulan ZIS dan Dukung Penguatan Kelembagaan Baznas
Perubahan mainset yakni pemanfaatan dana ZIS dan sosial keagamaan 50:50 persen dimanfaatkan untuk pengentasan kemiskinan.
Sebab, pada tahun kedua kepengurusan Baznas ini sebanyak 75 persen adalah digunakan untuk membantu mustahik.
"Saat ini masih belum semua Baznas provinsi, kabupaten/kota memiliki kelembagaan dan SDM yang baik. Masih ada Baznas dan LAZ diisi pensiunan-pensiunan yang sudah tua-tua. Kedepan tidak boleh lagi LAZ dikelolah orang-orang yang tidak kredibel dan kapabel, " kata Noor.
Baca Juga: Wapres Ma'ruf Amin Serahkan Bantuan Baznas Microfinance Masjid di Tangerang Selatan
Deputi Baznas M Arifin Purwakananta mengatakan, sesuai rekomendasi Rapat Anggota Tahunan (RAT), disepakati bahwa target pada 2023, pengumpulan dana ZIS dan sosial keagamaan secara nasional sebesar Rp23 triliun.
"Kami optimis target ini bisa dicapai. Kami menyampaikan terima kasih kepada para dermawan ( muzaki) yang telah melaksanakan kewajiba zakat, infaq, dan sedekah melalui Baznas," kata Arifin.
Saidah Sakwan juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah menitipkan zakat, infaq, sedakahnya juga dana sosial keagamaan melalui Baznas RI.
"Mulai 2023 kami menjadikan masjid sebagai simpul kesejahteraan masyarakat," kata Saidah.
Baca Juga: Wapres Luncurkan Beasiswa Baznas Untuk 300 Penerima Manfaat di Cairo
Pada 2023, Baznas akan memberikan bantuan secara adil dan merata bagi seluruh pendusuk miskin di Indonesia. "Selama ini bantuan dan pemberdayaan lebih tersentralistik di Palau Jawa. Nah tahun depan kita perhatikan di seluruh wilayah Indonesia secara adil dan merata," ucapnya. ***
Artikel Terkait
Wapres Ma'ruf Amin Serahkan Bantuan Baznas Microfinance Masjid di Tangerang Selatan
Penghimpunan Dana BAZNAS Belum Capai Potensi Optimal
Grup Bumbu Masak Ajinomoto Gandeng Baznas Bantu Korban Bencana Gempa Cianjur
DPR Apresiasi Pengumpulan ZIS dan Dukung Penguatan Kelembagaan Baznas
Pertahankan Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015, Baznas Terus Sempurnakan Sistem Kelola Dana ZIS