• Selasa, 31 Januari 2023

Akhir Tahun, UNS Solo Tambah Empat Guru Besar Baru

- Selasa, 6 Desember 2022 | 07:07 WIB
Empat guru besar baru Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo (Endang Kusumastuti)
Empat guru besar baru Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo (Endang Kusumastuti)

SUARAKARYA.ID: Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, menambah empat guru besar baru. Yakni, Prof. Dr. Soehartono, S.H., M.Hum dari Fakultas Hukum (FH), Prof. Dr. Eko Surojo, S.T., M.T dari Program Studi (Prodi) Teknik Mesin  Fakultas Teknik (FT), Prof. Dr. Lego Karjoko, S.H., M.H dari FH dan Prof. Dr. Triana Kusumaningsih, S.Si. M.Si dari Prodi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Prof Soehartono merupakan guru besar ke-8 pada FH dan ke-251 UNS untuk bidang Ilmu Hukum Acara. Pidato pengukuhannya mengambil tema Penegakkan Hukum Berbasis Paradigma Hukum Profetik untuk Mewujudkan Keadilan Substansial.

Sedangkan Prof Eko Surojo, merupakan guru besar ke-21 pada FT dan ke-252 UNS untuk bidang  Ilmu Teknik Mesin dengan pidato pengukuhan berjudul Prospek Rekayasa Bahan Rem Ramah Lingkungan Berpenguat Serat Cantula.

Baca Juga: Terpilih sebagai Rektor UNS, Prof Sajidan Siapkan Program Edu Flagship

"Emisi non gas buang yang bersumber dari keausan bahan rem dapat berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan manusia," jelas Prof Eko, kepada wartawan, Senin (5/12/2022).

Hal itu yang mendorong dirinya bersama tim dari Laboratorium Material Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik UNS melakukan penelitian bahan rem ramah lingkungan yang dapat diaplikasikan untuk kendaraan bermotor dan kereta api. 

Yakni dengan memanfaatkan serat alam beripa serta centula sebagai penguat dan bahan limbah industri sebagai bahan pengisi.

Baca Juga: Gedung Disusun Kursi, Baris Depan 12 Kursi, Kedua 14, Ketiga 16 dan Seterusnya. Banyaknya Kursi baris ke-20?

Sementara itu, Prof  Lego Karjoko, merupakan guru besar ke-9 pada FH dan ke-253 UNS. Prof Lego dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Hukum Agraria dengan pidato pengukuhan berjudul Perkembangan Tafsir Hak Menguasai Negara Dari Reforma Agraria Menuju Corporate Social Responsibility serta Implikasinya Terhadap Konflik Perkebunan.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PMK, 10 Kabupaten Kota se NTB Bebas Vaksin

Senin, 30 Januari 2023 | 14:11 WIB

NTB Vaksinasi Jutaan Ternak

Senin, 30 Januari 2023 | 12:53 WIB

Rekomendasi 6 Produk Terbaik di Promo Gajian Blibli

Senin, 30 Januari 2023 | 08:11 WIB
X