• Selasa, 31 Januari 2023

Kemnaker Buka Akses Pemagangan ke Korea

- Minggu, 4 Desember 2022 | 04:32 WIB
Menaker Ida Fauziyah (tengah) usai penandatanganan MoU, akses peluang pemagangan.
Menaker Ida Fauziyah (tengah) usai penandatanganan MoU, akses peluang pemagangan.
 
 
SUARAKARYA.ID: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai membuka peluang pemagangan ke Republik Korea. Hal ini terjadi setelah Kemnaker menandatangani kerja sama (MoU) bidang pemagangan dengan Korean Federation Small Business (KFSB). 
 
"Saya berharap dengan ditandatanganinya MoU antara Dirjen Binalavotas Kemnaker dan Chairman KFSB ini dapat menginisiasi dan membuka peluang program pemagangan luar negeri di Korea Selatan," jelas  Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, di Seoul, Korea Selatan, Sabtu  (3/12/2022) waktu setempat. 
 
Dia menjelaskan, selama ini Indonesia melalui Kemnaker, telah menjalin kerja sama bidang pemagangan dengan beberapa negara sahabat. Guna meningkatkan keterampilan SDM Indonesia, serta mengisi kebutuhan tenaga kerja terampil di negara tujuan pemagangan
 
 
Saat ini, Indonesia telah melakukan kerja sama program pemagangan luar negeri dengan beberapa negara mitra. Antara lain Jepang, Qatar, serta Australia. Indonesia juga merupakan negara peringkat ketiga sebagai negara pengirim peserta magang setelah Vietnam dan RRT. 
 
"Saya juga berharap kolaborasi antara Ditjen Binalavotas Kemnaker dan KFSB ini merupakan awal dari perjalanan panjang pembelajaran bersama. Untuk dapat menjawab tantangan ketenagakerjaan negara masing-masing yang semakin dinamis," ungkapnya. 
 
Ruang lingkup MoU ini meliputi penyusunan analisis kebutuhan pelatihan; Pengembangan standar kompetensi kerja; Pengembangan program, kurikulum, modul pelatihan, dan pelatihan aplikasi termasuk kontennya; sertaPenyediaan sarana dan prasarana pelatihan. 
 
 
Selain itu, juga Peningkatan kapasitas instruktur; Penyediaan tenaga ahli/pengajar; Pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi; Penyediaan tempat pelatihan kerja dan pelatihan pemagangan; serta Implementasi business matching antar organisasi pengirim dan organisasi pengawas.***

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X