Latihan AYU 2022, Kasau: P2OU Fase Krusial Pada Operasi Udara

- Sabtu, 3 Desember 2022 | 14:01 WIB
Foto: Dispenau
Foto: Dispenau

SUARAKARYA.ID: Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., CSFA mengatakan, mekanisme Proses Pelaksanaan Operasi Udara (P2OU) merupakan fase paling krusial, guna mewujudkan keberhasilan pelaksanaan suatu operasi udara secara efektif dan efisien.

Hal ini disampaikan Kasau saat menerima laporan pelaksanaan mekanisme P2OU latihan puncak TNI AU Angkasa Yudha (AYU) tahun 2022 di ruang Puskodal Mabesau, Jumat (2/12/2022).

Menurut Kasau, P2OU yang dilaksanakan Komando Tugas Udara Gabungan (Kogasudgab) yang berpedoman pada rencana operasi yang telah disusun, harus dikembangkan lagi dan skenario latihan harus disusun dengan realistis dan lebih rinci.

Baca Juga: Kasau Minta Alumni Seskoau Semakin Berkontribusi bagi Satuan TNI AU

Mengingat P2OU merupakan pentahapan operasi udara yang baru pertama dilaksanakan pada latihan puncak TNI AU AYU 2022, Kasau menekankan agar P2OU terus disempurnakan, terutama pada piranti lunak dan struktur organisasinya, serta pelaksanaannya berdasarkan informasi intelijen yang akurat.

Sementara Wakasau Marsdya TNI A. Gustaf Brugman, M. Si (Han) berharap, agar pelaksanaan P2OU disesuaikan dengan kondisi dan realita yang terjadi di lapangan, termasuk memperhitungkan data intelijen terkini. Wakasau menyarankan pentahapan P2OU mulai diperkenalkan dan disosialisasikan di jenjang pendidikan TNI AU, yakni pada tingkatan Sekolah Kesatuan Komando TNI AU (Sekkau).

P2OU merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Kogasudgab sejak menerima perintah dimulainya operasi atau Rencana Operasi (RO) menjadi Perintah Operasi (PO).

Baca Juga: Lirik Lagu Mengapa Kita #Terlanjur Mencinta - Lyodra Ginting ... Kau Membuat Semuanya Indah

Dalam P2OU Kogasudgab melaksanakan mekanisme air tasking order (ATO) cycle guna menjamin sasaran akhir dari operasi yang diinginkan oleh komando atas dapat tercapai.  ATO cycle terdiri dari enam tahapan kegiatan. Tahap pertama objectives, effects, dan guidance, Tahap kedua Target Development, Tahap ketiga Weaponering and Alocation, Tahap keempat Production and Dissemination, Tahap kelima Execution Planning and Force  Exrcution, dan Tahap keenam Assessment.

Halaman:

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PMK, 10 Kabupaten Kota se NTB Bebas Vaksin

Senin, 30 Januari 2023 | 14:11 WIB

NTB Vaksinasi Jutaan Ternak

Senin, 30 Januari 2023 | 12:53 WIB

Rekomendasi 6 Produk Terbaik di Promo Gajian Blibli

Senin, 30 Januari 2023 | 08:11 WIB
X