Menaker Bertemu Sekjen APO, Bahas Peningkatan Produktivitas

- Jumat, 2 Desember 2022 | 04:44 WIB
Menaker Ida Fauziyah (kanan) melakukan courtesy call dengan Sekjen Asian Productivity Organization (APO) Indra Pradana Singawinata (kiri).
Menaker Ida Fauziyah (kanan) melakukan courtesy call dengan Sekjen Asian Productivity Organization (APO) Indra Pradana Singawinata (kiri).
 
 
SUARAKARYA.ID: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, melakukan courtesy call dengan Sekjen Asian Productivity Organization (APO), Indra Pradana Singawinata, di sela-sela kunjungan kerjanya ke Jepang, Kamis (30/11/2022). 
 
Pada pertemuan ini, Menaker membahas berbagai program peningkatan produktivitas khususnya di Indonesia. 
 
Kepada Sekjen APO, Menaker menjelaskan program-program yang telah dilaksanakan Indonesia sebagai salah satu negara anggota APO. Antara lain pemanfaatan energi terbarukan, yaitu solar panel atau training photo voltaic and smart grid, di BBPVP Serang tahun 2019. 
 
 
Selain itu, terdapat pelatihan instalasi Photovoltaic untuk kebutuhan rumah tinggal dan fasilitas puskesmas di Kecamatan Klayli, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat tahun 2021-2022.
 
Yang masih mengalami kendala akibat Covid-19, serta implementasi program Green Productivity, yang terwujud dengan terbentuknya  PCAP (Profesional Certification Agency for Productivity) untuk bidang Green Productivity. 
 
Menaker menyebut, saat ini Indonesia tengah berupaya bangkit dari pandemi Covid-19. Karenanya, dukungan dan kerja sama dari APO sangat dibutuhkan, untuk mendorong peningkatan produktivitas
 
 
"Untuk peningkatan produktivitas tenaga kerja pascapandemi Covid-19, pemanfaatan program APO sangat membantu untuk tercapainya Recovery together, recovery stronger," kata Menaker
 
Dia juga menekankan perlunya penguatan National Productivity Organization (NPO) Indonesia, untuk menjadi vocal point. Sehingga, peningkatan produktivitas di sektor- sektor lain di masa mendatang, baik dalam jangka pendek dan menengah. 
 
Penguatan itu di antaranya kemungkinan penguatan kelembagaan productivity promotion di Indonesia melalui asistensi APO; pengukuran produktifitas tenaga kerja di level provinsi, sektor-sektor terkait; penerapan productivity gainsharing pada perusahaan-perusahaan percontohan; 
 
 
Lalu reformulasi perhitungan upah minimum dengan memperhitungkan produktivias pekerja; In-country research untuk mendukung program-program strategis NPO Indonesia dan Kemnaker RI pada umumnya; serta perluasan basis dan jaringan productivity movement di Indonesia pada sektor atau Kementerian lain yang terkait. 
 
"Penguatan kelembagaan Lembaga Produktivitas Nasional (LPN) juga menjadi salah satu prioritas Kemnaker sebagai Ketua LPN. Dengan adanya intervensi dan kolaboarasi, yang dinamis dengan pelaksanaan program APO ke depannnya," tuturnya. 
 
Menaker menambahkan, saat ini pihaknya sedang mengembangkan SIPRONI atau Sistem Pengukuran Produktivitas terhadap Individu, Organisasi/Perusahaan dan komunitas. 
 
 
"Dengan adanya SIPRONI ini tentu saja sangat membantu. Untuk bisa melihat sejauhmana tingkat produktivitas tenaga kerja, serta apa yang dapat dilakukan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja," ungkapnya. 
 
Pada pertemuan itu, Menaker juga menyampaikan selamat kepada Indra Pradana Singawinata, yang telah berhasil terpilih sebagai Sekretaris Jenderal APO untuk periode 2022 -  2025. Dengan terpilihnya Indra sebagai Sekjen APO, maka delegasi Indonesia telah menjadi Sekjen APO pada 2 periode secara berturut-turut, yakni periode 2019 -  2022 dan 2022 - 2025.***
 
 
 

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X