Menaker Berharap Jepang Buka Peluang Kerja Sama Program P2P

- Rabu, 30 November 2022 | 20:59 WIB
Menaker Ida Fauziyah saat mengunjungi pusat  pelatihan (training center) Adecco Ltd. di Tokyo.
Menaker Ida Fauziyah saat mengunjungi pusat pelatihan (training center) Adecco Ltd. di Tokyo.
 
 
SUARAKARYA.ID: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah berharap Atsushi Ito  selaku Dewan Direksi Adecco Ltd, membuka peluang peningkatan kerja sama melalui skema private to private (P2P) dengan memberikan daftar perusahaan yang kompeten. 
 
Hal itu, disampaikan Menaker saat menyempatkan diri mengunjungi pusat  pelatihan (training center) Adecco Ltd. di Tokyo, Jepang, Selasa (29/11/202). 
 
"Pertemuan hari ini diharapkan dapat memberikan informasi lebih 
komprehensif terkait gambaran bagaimana Adecco Ltd. dapat meningkatkan dan mengembangkan kerja sama dalam program pemagangan dan Pekerja Migran Indonesia (PMI)," terang Menaker, lewat Siaran Pers Biro Humas Kemnaker. 
 
 
Dia menyatakan, pihaknya sangat mendukung adanya  perusahaan yang memiliki peluang specified skill worker (SSW) atau pekerja berketerampilan spesifik, dan pemagangan bagi masyarakat Indonesia.
 
"Saya percaya, dengan dukungan Mr Atshusi beserta tim, kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Adecco, khususnya di bidang pelatihan dan penempatan SSW dapat lebih berkembang," tuturnya. 
 
Menaker menegaskan, perusahaan di Jepang yang dapat bekerja sama dengan Indonesia, harus bersepakat untuk mengedepankan transfer of knowledge, serta perlindungan terhadap para peserta dari Indonesia. 
 
 
"Harapan Kemnaker, perusahaan itu dapat berkontribusi dalam hal pemberian standar pelatihan dan pendampingan. Utamanya kepada BLK dan BLK komunitas yang ada di Indonesia di bawah Kemnaker," terangnya. 
 
Selain itu, lanjutnya, perlu adanya Training of Trainer (TOT) kepada para pengajar di Indonesia. Agar dapat mengikuti perkembangan industri di Jepang.
 
Dalam hal program SSW, proses yang dilakukan dapat melalui mekanisme P2P atau melalui P3MI (Indonesian Agency). Sementara, dalam hal peserta pemagangan (ginoujissushei) proses dapat melalui SO (sending organization).
 
 
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Mr Atshusi atas 
kesempatan yang diberikan, dan semoga bisa menjalin hubungan untuk peningkatan dan pengembangan kerja sama yang saling menguntungkan. Baik untuk Pemerintah Indonesia maupun perusahaannya," ungkapnya.***
 
 
 
 
 

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X