Gempa Cianjur, Trail Kopassus Menembus Pedalaman Daerah Terisolir Berikan Bantuan

- Sabtu, 26 November 2022 | 22:24 WIB
Tim Traill Kopassus tembus daerah terisolir korban gempa Cianjur, berikan bantuan.
Tim Traill Kopassus tembus daerah terisolir korban gempa Cianjur, berikan bantuan.
 
 
SUARAKARYA.ID: Bantu korban gempa Cianjur, Danjen Kopassus Mayjen TNI Iwan Setiawan memerintahkan langsung kepada jajaran prajurit Kopassus, untuk dapat menjangkau dan menembus setiap jengkal wilayah, yang berdampak pasca terjadinya gempa bumi di wilayah itu. 
 
Dalam penanganan korban gempa Cianjur, kehadiran Kopassus ke pelosok dilakukan karena adanya informasi, tidak meratanya distribusi yang dilaksanakan selama ini. 
 
Pada kondisi gempa Cianjur ini, ada beberapa wilayah yang berada di pelosok Cianjur tidak tersentuh bantuan. Akibat akses jalan yang tidak memungkinkan untuk ditembus dengan kendaraan roda empat. 
 
 
Berangkat dari keadaan itu, Kopassus menyiapkan kelompok trail. Guna menembus keterbatasan yang dihadapi, pada Jumat (25/11/2022). 
 
Sehingga, kehadiran Kopassus dapat dirasakan secara langsung dan nyata para pengungsi yang terdampak di Cianjur. Kelompok trail Kopassus dilengkapi dengan bantuan, yang nantinya akan diberikan kepada warga yang berada di pengungsian. 
 
Dari informasi yang diperoleh  terdapat dua titik lokasi pengungsian, yang berada di Desa Ngalindrung dan Desa Galundra, yang belum pernah mendapatkan bantuan logistik maupun kesehatan. 
 
 
Kelompok Trail Kopassus dipimpin Mayor Inf Hendis Asies bergerak menggunakan 10 unit motor trail, membawa bantuan berupa 30 karung beras, 20 dus mie instant, air mineral, perlengkapan bayi, terpal, susu, selimut, serta perlengkapan lainnya. 
 
Kelompok Trail Kopassus juga membawa obat-obatan serta tim medis. Untuk memberikan bantuan kesehatan kepada warga. 
 
Menempuh jarak sejauh kurang lebih 10 Km dari Posko Kopassus, serta melewati jalanan yang rusak dan terjal. Kelompok Trail Kopassus menuju titik pertama yang berada di Kampung Ngalindung, Desa Ngalindung, Kecamatan Cugenang. 
 
 
Terdapat sedikitnya 600 jiwa berada di pengungsian itu dengan kondisi yang memprihatinkan. Selain logistik yang terbatas, kondisi kesehatan di pengungsian itu  juga banyak yang sakit.
 
"Alhamdulillah dengan adanya pasukan dari Kopassus yang hadir. Sehingga, kami bisa mendapatkan logistik yang mana selama ini memang belum ada bantuan yang datang ke pos kami. Terdapat dua orang ibu hamil dalam kondisi sakit juga sudah diobati oleh dokter dari Kopassus," terang Cecep, selaku Ketua RT sekaligus penanggung jawab posko tersebut. 
 
Setelah dari Kampung Ngalindung, Kelompok Trail Kopassus melanjutkan perjalanan menunju Kampung Galudra. Untuk memberikan bantuan ke pengungsi, yang berada di kaki Gunung Gede. 
 
 
Menempuh perjalanan sejauh  5 Km dari Kampung Ngalindung, Kelompok Trail Kopassus menerobos jalanan yang berbatu dan bergelombang. Sesampainya di penampungan yang berada di Kampung Galundra, prajurit Kopassus disambut dengan sangat hangat oleh sedikitnya 700 jiwa, yang ada di pengungsian itu. 
 
"Terimakasih kepada Bapak Kopassus yang sudah memberikan bantuan kepada kami. Saat ini, memang stock beras kami sudah sangat tipis. Sehingga, kami menggunakan kentang sebagai pengganti nasi. Namun dengan hadirnya Kopassus saat ini, kami bisa mengkonsumsi makanan bergizi," tutur ketua RT 02 Cecep, sekaligus penanggung jawab posko. 
 
Dia menyampaikan, posisi posko yang berada di atas, jauh dari kota, kondisi jalanan yang rusak dan sulit dilewati. Bahkan untuk motor sekalipun, menjadi penyebab penampungan mereka tidak pernah sekalipun mendapatkan bantuan dari pihak manapun. 
 
 
Karenanya, Cecep juga berharap dengan adanya gerakan dari Kopassus ini, bisa menggerakkan instansi lain untuk bisa membantu masyarakat terdampak yang berada di Kampung Galudra. 
 
Setelah dari Kampung Ngalindung dan Kampung Galudra, Kelompok Trail Kopassus akan terus menerobos wilayah-wilayah lain, yang khususnya sulit dijamah dan belum mendapatkan bantuan apapun. 
 
Terlebih posko yang tidak dapat dilalui kendaraan roda empat dan sangat sulit dilalui. Harapannya, kehadiran Kopassus dapat selalu melekat di tengah-tengah warga, serta menjadi solusi untuk kesulitan yang dirasakan warga terdampak di Cianjur.***

Editor: Dwi Putro Agus Asianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X