• Kamis, 1 Desember 2022

Hasil Penelitian, Penyebab Terbanyak Gagal Ginjal Akut Karena Intoksikasi Obat

- Kamis, 24 November 2022 | 20:41 WIB
Penjelasan pemerintah terkait kasus ganjal ginjal akut, oleh Kemenkes dan BPOM, Kamis (24/11/2022).
Penjelasan pemerintah terkait kasus ganjal ginjal akut, oleh Kemenkes dan BPOM, Kamis (24/11/2022).




SUARAKARYA.ID: Juru Bucara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril mengatakan, kasus gagal ginjal akut yang menyasar 324 anak, hingga saat ini penelitiannya masih terus berlangsung.

Karena untuk sampai pada
kesimpulan final, membutuhkan waktu yang panjang.

Namun untuk kasus ini, dipastikan penyebab utamanya adalah intoksikasi kendati secara medis, gagal
ginjal dapat juga disebabkan oleh faktor lain.

 Baca Juga: Terkait Laporan Gagal Ginjal Akut, Poros Rawamangun Minta Bareskrim Segera Tetapkan Tersangka


Apakah saat ini Kemenkes melakukan penelitian, iya. Namanya case control
study. Jadi ada 90 kasus normal yang diteliti, sementara kasus yang sakit 30. Nah ini sudah 50 persen terkumpul.

 Untuk saat ini masih dilakukan penelitian sekitar 100an obat.

"Tentu saja secara ilmiah nanti, kita ingin mendapatkan hasil atau kesimpulan yaitu ada kaitannya antara gagal ginjal dengan intosikasi etilen glikol dan dietilen glikol," katanya dalam diskusi daring yang digelar Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertema "Perkembangan Hasil Penelitian Obat Mengandung EG
dan DEG pada Kasus Gagal Ginjal Akut", Kamis (24/11/2022).

Baca Juga: Kematian 344 Balita Akibat Gagal Ginjal, BPOM Dinilai Langgar Maklumat Sendiri

Syahril  mengungkapkan, bagi pasien yang sudah dinyatakan sembuh, secara teori akan sembuh total dan tidak akan berpotensi mengalami gejala atau
keluhan kesehatan di waktu yang akan datang.

"Kenapa sebagian anak kok tidak kena walaupun pernah minum obat yang sama. Memang satu faktornya adalah kadar yang diminum dan juga lama periode mengkonsumsi obat tersebut.

Untuk anak yang sudah sembuh masih dalam pemantaun kami (Dinkes-red).
Kalau menurut teori, bahwa keracunan ini jika sudah diatasi, maka pasien dapat sembuh total. Tidak ada gejala-gejala sisa," ucapnya.

Baca Juga: 71 Kasus Gagal Ginjal Akut, Pj Gubernur: Faskes DKI Siap Layani Pelatihan Standarisasi Labkesda

Menurutnya, kasus gagal ginjal akut misterius pada anak di Indonesia
mengalami penurunan yang signifikan.

Bahkan, kasus yang dikenal dengan istilah Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) ini tidak menunjukan
adanya penambahan selama dua pekan terkahir.

"Kami informasikan bahwasanya kita sangat bersyukur karena sejak dua minggu lalu sampai sekarang, tidak ada lagi penambahan kasus," kata Syahril.

Baca Juga: Kasus Gagal Ginjal Akut, Menko PMK Sidak Apotek Cek Kepatuhan dalam Penjualan Obat Sirup

Dalam kesempatan tersebut, Syahril menyebutkan, Kemenkes mencatat
terdapat total 324 kasus pada anak dengan rincian  313 pasien
dinyatakan sembuh.

Namun kasus GGAPA yang menyebar hingga ke-27 provinsi di Indonesia ini menyisakan 11 kasus yang terdapat di 3 provinsi.

Adapun ketiga provinsi tersebut yakni DKI Jakarta dengan total 9 kasus yang
dirawat di RSUPN Cipto Mangungkusumo, Kepulauan Riau 1 kasus, Sumatera Utara 1 kasus.

“Hingga saat ini kasus gangguan ginjal akut pada anak yang masih dirawat tersisa 11 orang. Ini merupakan upaya bersama di mana angka penambahan tidak ada dan angka kematian juga tidak ada lagi. Yang ada adalah angka kesembuhan,” kata Syahril.

Baca Juga: Terkait Laporan Gagal Ginjal Akut, Poros Rawamangun Minta Bareskrim Segera Tetapkan Tersangka

Ia berharap, pasien GGAPA pada anak yang masih dirawat di RSCM dapat
sembuh kembali setelah pemberian obat antidotum atau penawar pemberian fomepizole.

Meski anak telah dinyatakan sembuh, Syahril menegaskan, Kemenkes melalui
Dinas Kesehatan (Dinkes) masih melakukan pemantauan untuk mengetahui perkembangan selanjutnya.

Menurutnya, pemerintah mempunyai kewajiban untuk melakukan pemantauan. “Kita terus kontrol untuk melihat perkembangannya, mungkin ada suatu efek- efek atau masalah-masalah kesehatan selanjutnya,” ucapnya.

Baca Juga: LSM Poros Rawamangun: Segera Bentuk TGPF, Usut Tuntas Kasus Gangguan Ginjal Akut Kejahatan Luar Biasa


Syahril menambahkan, kasus gagal ginjal akut bukan baru di Indonesia. Namun baru ramai dibicarakan sekarang, yakni pada pertengahan bulan Agustus setelah dilakukan penyelidikan terkait adanya pencemaran atau impuritis dari pelarut yakni Etilen Glikoll (EG) dan Dietilen Glikol (EDG).

Kasus ini menyeruak, jelas Syahril, setelah dilakukan penyelidikan bahwa ada kemungkinan pencemaran atau impuritis dari pelarut yang biasa digunakan pada obat sirup tersebut. Penggunaan pelarut tersebut melebihi ambang batas yang ditentukan.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Sumber: Liputan lapangan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kemnaker Dorong Lembaga K3 Tingkatkan Mutu Layanan K3

Senin, 28 November 2022 | 21:58 WIB
X