• Jumat, 9 Desember 2022

Kemnaker Fasilitasi Pertemuan Pelaku Usaha di Kuwait dan Indonesia

- Kamis, 24 November 2022 | 04:15 WIB
Pertemuan pelaku usaha Indonesia dan Kuwait.
Pertemuan pelaku usaha Indonesia dan Kuwait.
 
 
SUARAKARYA.ID: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bekerja sama dengan KBRI Kuwait City fasilitasi pertemuan antara pelaku usaha di Kuwait dan pelaku usaha Indonesia di kota Kuwait, Kuwait, Selasa (22/11/2022). 
 
Pertemuan digelar dalam rangka, Kemnaket memperoleh informasi kebutuhan peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau calon pencari kerja yang akan bekerja di Kuwait
 
Usai pertemuan, Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta & PKK) Kemnaker, Suhartono menjelaskan, secara ekonomi Kuwait merupakan negara makmur.
 
 
"Sehingga, dapat dimaklumi banyak PMI yang berminat untuk bekerja di negara petro dolar itu," ujarnya. 
 
Peluang kerja profesional bagi pekerja asing yang terbuka di Kuwait yakni sektor kesehatan (perawat, physiotherapist dan teknisi laboratorium). 
 
Peluang kerja lainnya yakni, di sektor transportasi (supir bis), sektor perminyakan konstruksi IT dan komunikasi, industri manufaktur (Technician, Engineer dan Programmer), serta sektor hospitality (waiter, chef, receptionist, housekeeping, bellboy, therapist). 
 
 
"Saya berharap kedua mitra usaha dapat saling bertukar informasi, terkait peluang kerja di sektor lainnya yang dapat memberikan kesempatan kepada PMI, untuk ikut berkontribusi dalam perekonomian di Kuwait," tutur Dirjen Suhartono melalui Siaran Pers Biro Humas di Jakarta, Selasa (22/11/2022).
 
Saat ini, pemerintah Indonesia masih menutup penempatan PMI sektor domestik ke Kuwait. Sebagai bagian dari kehadiran negara, untuk memberikan pelindungan bagi PMI
 
Langkah itu dilakukan mengingat sektor domestik cukup rentan, dalam hal pemenuhan hak asasi-nya. Sehingga, pemerintah Indonesia secara terus menerus mendukung segala upaya, untuk penempatan tenaga kerja sektor formal.
 
 
"Melalui pertemuan yang diinisiasi  Perwakilan RI di Kuwait, saya berharap terdapat informasi peluang kerja. Yang bisa dimasuki calon pencaker atau calon PMI," ujarnya. 
 
Selain itu, imbuhnya, perlu adanya komitmen dari para pelaku usaha. Untuk melaksanakan proses penempatan secara aman, terarah dan teratur. Sebagaimana diamanatkan dalam Global Compact Migration. 
 
Di bagian lain, Dubes RI di Kuwait, Lena Maryana Mukti menyebutkan, saat ini, ada lebih dari 6300 WNI tinggal di Kuwait. Mayoritas merupakan pekerja terampil di sektor perhotelan, kesehatan, dan minyak. 
 
 
Ribuan WNI itu beranggapan Kuwait merupakan rumah kedua. Karena, Kuwait telah memberikan kesempatan, perlindungan, serta pendidikan bagi anak-anak mereka.
 
"Saya berharap pertemuan pelaku bisnis kedua negara makin meningkatkan kerja sama antara pemerintah dan pelaku bisnis Indonesia dan Kuwait," tuturnya.***
 
 

Editor: Markon Piliang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Didirikan Masjid Darurat untuk Korban Gempa Cianjur

Jumat, 9 Desember 2022 | 10:26 WIB

Kemnaker Buka Akses Pemagangan ke Korea

Minggu, 4 Desember 2022 | 04:32 WIB
X